Liputan6.com, Jakarta - Buah dikenal sebagai makanan sehat, dokter mengingatkan bahwa tidak semua jenis buah sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, terutama buah dengan kandungan gula yang tinggi.
Dokter Christian Christoper Sunnu, Sp.And, mengatakan pria yang bersama pasangan sedang menjalani program hamil (promil) sebaiknya memilih buah dengan kandungan gula yang lebih rendah untuk membantu menjaga kesehatan metabolik dan mendukung kesuburan.
"Buah yang bagus misalnya kelompok buah beri," ujar Sunnu dalam temu media bersama Eka Hospital BSD di Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.
Menurut Sunnu, buah beri seperti stroberi, blueberry, raspberry, dan blackberry menjadi pilihan yang lebih baik karena tinggi antioksidan dan rendah gula.
Sebaliknya, ia menyarankan agar konsumsi buah dengan kandungan gula tinggi dibatasi. Beberapa contoh buah yang perlu dibatasi antara lain:
"Enggak dulu kalau promil. Karena gulanya kan tinggi, indeks glikemik tinggi," kata Sunnu.
Sunnu menjelaskan gula dalam darah seharusnya dimanfaatkan oleh otot sebagai sumber energi. Namun, pada orang yang jarang berolahraga atau memiliki massa otot yang rendah, kemampuan tubuh menyerap gula menjadi berkurang.
Akibatnya, kadar gula akan tetap tinggi di dalam aliran darah. Kondisi ini dapat memicu peradangan yang berdampak buruk pada pembuluh darah di berbagai organ.
"Kadar gula yang tinggi di darah ini bisa memicu peradangan dan menjadi racun bagi pembuluh darah, termasuk pembuluh darah ke organ reproduksi yakni buah zakar," jelasnya.

Selain memperhatikan asupan buah, Sunnu juga mengingatkan agar konsumsi kopi tidak berlebihan. Kafein masih boleh dikonsumsi dalam jumlah sedang, yakni sekitar satu gelas kopi per hari atau setara sekitar 100-200 miligram kafein.
"Satu gelas sehari masih boleh," ujarnya.
Namun, konsumsi kopi dalam jumlah berlebihan, misalnya hingga beberapa shot espresso dalam sehari, sebaiknya dihindari.
Ia menjelaskan bahwa pada pria dengan varikokel atau pelebaran pembuluh darah vena di sekitar testis, konsumsi kafein yang berlebihan dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi tersebut sehingga proses pemulihan menjadi lebih sulit.
Selain itu, banyak orang tidak menyadari telah mengalami ketergantungan terhadap kopi sehingga tanpa sadar mengonsumsi kafein dalam jumlah yang berlebihan setiap hari.