BANJARMASINPOST.CO.ID - Satu tindakan pengacara presenter Ruben Onsu, Minola Sebayang saat hadir di podcast Denny Sumargo menuai perhatian publik.
Minola kedapatan memperlihatkan tangkapan layar obrolan antara kliennya dan Sarwendah di aplikasi WhatsApp.
Menariknya dalam obrolan tersebut, sempat muncul kata-kata yang menyinggung pengobatan terkait masalah kesehatan serius.
Sontak warganet ramai mengkhawatirkan kondisi Ruben Onsu.
Berdasarkan pantauan Banjarmasinpost.co.id pada Minggu (2/8/2026) hal itu bermula saat Denny Sumargo mengundang kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang untuk klarifikasi pada podcast miliknya, Curhat Bang Denny Sumargo pada Sabtu (1/8/2026) kemarin.
Kehadiran Minola Sebayang menyusul Sarwendah yang sebelumnya pada Jumat (31/7/2026) sudah lebih dulu datang untuk buka suara terkait konfliknya dengan Ruben.
Setelahnya, giliran pihak Ruben lewat Minola yang buka suara di podcast tersebut.
Pada menit ke-56 tayangan podcast tersebut, Denny Sumargo bertanya kepada Minola Sebayang terkait klaim Sarwendah yang mengaku tidak pernah bisa berkomunikasi via WhatsApp dengan mantan suaminya itu.
"Dia menghubunginya ke nomor yang mana?" ucap Minola Sebayang.
Lebih lanjut Minola mengatakan, kliennya selalu bisa berkomunikasi dengan Sarwendah.
Saat itu, pada menit ke-56 podcast tersebut, Minola Sebayang bahkan menggunakan ponsel miliknya untuk membuktikan ucapannya tersebut.
Tampak ia memperlihatkan percakapan yang cukup panjang antara Ruben Onsu dan Sarwendah.
"Ini ada tanggal 20 Juni. Ada lagi 3 Juli," ucapnya.
Tangkapan layar percakapan tanggal 20 Juni itu yang kemudian mencuri perhatian publik.
Meski tak terlihat secara jelas, namun ada beberapa akun media sosial mengaku berhasil meningkatan kualitas tampilan tangkapan layar itu dengan memanfaatkan aplikasi kecerdasan buatan.
Mereka kemudian memperlihatkan beberapa percakapan terkait penyakit yang dibahas dalam percakapan tersebut.
Setelah perihal itu ramai diperbincangkan, Minola Sebayang kembali muncul memberikan klarifikasi lewat awak media.
Minola membantah isu yang menyebut kliennya mengidap penyakit serius.
Bahkan ia memperlihatkan bukti rekam medis Ruben Onsu yang menunjukkan bahwa sang presenter nonreaktif dari penyakit tersebut.
“Hasil daripada konversikan itu nih ya teman-teman ini ya sorry nanti diedit ya tiga huruf itu nonreaktif, nonreaktif ya nonreaktif jadi artinya tidak ada seperti apa yang disampaikan dan dipertanyakan oleh banyak pihak pada hari ini, “ ungkap Minola sambil memperlihatkan hasil rekam medis Ruben Onsu.
Minola mengatakan, kliennya jauh lebih dulu mengantisipasi tuduhan ini dengan melakukan pemeriksaan di sebuah laboratorium.
Tepatnya Ruben memeriksakan diri pada tanggal 25 Juli 2026, jauh sebelum Minola datang ke podcast Denny Sumargo.
“Ini bukan karena ada masalah ini terus kemudian kita pagi-pagi subuh-subuh mencoba melakukan pengecekan untuk sekedar sebagai bahan klarifikasi
Jadi artinya jauh sebelum ada orang iseng yang mengangkatnya ya patut diduga untuk menjatuhkan Ruben itu kita sudah melakukan pengecekan di salah satu pusat laboratorium yang cukup berkredibilitas di Indonesia cabangnya di mana-mana ya. “ papar Minola.
Baca juga: Lepas dari Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Bicara Kemungkinan Temukan Sosok Pengganti
"Ini boleh di-zoom nih ini Prodia oke ada nama pasiennya Ruben Samuel zonasi di atas ya ada ya
Minola menjelaskan, dalam obrolan dengan Sarwendah, kliennya tak terlalu menanggapi topik terkait penyakit yang disebutkan karena Ruben tak mengerti terkait hal tersebut.
“Jadi 15 itu adalah mediasi itu isu terus diangkat dan karena sebelumnya memang hal itu pernah disampaikan dalam bentuk chattingan yang tidak ditanggapi oleh karena dia tidak mengetahuinya
Ini menjadi suatu perhatian bagi kami, “ tutur Minola.
Maka dari itu, Minola meminta agar publik diharapkan tak percaya begitu saja terhadap pesan WhatsApp yang bertebaran itu sebab ada bukti lebih akurat berupa hasil pemeriksaan.
“Masa mereka lebih percaya chattingan yang datang dari satu sumber daripada bukti real dan selama ini selalu kami yang dikejar-kejar untuk membuktikan untuk mengklarifikasi kalau kami tidak mau membuktikan dan mengklarifikasi seolah-olah kami betul seperti yang dipersangkakan oleh orang lain, “ pungkas dia.
(Banjarmasinpost.co.id/Kristin Juli Saputri)