Kejurda III NPCI DIY 2026 Resmi Bergulir di Kulon Progo, Jadi Ajang Uji Coba Menuju Peparda 2027
Muhammad Fatoni August 02, 2026 11:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) III NPCI DIY 2026. 

Kejuaraan yang dipusatkan di Kabupaten Kulon Progo ini menjadi ajang pembinaan atlet disabilitas sekaligus uji kesiapan penyelenggaraan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) V DIY 2027.

Pembukaan Kejurda berlangsung di Taman Budaya Kulon Progo (TBK), Sabtu (1/8/2026).

Sebanyak 461 atlet dari lima kabupaten/kota di DIY ambil bagian dalam kejuaraan yang mengusung tema “Melampaui Batas, Meraih Prestasi.”

Ketua Umum NPCI DIY, Sudartatik, mengatakan Kejurda tahun ini mempertandingkan 12 cabang olahraga yang digelar pada 1, 2, 5, dan 9 Agustus 2026.

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, seluruh cabang olahraga diselaraskan dalam satu rangkaian kegiatan.

“Pada dasarnya Kejurda merupakan single event bagi masing-masing cabang olahraga. Namun tahun ini kami selaraskan dalam satu rangkaian agar lebih efisien, memperkuat koordinasi, sekaligus membangun semangat kebersamaan antar-cabang olahraga,” ujarnya.

Alasan Pemilihan Kulon Progo

Menurut Sudartatik, dipusatkannya penyelenggaraan di Kulon Progo bukan tanpa alasan. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Peparda V DIY 2027, di mana Kabupaten Kulon Progo ditunjuk sebagai tuan rumah.

“Kejurda ini kami jadikan mini trial untuk menguji kesiapan penyelenggaraan, sehingga berbagai aspek dapat dievaluasi dan disempurnakan sebelum Peparda tahun depan,” katanya.

Ia berharap kejuaraan tersebut tak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat pembinaan olahraga disabilitas di DIY.

Baca juga: DPRD Kulon Progo soal Pemisahan Anggaran Pendidikan dan MBG: Momentum Penataan Ulang Kebijakan

Dukungan Pemkab

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung penyelenggaraan olahraga yang inklusif.

“Kabupaten Kulon Progo akan selalu ramah kepada siapa pun dan tidak akan pernah membeda-bedakan. Kita harus setara, sejajar, saling merangkul, dan membersamai,” ujar Ambar.

Ia mengaku bangga karena Kulon Progo dipercaya menjadi tuan rumah Kejurda III NPCI DIY sekaligus berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung lancar dan tertib.

Diikuti 461 Atlet, Pertandingkan 12 Cabor

Ketua Panitia Kejurda III NPCI DIY, Ratna Kumala, menjelaskan kejuaraan ini menjadi momentum evaluasi hasil pembinaan atlet disabilitas di setiap kabupaten dan kota, sekaligus sarana menjaring bibit atlet potensial untuk dipersiapkan menuju ajang nasional maupun internasional.

Selain diikuti 461 atlet, Kejurda juga melibatkan 18 technical delegate, 9 koordinator cabang olahraga, 135 wasit dan juri, 80 aparat pertandingan, 60 tenaga medis, serta 30 personel keamanan.

Adapun 12 cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi para-angkat berat, para-atletik, anggar kursi roda, para-balap sepeda, boccia, para-bulu tangkis, para-catur, para-panahan, para-renang, para-taekwondo, para-tenis meja, dan tenis kursi roda yang tersebar di sejumlah venue di Kulon Progo dan Kota Yogyakarta.

“Melalui Kejurda ini kami ingin menunjukkan bahwa olahraga disabilitas terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama DIY maupun Indonesia,” kata Ratna. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.