TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Dusun Bontosunggu, Desa Pa'rapunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, mendapat perpanjangan waktu pelaksanaan hingga 19 Agustus 2026.
Informasi tersebut diperoleh Tribun-Timur.com saat melakukan pemantauan di lokasi proyek, Sabtu (1/8/2026).
Perpanjangan waktu itu disampaikan pihak pelaksana melalui adendum pekerjaan.
Health Safety Environment (HSE) PT Nindya Karya, Fikhi Ramadhan, mengatakan pihaknya memperoleh tambahan waktu penyelesaian dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
"Kemarin ada adendum, kita dikasih batas sampai 19 Agustus, Pak," kata Fikhi.
Ia menjelaskan adendum tersebut diberikan oleh PPK proyek.
"Adendum dari PPK Pak Martinus," ujarnya.
Namun saat ditanya mengenai dasar pertimbangan diterbitkannya adendum tersebut, Fikhi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Berdasarkan papan proyek, pembangunan Sekolah Rakyat Takalar memiliki nomor kontrak PB.02.01-Gs3/SP/484 tertanggal 17 November 2025.
Proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 240 hari kalender.
Apabila dihitung sejak tanggal kontrak, masa pelaksanaan 240 hari kalender berakhir sekitar pertengahan Juli 2026.
Nilai kontrak pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Takalar mencapai Rp229.455.100.220,89.
Sementara nilai kontrak induk pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan tercatat sebesar Rp974,8 miliar.
Pendanaan proyek bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025-2026.
Pantauan Tribun-Timur.com di lokasi menunjukkan aktivitas pembangunan masih berlangsung.
Gedung ruang kelas, asrama, ruang belajar dan bangunan utama telah berdiri kokoh.
Meski demikian, sejumlah pekerjaan finishing masih terlihat dikerjakan.
Beberapa pekerja menyelesaikan pemasangan tepi trotoar di sekitar asrama siswa.
Di belakang gerbang utama juga tampak pembangunan pos keamanan yang masih berlangsung.
Sekitar lima truk masih mengangkut sisa material bangunan menuju area proyek.
Kawasan proyek memiliki dua akses masuk yang berjarak sekitar 30 meter.
Pintu sisi barat digunakan sebagai jalur kendaraan proyek dan distribusi material.
Sedangkan pintu sisi timur menjadi akses pekerja dan staf manajemen proyek.
Puluhan pekerja terlihat beristirahat di kantin yang berada di dekat kantor manajemen PT Nindya Karya.
Kantor manajemen berada tepat di seberang gerbang utama proyek dan dipisahkan jalan menuju permukiman warga.
Di dekat pos keamanan juga masih terpasang papan proyek yang memuat identitas pekerjaan.
Papan tersebut menjelaskan proyek berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Nama pekerjaan tercantum sebagai Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan 2 di Kabupaten Takalar.
Penyedia jasa proyek adalah PT Nindya Karya (Persero) KSO PT Bumi Perkasa Sidenreng.
Di sisi lain, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 27 Takalar mulai menghuni kompleks sekolah sejak Jumat (31/7/2026).
Salah seorang siswa, Muhammad Yudi Saputra, mengatakan dirinya bersama teman-temannya mulai menempati asrama sejak sehari sebelumnya.
"Sejak kemarin kami sudah di sini, kami menghuni 16 orang satu kamar," ujar Yudi kepada Tribun-Timur.com.
Ia mengatakan kondisi suhu di dalam kamar masih berubah-ubah.
"Kadang panas, kadang dingin," singkatnya.
Hingga Sabtu (1/8/2026), pembangunan Sekolah Rakyat Takalar masih memasuki tahap penyelesaian akhir dengan aktivitas pekerjaan berlangsung bersamaan dengan mulai dihuninya asrama oleh siswa SRMA 27 Takalar.(*)