Gorontalo (ANTARA) - Seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Riska Halid alias Icha (25) meninggal dunia setelah terseret ombak dan tenggelam di pantai Pulau Bugisa, Kecamatan Ponelo Kepulauan Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Minggu (2/8).

Pihak Pos TNI Angkatan Laut (Pos AL) Kwandang Koptu Eta Arius Tancanguru di Gorontalo Utara, Minggu mengatakan korban diketahui meninggal dunia sekitar pukul 09.40 WITA, usai dilakukan upaya penyelamatan oleh pihaknya, bersama wisatawan asal Jerman dan pendampingnya (tour guide).

Menurut dia, korban diduga tenggelam setelah terseret arus kencang di pulau tersebut. Upaya penyelamatan sempat dilakukan sekitar 20 menit.

"Korban juga sempat mendapatkan pertolongan awal oleh dua orang wisatawan tersebut," kata Arius.

Korban merupakan mahasiswa pascasarjana UNG asal Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Provinsi Sulawesi Utara.

Mereka (wisatawan lokal) sebanyak sembilan orang, tiba di Pulau Bugisa pada Sabtu (1/8) Pukul 17.30 WITA, untuk berwisata di pulau tersebut.

"Kami melakukan camping, lalu mandi-mandi di pantai mulai pukul 06.00 WITA pada Minggu pagi," kata salah satu rekan korban Nujwa Adelia.

Ia mengaku tidak ikut mandi di pantai, sehingga saat melihat rekan-rekannya terseret arus kencang, kemudian langsung menghubungi teman yang ada di darat.

"Ketika insiden terjadi, saya sempat kaget, namun masih terpikir untuk langsung meminta pertolongan dengan menghubungi teman yang ada di darat," katanya.

Damai Rasida, salah satu teman lainnya, juga mengungkapkan hal yang sama, saat insiden terjadi mereka berupaya memberi pertolongan.

"Saya sempat menarik Icha ke tepi pantai, namun belum tiba di darat, Icha pingsan kemudian kami berupaya meminta pertolongan yang kebetulan ada turis asing yang tiba di Pulau Bugisa. Mereka lalu memberi pertolongan sekitar 15 sampai 20 menit, namun kondisi Icha tidak tertolong," kata Damai.

Ia mengatakan saat pertolongan dilakukan, Icha sempat memuntahkan air dan makanan, sebab sebelum turun mandi untuk yang kedua kalinya, korban masih sempat sarapan.

"Kami mulai mandi-mandi pukul 06.00 WITA, kemudian naik ke darat untuk sarapan, sekitar pukul 08.00 WITA sebelum insiden terjadi, kami turun lagi untuk mandi di pantai," katanya.

Pihak Basarnas Pos Gorontalo Utara Aqun Marali mengatakan pihaknya menerima laporan adanya pengunjung di Pulau Bugisa mengalami insiden tenggelam saat mandi di pantai itu.

"Seketika kami meluncur ke lokasi, namun saat itu sekitar pukul 10.00 WITA kami tidak melanjutkan perjalanan hingga ke Pulau Bugisa, karena sudah bertemu di tengah Pulau Ponelo. Korban sudah dievakuasi pihak Pos TNI AL Kwandang dan wisatawan asing menggunakan perahu yang ditumpangi menuju Pelabuhan Kwandang, kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki," katanya.

Setelah dinyatakan meninggal dunia di RSUD Zainal Umar Sidiki, kemudian sekitar pukul 11.59 WITA, korban langsung diantar ke pihak keluarga di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Delapan orang rekannya turut menyertai korban untuk diantar ke pihak keluarga. Mereka adalah Ramdan Lamola, Niar Lahay, Iin Christian Mooduto, Rahmat Ahmad, Damai Rasida, Wahyu Thalib, Nujwa Adelia dan Hajar Aswad.