UNICEF-Jenewa Madani Workshop Gizi Terpadu di Biak, Cegah Stunting dari Sekolah
Hans Arnold Kapisa August 02, 2026 04:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BIAK NUMFOR – Dukungan UNICEF Perwakilan Papua bersama Jenewa Madani Indonesia menjadi motor utama pelaksanaan workshop dan pelatihan penguatan layanan gizi terpadu bagi ratusan tenaga pendidik di Kabupaten Biak Numfor Papua. 

Kegiatan yang berlangsung 31 Juli–1 Agustus 2026 ini digelar untuk memperkuat kolaborasi sektor pendidikan dan kesehatan dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.

Pelatihan dua hari tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas guru dan tenaga kesehatan, serta penguatan koordinasi antara sekolah dan puskesmas agar layanan gizi berjalan berkesinambungan.

Perwakilan UNICEF Papua, Dina Putri Kartika, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan setiap anak memperoleh dukungan gizi yang memadai untuk tumbuh sehat, belajar optimal, dan mencapai potensi terbaiknya.

“Melalui workshop ini kami ingin meningkatkan pemahaman guru dan tenaga kesehatan, memperkuat koordinasi sekolah–puskesmas, serta menghimpun masukan peserta terkait pencegahan dan penanganan masalah gizi,” ujarnya di Swisbell Hotel Biak, Jumat (31/7/2026).

Baca juga: RSUD Fakfak Segera Raih Akreditasi Kemenkes, Dapat Dukungan UNICEF untuk ToT Nakes

Menurut Dina, penanganan anemia pada remaja putri, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), edukasi gizi, hingga promosi aktivitas fisik membutuhkan sinergi erat antara sekolah dan fasilitas kesehatan.

Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Weni Kusumaningrum, menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan kualitas gizi anak sangat bergantung pada keterlibatan guru.

“Harapannya, anak-anak kita tidak hanya cerdas tetapi juga sehat. Anak yang sehat tentu lebih mudah menerima pelajaran dan berkembang sesuai potensinya,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Sekda Biak Numfor, Simon Rumpaisum, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya momentum ini sebagai aksi nyata konvergensi penanganan gizi buruk dan pencegahan stunting.

Ia meminta koordinasi lintas sektor – Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, sekolah, dan puskesmas – terus diperkuat agar hasil pelatihan benar-benar berdampak pada pemantauan gizi, penyediaan pangan sehat, dan edukasi bagi peserta didik. (TribunPapua.com/Fiona Sihasale)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.