Lima Fakta Kecelakaan 7 Tewas di Batulicin Tanahbumbu, Mahasiswa ULM dan UNUKASE Baru 2 Pekan KKN
M.Risman Noor August 02, 2026 03:48 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tragedi kecelakaan maut terjadi di daerah Gunung Raya, Jalan Alternatif Banjarbaru-Batulicin, Kecamatan Mantewe, Tanahbumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (1/8/2026) siang.

Akibat kecelakaan mengakibatkan 5 korban diantaranya mahasiswa.

Selain mahasiswa juga ada sopir truk tangki yang jadi korban.

Berikut beberapa fakta didapati dari kasus kecelakaan pikap vs mobil tangki pengangkut BBM.

 1. Tujuh Orang Jadi Korban

Kabarnya, kecelakaan maut ini merenggut nyawa 5 mahasiswa yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di di Desa Batulicin Irigasi Kecamatan Karang Bintang, Batulicin, Tanahbumbu.

Kelima mahasiswa yang meninggal dunia itu kabarnya dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel. 

Kecelakaan maut terjadi di daerah Gunung Raya, Jalan Alternatif BJB Batulicin,  Kecamatan Mantewe, Tanahbumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.

Informasi terbaru dari relawan, kecelakaan maut ini ternyata merenggut nyawa tujuh orang, yang terdiri dari lima mahasiswa, satu sopir truk tangki dan remaja karang taruna.

Awalnya, informasi beredar, korban yang meninggal dunia 5 mahasiswa.

Sementara, mahasiswa yang meninggal dunia itu melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Batulicin Irigasi Kecamatan Karang Bintang, Batulicin, Tanahbumbu.

Baca juga: Puisi dalam Banyak Wajah, Dewan Kesenian Banjarmasin Hidupkan Ragam Ekspresi Sastra

Baca juga: Noor Maulana Dapat Hadiah Utama Fun Walk Banjarmasin Post, Sepeda Motor Beat Buat Istri Kerja

Selain itu, ada korban luka yakni satu Orang, kemudian jumlah yang dirawat di rumah sakit satu orang.

Dalam informasi itu, kronologis singkatnya, rombongan hendak rekreasi ke Sungai Alut kecamatan Mantewe.

Namun, dalam perjalanan, kecelakaan terjadi dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM).

Insiden kecelakaan lalu lintas di kawasan Gunung Raya, Jalan Alternatif Banjarbaru-Batulicin, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan sedikitnya menewaskan lima orang mahasiswa.

Tiga diantaranya merupakan Mahasiswa dari Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE).

2. Baru Dua Pekan KKN

Kabar duka ini dibenarkan oleh Wakil Rektor III UNUKASE, Dr Ir Murjani, saat dikonfirmasi mengenai insiden tersebut. 

Ia mengaku baru menerima laporan terkait musibah yang menimpa mahasiswanya beberapa jam pasca kejadian. 

"Benar, kami baru mendapat kabarnya sekira pukul 13.30 WITA," kata Murjani, Sabtu (1/8/2026).

Adapun identitas ketiga mahasiswa UNUKASE yang menjadi korban tewas dalam laka lantas tersebut, yakni, Veri Andi Saputra, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi.

Selain itu dua orang mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), yaitu Nafa Izzatul Jannah dan Nur'aini Salsabila.

Ketiga korban tercatat sebagai mahasiswa semester 6, yang saat ini sedang bertugas menjalankan program KKN di wilayah Kabupaten Tanahbumbu.

"Mereka baru saja KKN, sekitar 2 pekan lalu," ujar WR III.

Menindaklanjuti informasi duka tersebut, jajaran pimpinan rektorat UNUKASE saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi kejadian.

"Saat ini kami sedang dalam perjalanan menuju ke Tanah Bumbu," terang Murjani.

Selain mahasiswa UNUKASE, dua korban jiwa lainnya merupakan mahasiswa dari ULM.

Baca juga: Noor Maulana Dapat Hadiah Utama Fun Walk Banjarmasin Post, Sepeda Motor Beat Buat Istri Kerja

3. Mahasiswa ULM dan Unukase 

Lima dari tujuh korban tewas dalam musibah pada Sabtu (1/8/2026) siang tersebut merupakan mahasiswa aktif dari Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan.

Dua mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut yakni Abdi Cahya Girsang dan Muhammad Ramadhani. 

Sementara itu, tiga mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel yang turut gugur adalah Nafa Izzatu Jannah, Nur’aini Salsabila, serta Veri Andi Saputra yang saat kejadian bertindak sebagai pengemudi armada pikap.

Kecelakaan maut  itu juga merenggut nyawa Tegar Mangku Alamsyah, seorang anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi, dan M. Ilyas selaku sopir truk tangki BBM. 

Adapun satu korban selamat yang mengalami luka berat, M. Fahrizal Hasbi dari ULM, saat ini tengah mendapat penanganan medis intensif setelah dirujuk ke Rumah Sakit Marina Permata Batulicin.

Seluruh jenazah korban meninggal dunia sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sedangkan korban luka berat langsung dirujuk ke RS Marina.

Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 11.45 Wita tersebut bermula saat rombongan mahasiswa KKN bermaksud mengisi waktu libur dengan berwisata ke kawasan Sungai Alut, Kecamatan Mantewe. 

Perjalanan tersebut berakhir duka setelah kendaraan terbuka yang mereka tumpangi beradu banteng dengan truk tangki hingga bagian kabin kedua armada hancur parah.

Saat ini, armada pikap yang mengangkut rombongan mahasiswa telah dievakuasi menggunakan truk derek oleh pihak kepolisian untuk kepentingan pemeriksaan.

Penyidik Penegakan Hukum Satlantas Polres Tanahbumbu masih terus mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti guna memetakan kronologi dan memverifikasi penyebab pasti kecelakaan lalu lintas tersebut.

4. Polres Tanbu Lakukan Penyelidikan

Polres Tanahbumbu masih mendalami insiden kecelakaan maut di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin yang menewaskan tujuh orang dan mengakibatkan satu orang luka berat pada Sabtu (1/8/2026). 

Di balik penanganan darurat pascainsiden, tim medis Puskesmas Mantewe sempat berjuang menyelamatkan dua korban yang berhasil tiba di fasilitas kesehatan dalam kondisi masih bernapas.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Mantewe, Muhammad Maulana, menjelaskan bahwa begitu menerima laporan kecelakaan, pihaknya langsung mengerahkan armada ambulans ke lokasi kejadian. 

Namun, penanganan awal terhadap empat korban pertama dilakukan menggunakan mobil pikap warga yang bergerak lebih cepat menuju puskesmas.

Dari empat korban rombongan awal tersebut, dua orang dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba.

Sementara itu, dua korban lain yang mengalami luka berat, yakni pendamping desa bernama Tegar serta seorang mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bernama M. Fahrizal Hasbi, langsung mendapatkan perawatan intensif darurat dari tim medis.

"Dua orang meninggal waktu sampai, dua orang lain itu Pak Tegar pendamping dari Desa Batulicin Irigasi dan satu mahasiswa ULM masih hidup, keduanya mengalami luka berat," ujar Maulana.

Dalam proses penanganan medis tersebut, Tegar akhirnya mengembuskan napas terakhir akibat luka parah di bagian kepala serta patah tulang pada tangan dan kaki. 

Sementara itu, Fahrizal yang membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut segera dirujuk ke Rumah Sakit Marina Permata Batulicin.

Ambulans Puskesmas Mantewe yang dikerahkan ke lokasi kejadian melakukan evakuasi secara bertahap untuk membawa sisa jenazah korban lainnya dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Penjemputan dilakukan sebanyak dua kali perjalanan, yakni membawa dua jenazah perempuan pada gelombang pertama dan dilanjutkan dua jenazah pria, termasuk pengemudi truk tangki BBM.

"Kami punya dua unit ambulans, jadi tadi dua kali jemput, pertama dua perempuan, lalu dua orang laki-laki yang tak lain adalah sopir," kata Maulana menambahkan.

Menurut Maulana, mayoritas korban mengalami benturan keras dan trauma berat pada bagian kepala serta anggota tubuh lainnya. 

Setelah seluruh korban diidentifikasi oleh pihak keluarga di puskesmas, jenazah langsung dipulangkan ke rumah duka masing-masing, di mana dua jenazah dibawa ke Banjarbaru dan Martapura, sedangkan sisanya disemayamkan di wilayah Kabupaten Tanahbumbu.

Baca juga: HUT Ke-55 Banjarmasin Post, 5 Kelurahan Terima Penghargaan dan Uang Pembinaan

5. Pemkab Tanahbumbu Tanggung Seluruh Pengobatan

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memastikan seluruh biaya penanganan medis korban kecelakaan lalu lintas rombongan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. 

Langkah ini diambil atas instruksi langsung Bupati Tanah Bumbu pasca musibah yang menimpa para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, meninjau langsung penanganan para korban di RS Marina Permata. Di lokasi tersebut, korban selamat, mahasiswa atas nama M. Fahrizal Hasbi, sempat mendapatkan perawatan medis intensif.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, dr. Arman, menyampaikan bahwa jenazah korban meninggal dunia telah dipulangkan ke rumah duka sejak Sabtu malam.

Sementara itu, korban selamat yang semula dirawat di IGD RS Marina Permata kini telah dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin dengan kondisi sadar dan stabil.

"Pasien yang dirujuk mengalami cedera pada tangan kanan dan kaki, dicurigai patah tulang," ujar dr. Arman saat dikonfirmasi pada Minggu (2/7/2026) siang.

Musibah naas ini terjadi sekitar pukul 11.45 WITA ketika rombongan mahasiswa KKN berencana mengisi hari libur menuju kawasan wisata Sungai Alut. 

Namun, perjalanan tersebut berakhir duka setelah mobil pikap yang mereka tumpangi bertabrakan hebat dengan truk tangki hingga kabin kedua kendaraan hancur.

Saat ini, kendaraan yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi menggunakan truk derek oleh aparat kepolisian.

Penyidik Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Bumbu masih terus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa para saksi untuk memetakan kronologi serta memastikan penyebab pasti kecelakaan. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad Fikri Syahrin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.