Liputan6.com, Surabaya - Semifinal dan final Piala Presiden 2026 akan dipusatkan di Bali pada 4 dan 6 Agustus 2026. Kepastian itu disampaikan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, dalam konferensi pers di Surabaya, Minggu (2/8/2026).
Ia sempat menginginkan laga puncak digelar di Surabaya seusai pembukaan turnamen berlangsung di Bandung.
Pada kesempatan yang sama, ia juga mengumumkan kenaikan hadiah untuk juara turnamen menjadi Rp8 miliar dari sebelumnya Rp6 miliar.
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, ditetapkan sebagai venue babak empat besar hingga partai puncak Piala Presiden 2026.
Laga semifinal digelar pada 4 Agustus 2026. Perebutan tempat ketiga dan final dimainkan dua hari berselang, pada 6 Agustus 2026.
Maruarar menjelaskan, opsi Surabaya awalnya menjadi pertimbangan. Namun setelah berdiskusi dengan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dan berkonsultasi dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, keputusan diambil.
"Saya terus terang mau putuskan tempatnya di Surabaya. Jadi setelah pembukaan di Bandung, saya ingin semifinal dan final di Surabaya. Namun, setelah berdiskusi dengan adik saya Pak Eri, mungkin lain kali," ujar Maruarar Sirait.
"Jadi Pak Ketua Umum, saya usulkan tempatnya di Bali, Setuju? Sesuai arahan Pak Ketua Umum PSSI, Pak Erick Thohir, kita putuskan semifinal dan final Piala Presiden 2026 digelar di Bali," lanjut Maruarar setelah menelepon Erick Thohir.
Maruarar juga menyampaikan adanya penambahan hadiah bagi sang kampiun turnamen pramusim ini.
"Juara pertama hadiah tadinya Rp6 miliar, hari ini di kota Pahlawan yang luar biasa, kita naikkan hadiahnya menjadi Rp8 miliar," tegasnya.
Babak semifinal mempertemukan Persib Bandung, juara Grup A, dengan Persija Jakarta, runner-up Grup B.
Di partai lainnya, Persebaya Surabaya, juara Grup B, akan menghadapi Arema FC yang finis sebagai runner-up Grup A.
Arema mengamankan posisi runner-up Grup A lewat dua kemenangan atas klub luar negeri, Tampines Rovers dan DPMM FC.