KPU dan Kankemenag Kulon Progo Rancang Kurikulum Terintegrasi untuk Pelajar Madrasah
Muhammad Fatoni August 02, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulon Progo dan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo menjalin kerjasama di bidang pendidikan pelajar madrasah.

Kerjasama itu diwujudkan dalam penandatanganan kesepakatan.

Ketua KPU Kulon Progo, Budi Priyana, menjelaskan kerjasama yang dilakukan dengan Kankemenag Kulon Progo adalah merancang kurikulum terintegrasi untuk pelajar madrasah.

"Kami berencana menyiapkan kurikulum pendidikan pemilih yang terintegrasi dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)," jelas Budi memberikan keterangannya pada Minggu (02/08/2026).

Kurikulum pendidikan pemilih ini dianggap penting bagi pelajar.

Sebab, mereka juga perlu mengetahui dan memahami pentingnya hak pilih dan suara mereka dalam kehidupan berdemokrasi.

Menurut Budi, kerjasama kurikulum terintegrasi bersama Kankemenag Kulon Progo menjadi lanjutan dari sinergi yang sudah dilakukan.

Kerjasama itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

"Salah satunya pendataan pemilih berkelanjutan bagi pelajar Madrasah Aliyah (MA)," ujarnya.

Baca juga: DPRD Kulon Progo soal Pemisahan Anggaran Pendidikan dan MBG: Momentum Penataan Ulang Kebijakan

Kerjasama lain yang telah dilakukan seperti pendataan calon pemilih yang telah menikah di Kantor Urusan Agama (KUA).

Budi mengatakan KPU Kulon Progo juga aktif melakukan pendidikan pemilih di madrasah melalui kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (Matamuda).

Ia pun berharap kerjasama terbaru yang dilakukan bersama Kankemenag Kulon Progo akan lebih memperkuat sinergi kedua lembaga.

Terutama berkaitan dengan pendidikan dan pendataan pemilih.

"Semoga kerjasama ini bisa semakin meningkatkan sinergi yang sudah berjalan," kata Budi.

Kepala Kankemenag Kulon Progo, Wahib Jamil berharap kurikulum yang disusun nantinya juga memuat nilai-nilai demokrasi yang substansial. Ia tidak ingin kurikulumnya hanya terkait politik praktis.

Menurutnya, pembelajaran demokrasi bagi pelajar madrasah tidak sebatas teoretis tapi juga kaya unsur praktis.

Sebab nantinya mereka akan lebih mudah untuk memahami hingga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau bisa merambah ke semua mata pelajaran dengan memuat nilai-nilai demokrasi yang universal seperti keadilan, kejujuran, dan musyawarah," ujar Wahib.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.