Universitas Dehasen Bengkulu Sharing Digitalisasi Audit Mutu ke Universitas Teknokrat Indonesia 
Endra Zulkarnain August 02, 2026 03:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung- Universitas Dehasen Bengkulu berbagi pengalaman dalam penerapan digitalisasi Sistem Audit Mutu Internal (AMI) ke Universitas Teknokrat Indonesia, Jumat (31/7/2026). 

Kunjungan benchmarking itu berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Teknokrat Indonesia.

Pertemuan dua Universitas itu menjadi ajang bertukar praktik baik dalam penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di perguruan tinggi.

Fokus utama benchmarking adalah implementasi sistem digital Audit Mutu Internal yang dikembangkan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Teknokrat Indonesia. 

Sistem yang diluncurkan pada 29 Juni 2026 itu dirancang untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan audit.

Mulai dari pengunggahan dokumen, proses audit, penyusunan temuan, tindak lanjut, hingga pelaporan secara terintegrasi.

Delegasi Universitas Dehasen Bengkulu dipimpin Koordinator SPMI, Dr. Imma Rachayu, M.TPd., didampingi Koordinator SPME Dr. Silvia Erlin Aditya, S.M., M.Hum., Anggota SPMI Dr. Agus Riyanto, M.TPd., dan Anggota SPME Dr. Naomi Pura, M.TPd.

Selama kunjungan, rombongan memperoleh paparan mengenai pengembangan sistem audit digital, tata kelola pelaksanaan AMI berbasis teknologi, mekanisme monitoring dan evaluasi.

Selain itu, mereka juga berdiskusi mengenai tantangan dan peluang pengembangan penjaminan mutu di perguruan tinggi.

Dari pihak Universitas Teknokrat Indonesia, kegiatan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ryan Randy Suryono dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Umum Dr. Sampurna Dadi Riskiono.

Lalu hadir pula, Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Dr.Sc. Dedi Darwis, Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Dr. Heri Kuswoyo.

Dan juga Wakil Dekan Bidang Akademik FSIP Dr. E. Ngestirosa, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB Shiwi Angelica Cindiyasari Sihono, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Afrianto, serta Ketua LPM beserta jajaran.

Ketua LPM Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Laila Ulsi Qodriani, mengatakan digitalisasi sistem audit merupakan bagian dari upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan kampus.

"Melalui pemanfaatan teknologi informasi, proses penjaminan mutu diharapkan menjadi lebih efektif, terdokumentasi dengan baik, serta mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data," ujar Laila.

Benchmarking berlangsung melalui sesi pemaparan, demonstrasi penggunaan sistem, diskusi, dan berbagi pengalaman mengenai implementasi SPMI di masing-masing perguruan tinggi. 

Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat jejaring kerja sama antarlembaga penjaminan mutu sekaligus mendorong peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., mengatakan pihaknya terbuka untuk berbagi inovasi dan pengalaman dalam pengembangan penjaminan mutu sebagai bagian dari kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

"Kami meyakini budaya mutu akan semakin kuat apabila tumbuh melalui kolaborasi, saling berbagi praktik baik, dan pengembangan inovasi bersama," kata Nasrullah Yusuf.

Dia berharap pertemuan ini tak hanya mempererat hubungan kelembagaan antara Universitas Teknokrat Indonesia dan Universitas Dehasen Bengkulu.

Tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi digital penjaminan mutu yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan. (*)

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.