Wali Kota Tarakan Dorong Warga Kuliah di UT, Sebut Pendidikan Fleksibel Jawaban Tingkatkan SDM
Amiruddin August 02, 2026 10:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Wali Kota Tarakan, Khairul, mengajak masyarakat Kalimantan Utara memanfaatkan sistem pendidikan fleksibel yang ditawarkan Universitas Terbuka (UT), sebagai salah satu solusi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Khairul, saat membuka kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Universitas Terbuka Tarakan Semester 2026 Ganjil, yang dirangkaikan dengan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ), di Gedung Perwakilan BPK Kalimantan Utara, Sabtu (1/8/2026).

Sebanyak 350 mahasiswa baru mengikuti orientasi tahap pertama.

Sementara sekitar 270 mahasiswa lainnya dijadwalkan mengikuti kegiatan serupa pada gelombang berikutnya.

Dalam sambutannya, Khairul menegaskan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci utama mempercepat pembangunan daerah.

Namun, hingga saat ini angka partisipasi masyarakat yang mengenyam pendidikan tinggi masih perlu ditingkatkan.

Baca juga: Wali Kota Soroti Ancaman Narkoba di Tarakan, Andalkan Pramuka jadi Garda Edukasi di Sekolah

Ia memaparkan, Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi secara nasional berada di angka 32,89 persen.

Sementara Kalimantan Utara baru mencapai 27,93 persen, masih berada di bawah rata-rata global yang mencapai sekitar 40 persen.

"Ini menjadi tantangan kita bersama.

Artinya masih banyak masyarakat yang belum bisa mengakses pendidikan tinggi karena berbagai faktor," kata Khairul.

Menurutnya, kendala ekonomi, keterbatasan akses pendidikan hingga tuntutan membantu perekonomian keluarga masih menjadi alasan sebagian masyarakat belum melanjutkan kuliah.

Karena itu, Khairul menilai kehadiran Universitas Terbuka menjadi solusi nyata karena menawarkan sistem pendidikan yang dapat diikuti, tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.

"Universitas Terbuka memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi.

Sistem pembelajaran jarak jauh ini sangat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun biaya," ujar Khairul.

Khairul juga meminta seluruh mahasiswa baru memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.

Ia berharap para mahasiswa memiliki komitmen kuat menyelesaikan pendidikan hingga lulus, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan kompetensi di dunia kerja.

"Saya berharap saudara-saudara bangga menjadi mahasiswa Universitas Terbuka.

Belajarlah dengan sungguh-sungguh, karena kualitas lulusan sangat ditentukan oleh keseriusan mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran," ucap Khairul.

Ia optimistis peningkatan kualitas metode pembelajaran yang terus dilakukan Universitas Terbuka, akan melahirkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Sementara itu, Direktur Universitas Terbuka Tarakan, Jeji Muhamad Najib, mengatakan kegiatan orientasi bukan sekadar seremoni penyambutan mahasiswa baru, tetapi menjadi bekal penting agar mahasiswa memahami sistem pendidikan tinggi terbuka dan pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat membuat pelaksanaan OSMB kali ini harus dipindahkan ke Gedung Perwakilan BPK Kalimantan Utara karena kampus UT Tarakan tidak lagi mampu menampung seluruh peserta.

"Kita tidak dapat melaksanakan kegiatan di kantor UT Tarakan karena jumlah mahasiswa peserta sekitar 350 orang.

Masih ada sekitar 270 mahasiswa lagi yang akan mengikuti gelombang berikutnya.

Mudah-mudahan ini tidak mengurangi semangat teman-teman mengikuti kegiatan sampai selesai," ujar Jeji.

Dalam kesempatan itu, Jeji juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tarakan, khususnya Wali Kota Tarakan, Khairul, yang dinilai terus memberikan dukungan terhadap perkembangan Universitas Terbuka sejak awal berdiri di Tarakan.

"Sejak UT berdiri, Bapak Wali Kota ikut membantu, termasuk mencarikan lahan sehingga kampus kita bisa dibangun di depan bandara.

Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang terus diberikan," katanya.

Jeji menjelaskan, sistem pendidikan di Universitas Terbuka berbeda dengan perguruan tinggi konvensional, karena menuntut mahasiswa menjadi pembelajar mandiri.

Mahasiswa tidak hanya dituntut mengikuti perkuliahan, tetapi juga memiliki disiplin tinggi dalam mengatur waktu belajar secara mandiri, melalui modul yang telah disediakan.

"Mahasiswa UT adalah pembelajar mandiri.

Teman-teman harus terbiasa membaca, memahami materi dan mengatur waktu sendiri.

Nanti semuanya akan dipelajari dalam kegiatan LPKBJJ," jelasnya.

Ia menerangkan, konsep pendidikan terbuka memungkinkan siapa pun melanjutkan kuliah tanpa dibatasi usia, tahun kelulusan maupun lokasi tempat tinggal.

Saat ini mahasiswa UT Tarakan tidak hanya berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Utara seperti Lumbis dan Krayan, tetapi juga dari Sabah, Malaysia.

Bahkan, dalam waktu dekat UT Tarakan menargetkan memperluas layanan pendidikan hingga menjangkau masyarakat Indonesia yang berada di Brunei Darussalam.

"Saudara-saudara kita di Sabah sudah banyak menjadi mahasiswa UT Tarakan.

Insyaallah sebentar lagi Brunei juga akan menjadi bagian layanan kami.

Termasuk para Pekerja Migran Indonesia di luar negeri akan kami fasilitasi untuk mendapatkan pendidikan tinggi melalui UT," ungkapnya.

Selain menekankan pentingnya kemandirian belajar, Jeji juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga integritas akademik selama menempuh pendidikan.

Ia meminta mahasiswa menghindari segala bentuk kecurangan, termasuk praktik mencontek, karena menurutnya kejujuran merupakan modal penting dalam membangun kompetensi.

"Jadilah mahasiswa yang baik.

Hindari segala bentuk pelanggaran integritas akademik.

Jangan senang mencontek, karena semua kecurangan selalu meninggalkan jejak," tegasnya.

Jeji berharap seluruh mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian orientasi hingga selesai agar memahami aturan akademik, sistem pembelajaran, hingga berbagai layanan pendukung yang disiapkan Universitas Terbuka.

"Kalau informasi diterima secara utuh sejak awal, mahasiswa akan lebih siap menjalani perkuliahan.

Karena itu saya berharap seluruh peserta mengikuti OSMB dan LPKBJJ sampai selesai,  sebagai bekal perjalanan akademik mereka," pungkasnya.

(Adv)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.