Datang Cari Nafkah di Proyek Sekolah Rakyat, Perantau Cilacap Terseret Arus Sungai Ogan, Satu Tewas
taryono August 02, 2026 03:19 PM

Tribunlampung.co.id, Ogan Ilir -  Harapan pulang membawa cerita dari tempat kerja berubah menjadi penantian panjang bagi keluarga tiga pekerja bangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. 

Dua di antaranya merupakan perantau asal Cilacap, Jawa Tengah, yakni Arif Febriansyah (18) dan Rizky Saputra (22), yang datang untuk bekerja namun justru terseret arus Sungai Ogan di wilayah Rantau Alai, Sabtu (1/8/2026) petang.

Ketiganya diketahui merupakan pekerja bangunan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Ogan Ilir yang berlokasi di kawasan Rantau Alai. Lokasi pembangunan sekolah tersebut berada tidak jauh dari titik Sungai Ogan tempat ketiga pekerja dilaporkan hanyut.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian menyebar dan membuat keluarga maupun warga sekitar mendatangi lokasi untuk membantu proses pencarian.

Dari tiga pekerja yang hanyut, satu korban bernama Arif Febriansyah berhasil ditemukan. Namun, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Kasi Humas Polres Ogan Ilir Iptu Mansyur mengonfirmasi bahwa Arif ditemukan oleh tim pencarian pada Minggu (2/8/2026) dini hari.

"Tadi pagi sekitar pukul 00.15, satu orang atas nama Arif Febriansyah ditemukan meninggal dunia," ujar Iptu Mansyur saat dikonfirmasi TribunSumsel.com, Minggu (2/8/2026).

Setelah ditemukan, jasad Arif Febriansyah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Ogan Ilir di Indralaya untuk proses penanganan lebih lanjut.

Arif diketahui merupakan warga Cilacap, Jawa Tengah. Ia bersama Rizky Saputra menjadi dua pekerja asal daerah tersebut yang berada di Ogan Ilir untuk bekerja di proyek pembangunan Sekolah Rakyat.

Sementara dua korban lainnya, yakni Rizky Saputra (22) dan Rahman Udin (33), masih belum ditemukan hingga proses pencarian dilanjutkan.

Rahman Udin diketahui merupakan warga Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir. Ia disebut oleh keluarganya bekerja sebagai tukang las pada bagian fondasi gedung Sekolah Rakyat.

Kasi Humas Polres Ogan Ilir Iptu Mansyur mengatakan, personel gabungan masih berada di lapangan untuk melakukan pencarian terhadap kedua korban.

"Personel kami di lapangan masih mencari dua orang lagi," ujar Mansyur.

Pencarian melibatkan sejumlah unsur, mulai dari personel TNI, Polri, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar aliran Sungai Ogan untuk menemukan keberadaan dua pekerja yang masih hilang.

"Masih terus upaya pencarian. Mohon doanya," ucap Mansyur.

Sementara itu, kabar mengenai ketiga korban sebagai pekerja proyek Sekolah Rakyat disampaikan oleh Huzaimi, kerabat Rahman Udin. Ia mengatakan, ketiganya memang bekerja dalam pembangunan gedung sekolah tersebut sebelum kejadian terjadi.

"Tiga orang itu kerja bangunan Sekolah Rakyat. Maman (Rahman Udin) itu masih keluarga saya. Dia tukang las fondasi gedung (Sekolah Rakyat)," ujar Huzaimi.

Menurut Huzaimi, keluarga dan warga sekitar langsung bergerak setelah mengetahui adanya pekerja yang hanyut di Sungai Ogan. Mereka ikut menuju lokasi untuk membantu pencarian, terutama terhadap Rahman Udin yang masih belum ditemukan.

"Kami sekarang sedang ke lokasi tenggelam. Tetangga juga ikut mencari Maman," ucap Huzaimi.

Peristiwa ini menyisakan duka bagi keluarga korban, terutama karena dua pekerja tersebut merupakan warga pendatang yang berada jauh dari kampung halaman untuk mencari penghasilan.

Hingga Minggu (2/8/2026), tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Rizky Saputra dan Rahman Udin. Keluarga serta warga berharap kedua korban segera ditemukan.

Sumber: TribunSumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.