TRIBUNNEWS.COM - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi memperkenalkan susunan pelatih yang mereka restui untuk menangani Timnas Italia.
Roberto Mancini akhirnya menjadi sosok yang mendapatkan kepercayaan dari FIGC yang kini dipimpin oleh Giovanni Malago.
Mancini akan menjalankan tugasnya dengan mendapatkan bantutan dari Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik.
Menurut Corriere della Sera, Mancini mendapatkan bayaran 2 juta Euro per tahun dalam kontrak terbarunya bersama Timnas Italia.
Ia diberi amanah memulai, menjaga, dan memastikan Italia bisa tampil di Piala Dunia 2030 mendatang.
Sedangkan Claudio Ranieri akan mendapatkan bayaran 1 juta Euro per tahun untuk menduduki jabatan Direktur Teknik.
Mancini menerima pekerjaan ini tahu dengan segala konsekuensi yang menempel kepada dirinya.
Hal itu pastinya berhubungan dengan masa lalunya yang seolah mencampakan Timnas Italia.
Mancini sempat dicap sebagai 'pengkhianat' setelah kejadian yang terjadi pada 2023 silam.
Saat itu, Roberto Mancini sedang benar-benar dielukan publik negaranya sendiri setelah mengantar Italia menjuarai Euro 2020.
Ia hanya butuh 2 tahun, sejak ditunjuk pada 2018, untuk memberikan prestasi paling anyar dan terakhir bagi Italia di kancah bergengsi.
Sayangnya, semua puja-puji itu sirna pada Agustus 2023.
Baca juga: Profil Franco Baresi, Legenda Sejati yang Pernah Jayakan AC Milan & Timnas Italia
Tepatnya pada 12 Agustus, Mancini menggelar konferensi pers dan menyatakan dirinya mundur sebagai pelatih Timnas Italia.
Keputusan yang benar-benar membuat banyak pihak patah hati lantaran Italia saat itu masih memupuk peluang lolos ke Piala Dunia.
Hanya berselang sekira dua pekan, atau pada medio 27-28 Agustus, Mancini langsung memiliki jabatan anyar.
Ia ternyata menerima tawaran menukangi Timnas Arab Saudi yang memberikannya kontrak hingga 2027.
Legenda hidup Lazio ini juga mendapatkan bayaran yang sangat fantastis, yaitu 25 juta Dollar Amerika Serikat per tahunnya untuk menjadi pelatih Green Falcons.
Godaan gaji besar itu membuat Mancini meninggalkan semua kesuksesan dan puja puji untuk bertaruh di tempat yang baru.
Namun, misinya di Arab Saudi ternyata tak berjalan mulus.
Beragam hasil kurang memuaskan yang didapatkan Green Falcons membuat Federasi Sepak Bola Arab Saudi memutus kontrak kerja sama dengan Mancini.
Hal itu terjadi pada Oktober 2024, atau hanya sekira satu tahun setelah penunjukan tersebut.
Kini, Mancio sedang dalam misi penebusan dosa bersama Timnas Italia.
Ia berjanji membawa Azzurri menjadi tim nasional yang kembali disegani dan dihormati setiap lawan yang mengadang.
"Roda nasib memberikan saya kesempatan lagi untuk berada di sini. Terima kasih kepada Presiden Malago. Saya berada di sini untuk membawa Italia kembali ke tempat yang seharusnya," kata Mancini dalam sesi perkenalannya, dikutip dari Marca.
"Bagi saya, meninggalkan Timnas Italia seperti saya kehilangan cinta dalam hidup saya. Itu artinya saya membuat kesalahan besar."
"Saya meminta maaf. Timnas Italia adalah hal yang sangat penting bagi saya, selalu."
"Terlepas dari apa yang terjadi di 2023 lalu, tujuannya selalu sama, yaitu menang dan bermain baik. Saya yakin bisa melakukannya karena kami memiliki pemain yang luar biasa, terutama para pemain mudanya," sambungnya.
(Tribunnews.com/Guruh)