TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, memberikan tanggapannya setelah menjalani laga debut bersama Los Blancos pada pertandingan uji coba pramusim melawan Fiorentina.
Mourinho gagal mempersembahkan kemenangan pada laga perdananya setelah Real Madrid harus puas bermain imbang 2-2 melawan Fiorentina di Worthersee Stadion, Klagenfurt, Austria, Sabtu (1/8/2026) malam WIB.
Sempat unggul dua gol lebih dulu, Real Madrid gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Los Blancos membuka keunggulan melalui Endrick pada menit ke-12 sebelum Alexis Ciria menggandakan skor pada menit ke-24.
Fiorentina kemudian memperkecil ketertinggalan lewat gol Roberto Piccoli pada menit ke-41 sehingga babak pertama ditutup dengan skor 2-1 untuk keunggulan Real Madrid.
Memasuki babak kedua, tim asal Italia itu berhasil menyamakan kedudukan melalui Moise Kean pada menit ke-59.
Real Madrid yang diperkuat sejumlah pemain utama seperti Federico Valverde, Trent Alexander-Arnold, Arda Guler, hingga Endrick gagal mencetak gol tambahan sehingga laga berakhir imbang 2-2.
Meski gagal meraih kemenangan pada laga debutnya, Jose Mourinho mengaku tetap puas dengan performa yang ditunjukkan anak asuhnya.
Menurut pelatih asal Portugal itu, hasil pertandingan bukan menjadi fokus utama pada fase pramusim. Ia lebih menaruh perhatian terhadap perkembangan fisik dan penerapan sistem permainan tim.
"Saya sangat senang dengan kerja keras yang ditunjukkan para pemain sejak hari pertama," ujar Mourinho, dikutip dari laman resmi Real Madrid.
Mourinho menjelaskan dirinya melihat tiga fase berbeda dari penampilan Real Madrid sepanjang pertandingan.
Ia menilai Los Blancos tampil sangat baik ketika kondisi fisik para pemain masih prima, sebelum intensitas permainan mulai menurun seiring berjalannya waktu.
"Dalam pertandingan ini, saya melihat Madrid dengan tiga wajah, saat masih bugar, mulai lelah, dan sangat kelelahan," kata Mourinho.
"Ketika masih bugar, kami bermain dengan sangat baik. Babak pertama berjalan dengan kualitas yang luar biasa," ucapnya.
Bagi Mourinho, penampilan pada babak pertama menjadi gambaran kualitas permainan yang ingin terus dipertahankan seiring meningkatnya kebugaran para pemain.
Baca juga: Mikel Arteta Janjikan Arsenal Gila Belanja saat Vinicius di Persimpangan Jalan Real Madrid
Mourinho juga menilai laga melawan Fiorentina menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda Real Madrid.
Menurutnya, beberapa pemain muda masih membutuhkan waktu untuk menyamai level fisik pemain-pemain berpengalaman yang dimiliki lawan.
Ia mencontohkan duel menghadapi striker Fiorentina, Moise Kean, yang dinilai memberikan pelajaran penting bagi para pemain muda Los Blancos.
"Kemudian, kami melihat Moise Kean bermain di dalam kotak penalti bersama dua pemain berusia 18 tahun. Mereka tampil sangat baik dan pertandingan seperti ini menjadi bagian dari proses perkembangan mereka," ucap eks pelatih Manchester United tersebut.
"Namun, secara fisik mereka memang belum berada di level yang sama untuk bermain bersama pemain seperti Moise Kean, yang merupakan pemain luar biasa," katanya.
Meski demikian, Mourinho tetap melihat banyak sisi positif dari penampilan timnya, terutama ketika Real Madrid mampu menjaga organisasi permainan meski kondisi fisik mulai menurun.
"Aspek ketiga yang juga sangat saya sukai adalah ketika tim sudah sangat kelelahan," ucap Mourinho
"Dalam kondisi tersebut, kami tetap tahu bagaimana bermain sebagai sebuah tim, mengontrol pertandingan, dan kembali mengambil kendali permainan," tegasnya.
Bagi Mourinho, kemampuan menjaga struktur permainan saat stamina mulai terkuras menjadi modal penting bagi Real Madrid untuk menghadapi rangkaian laga pramusim berikutnya sebelum menyambut musim kompetisi 2026/2027.
Selanjutnya, Real Madrid masih memiliki dua pertandingan uji coba pramusim lagi sebelum bertarung di kompetisi resmi 2026/2027.
Dijadwalkan, Madrid akan menghadapi Deportivo pada Kamis (13/8/2026), kemudian menantang Schalke pada Minggu (16/8/2026).
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)