Prakiraan Cuaca Sekadau Terbaru: Hujan Ringan hingga Titik Panas Naik Signifikan
Syahroni August 02, 2026 12:28 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio memprakirakan sebagian wilayah Kabupaten Sekadau masih berpotensi diguyur hujan ringan pada Minggu, 2 Agustus 2026. 

Prakiraan cuaca tersebut berlaku mulai Minggu pukul 07.00 WIB hingga Senin, 3 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan berpeluang turun pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.

Memasuki pukul 10.00 WIB hingga siang, cuaca diperkirakan berubah menjadi berawan. 

Baca juga: Tim Gabungan Kembali Padamkan Karhutla di Tayan Hilir, Bara Api Masih Muncul di Bekas Lahan Terbakar

Pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, hujan ringan kembali berpotensi terjadi. 

Sementara itu, malam hingga dini hari diprediksi didominasi cuaca berawan hingga cerah berawan, sebelum hujan ringan kembali berpeluang turun pada Senin pagi.

BMKG mencatat suhu udara di Kabupaten Sekadau berkisar 21–32 derajat Celcius, dengan kelembapan udara 60–100 persen dan kecepatan angin sekitar 9 kilometer per jam.

Masyarakat diimbau tetap mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga: Hujan Guyur Kalbar, BMKG Prediksi Titik Panas Karhutla Bakal Menurun

Di sisi lain, BMKG juga merilis hasil pemantauan titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat per Sabtu, 1 Agustus 2026. 

Kabupaten Sekadau terdeteksi memiliki 87 titik panas, terdiri atas 3 titik berkepercayaan rendah, 79 titik berkepercayaan menengah, dan 5 titik berkepercayaan tinggi.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan sehari sebelumnya yang hanya tercatat 29 titik panas berkepercayaan menengah.

Secara keseluruhan, Kalimantan Barat memiliki 762 hotspot, dengan rincian 23 titik berkepercayaan rendah, 678 titik berkepercayaan menengah, dan 61 titik berkepercayaan tinggi.

Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 247 titik, disusul Sanggau 171 titik, Sekadau 87 titik, Melawi 55 titik, dan Kayong Utara 54 titik.

BMKG menjelaskan bahwa hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang terdeteksi oleh sensor satelit VIIRS dan MODIS.

Meski tidak selalu menandakan telah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), peningkatan jumlah hotspot menjadi sinyal penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah di ruang terbuka selama musim kemarau.

Apabila menemukan indikasi kebakaran, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan mencegah meluasnya kebakaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.