Injil Katolik Misa Senin 3 Agustus 2026 Lengkap Mazmur Tanggapan
Gordy Donovan August 02, 2026 01:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak injil Katolik misa Senin 3 Agustus 2026.

Injil katolik misa lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XVIII tahun A. 

Hari Biasa Pekan XVIII tahun A dengan warna liturgi hijau.

Bacaan hari Senin: Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29.43.79.80.95.102; Mat. 14:22-36 dan BcO Yl 1:13-2:11.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Senin 3 Agustus 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama:  Yer. 28:1-17

Dalam tahun itu juga, pada permulaan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, dalam bulan yang kelima tahun yang keempat, berkatalah nabi Hananya bin Azur yang berasal dari Gibeon itu kepadaku di rumah TUHAN, di depan mata imam-imam dan seluruh rakyat:

"Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Aku telah mematahkan kuk raja Babel itu.

Dalam dua tahun ini Aku akan mengembalikan ke tempat ini segala perkakas rumah TUHAN yang telah diambil dari tempat ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel. Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini, demikianlah firman TUHAN! Sungguh, Aku akan mematahkan kuk raja Babel itu!"

Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya di depan mata imam-imam dan di depan mata seluruh rakyat yang berdiri di rumah TUHAN itu, kata nabi Yeremia: "Amin! Moga-moga TUHAN berbuat demikian! Moga-moga TUHAN menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan dikembalikannya perkakas-perkakas rumah TUHAN dan semua orang buangan itu dari Babel ke tempat ini.

Hanya, dengarkanlah hendaknya perkataan yang akan kukatakan ke telingamu dan ke telinga seluruh rakyat ini: Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar.

Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN." Kemudian nabi Hananya mengambil gandar itu dari pada tengkuk nabi Yeremia, lalu mematahkannya.

Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu: "Beginilah firman TUHAN: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!" Tetapi pergilah nabi Yeremia dari sana. Maka sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengkuk nabi Yeremia, datanglah firman TUHAN kepada Yeremia:

"Pergilah mengatakan kepada Hananya: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya! Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel; sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya."

Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya: "Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta. Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN."

Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.

Mazmur Tanggapan: Mzm.119:29.43.79.80.95.102

Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.

Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.

Biarlah berbalik kepadaku orang-orang yang takut kepada-Mu, orang-orang yang tahu peringatan-peringatan-Mu.

Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu.

Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.

Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

Bait Pengantar Injil:

P: Alleluia
U: Alleluia

Bacaan Injil Katolik: Mat. 14:22-36 

P: Inilah Injil Yesus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan

P: itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.

Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!". Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."

Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?". Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

"Tuhan, Tolonglah Aku!" 

Dalam Injil hari ini, para murid mengalami ketakutan ketika perahu mereka diterpa angin dan gelombang. Di tengah keadaan yang sulit itu, Yesus datang berjalan di atas air dan berkata: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Petrus berani melangkah keluar dari perahu karena percaya kepada Yesus. Namun, ketika ia mulai memperhatikan kuatnya angin dan gelombang, imannya goyah dan ia mulai tenggelam. Saat itulah ia berseru, “Tuhan, tolonglah aku!” Yesus segera mengulurkan tangan-Nya dan menyelamatkan Petrus.

Sering kali kita juga mengalami “badai” dalam kehidupan: masalah keluarga, pekerjaan, kesehatan, kekecewaan, atau ketidakpastian masa depan. Seperti Petrus, kita bisa kehilangan keberanian ketika lebih melihat besarnya masalah daripada kehadiran Tuhan.

Bacaan dari Kitab Yeremia mengingatkan kita untuk berhati-hati terhadap suara yang hanya menawarkan harapan palsu. Tuhan menghendaki kita tetap berpegang pada firman-Nya dan mencari kebenaran-Nya, bukan sekadar mengikuti apa yang menyenangkan telinga kita.

Hari ini Yesus mengundang kita untuk percaya: Ia hadir di tengah badai hidup kita. Ketika iman kita lemah, kita tidak perlu malu untuk berseru kepada-Nya. Tangan Tuhan selalu siap meneguhkan dan mengangkat kita.

Doa:

Tuhan Yesus, kuatkanlah imanku agar aku tetap percaya kepada-Mu dalam setiap badai kehidupan. Jangan biarkan aku tenggelam dalam ketakutan dan keraguan, tetapi tuntunlah aku untuk selalu berharap pada kasih dan pertolongan-Mu. Amin. (sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.