TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK – Deru knalpot motor balap memecah keheningan Dusun Sungai Padang, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Sabtu-Minggu (1-2/8/2026).
Debu beterbangan mengikuti putaran roda para pebalap yang saling berebut posisi di lintasan tanah Sirkuit NP Husen HI.
Di tepian sirkuit, ribuan pasang mata tak henti mengikuti setiap tikungan dan lompatan motor. Sorak sorai penonton bersahut-sahutan, menyatu dengan raungan mesin yang menggema dari pagi hingga sore.
Siapa sangka, kemeriahan itu lahir dari sebuah kampung yang hingga kini masih menjadi blankspot jaringan telekomunikasi dan internet.
Keterbatasan sinyal ternyata tak menghalangi semangat masyarakat Rimba Polon untuk menggelar kejuaraan otomotif berskala besar.
Bahkan, ajang perdana Grasstrack Pemuda Rimba Polon Championship yang berlangsung 1–2 Agustus 2026 itu mencatat sejarah baru.
Hingga pukul 14.00 WIB, jumlah starter yang semula diperkirakan sekitar 250 pembalap terus bertambah menjadi 380 starter.
Menjadikannya salah satu event grasstrack dengan peserta terbanyak yang pernah digelar di Provinsi Riau.
Baca juga: Berawal dari Bengkel Tutup saat Pandemi, Peternak Lebah di Siak Hasilkan 500 Kg Madu per Bulan
Para pembalap datang dari berbagai daerah di Riau, seperti Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Bengkalis, Dumai, hingga Kabupaten Siak. Sejumlah pebalap dari luar provinsi, di antaranya Aceh dan Sumatera Utara, juga ikut ambil bagian.
Ketua Panitia, Yusdianto, mengaku tidak menyangka antusiasme peserta dan masyarakat begitu besar.
Menurutnya, kejuaraan ini menjadi kebanggaan tersendiri karena merupakan event pertama yang digelar pemuda Dusun Sungai Padang.
“Persiapan grasstrack kami memang ini yang pertama kali kami lakukan, khususnya di Dusun Sungai Padang, Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib. Syukur Alhamdulillah, hari ini kami juga kedatangan Bapak Irving Kahar Arifin, tokoh yang mendukung event ini dari balik layar,” kata Yusdianto.
Kejuaraan tersebut mempertandingkan 14 kelas. Mulai dari Trail Standar 155 CC Open, Sport Trail Open, Bebek Modif 4 Tak Open, Campuran Open, hingga kelas-kelas lokal Kabupaten Siak.
Panitia juga menyiapkan hadiah Juara Umum Open sebesar Rp8 juta, Juara Umum Senior B Riau Rp3 juta, Juara Umum RBT Open Rp2 juta, Juara Umum RBT Non Pro Provinsi Riau Rp2 juta, serta Juara Umum Lokal Siak Rp2 juta.
Pimpinan Lomba, Alex Candra, mengatakan membludaknya jumlah peserta menjadi bukti bahwa grasstrack di Siak memiliki daya tarik besar.
“Kejuaraan Grasstrack Pemuda Rimba Polon Championship ini diikuti pembalap dari luar provinsi, seperti Aceh dan Sumatera Utara. Kemudian dari berbagai daerah di Riau, seperti Kuansing, Inhu, Bengkalis, Dumai, dan khususnya Siak. Awalnya jumlah starter sekitar 250, tetapi terus bertambah hingga mencapai 380 starter,” ujarnya.
Alex mengapresiasi dukungan seluruh panitia, masyarakat, dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang ikut menyukseskan penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
“Kami sebagai panitia dan mewakili IMI Provinsi Riau mengucapkan terima kasih kepada Bapak Irving Kahar Arifin yang telah mendukung acara ini. Beliau juga menyampaikan komitmennya untuk membantu menghadirkan event yang lebih besar lagi di Kabupaten Siak,” katanya.
Tokoh masyarakat Siak, Irving Kahar Arifin, menilai capaian 380 starter merupakan rekor baru bagi penyelenggaraan grasstrack di Riau.
“Awalnya sebanyak 250 pebalap turut ambil bagian. Hingga sore jumlahnya bertambah menjadi 380 starter. Ini merupakan rekor untuk event grasstrack di Riau. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ujarnya.
Menurut Irving, kehadiran ratusan pebalap dari berbagai daerah membuktikan bahwa Rimba Polon mulai dikenal sebagai salah satu tujuan olahraga otomotif di Sumatera.
Ia mengatakan, Rimba Polon berada di tengah hamparan HGU perkebunan sawit yang hingga kini masih mengalami keterbatasan jaringan telekomunikasi. Namun, kondisi itu tidak pernah mengurangi semangat masyarakatnya untuk terus bergerak maju.
“Justru dari tempat inilah lahir sebuah turnamen yang mampu menghadirkan ratusan pebalap dan ribuan penonton dalam semangat sportivitas dan kebersamaan,” katanya.
Irving optimistis Rimba Polon akan terus berkembang sebagai pusat kegiatan masyarakat dan olahraga otomotif.
“Saya yakin Rimba Polon akan terus melaju, secepat roda-roda motor yang berpacu di lintasan. Masyarakatnya telah menunjukkan bahwa kreativitas, gotong royong, dan kemauan untuk berkembang adalah modal utama untuk bangkit, bahkan di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan,” ujarnya.
Ia pun menutup dengan apresiasi kepada seluruh warga yang telah menjadi tuan rumah.
“Terima kasih atas sambutan hangat seluruh masyarakat. Rimba Polon akan selalu memiliki tempat di hati, dan saya percaya kawasan ini akan terus menjadi destinasi yang dirindukan para pecinta grasstrack untuk kembali,” tutupnya.
(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)