TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Warga melihat banyak jeriken BBM dipindahkan, setelah kecelakaan maut yang melibatkan mobil Isuzu Panther dan sepeda motor mahasiswa di Jalan Sunan Drajat, Kelurahan Kenali Asam Atas, Kota Jambi.
Tribun Jambi menelusuri lokasi kejadian kecelakaan di Jambi yang berjarak sekira 2,5 kilometer dari Kantor Wali Kota Jambi, Kotabaru.
Keterangan warga sekitar, di tengah proses evakuasi korban, mereka mengaku melihat sejumlah jeriken yang diduga berisi bahan bakar minyak (BBM) dipindahkan dari dalam mobil Panther.
Temuan tersebut kini menjadi bagian dari rangkaian fakta yang turut didalami Satlantas Polresta Jambi dalam penyelidikan penyebab kecelakaan maupun dugaan muatan yang dibawa kendaraan tersebut.
Seorang warga yang berada di lokasi kejadian, Deri, mengatakan melihat beberapa orang memindahkan banyak jeriken dari mobil Panther sesaat setelah tabrakan terjadi.
Jeriken-jeriken itu, kata dia, dibawa ke arah depan sebuah ruko Bakso Arsya yang berada tidak jauh dari lokasi kecelakaan.
"Saya lihat banyak jeriken dipindahkan ke depan ruko Bakso Arsya. Saya tidak tahu siapa yang memindahkan," kata Deri kepada Tribunjambi.com, Sabtu (2/8/2026).
Menurut Deri, jumlah jeriken yang dipindahkan cukup banyak.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti isi seluruh jeriken tersebut maupun tujuan pemindahannya.
Saat ditanya apakah mobil Panther diduga digunakan sebagai kendaraan pelangsir BBM, Deri memilih tidak memberikan kesimpulan.
Ia hanya memastikan melihat beberapa jeriken yang diduga berisi bahan bakar.
"Saya tidak berani memastikan kalau mobil itu pelangsir. Saya hanya lihat ada beberapa jeriken berisi BBM," ujarnya.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polresta Jambi AKP Rio Siregar mengungkapkan adanya sejumlah kejanggalan yang ditemukan petugas saat tiba di lokasi kecelakaan.
Menurut Rio, pengemudi Panther sudah tidak berada di tempat kejadian karena diduga dijemput dua orang menggunakan sepeda motor dengan alasan akan dibawa ke rumah sakit.
Selain itu, polisi juga mendapati jeriken berisi solar beserta pompa yang sebelumnya berada di dalam mobil sudah tidak ditemukan lagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, sebuah mobil Mitsubishi Pajero sempat datang ke lokasi tidak lama setelah kecelakaan.
Baca juga: Viral 707 Siswa di Semarang Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Dapur Penyedia
Seseorang kemudian disebut membuka pintu mobil Panther dan mengambil sejumlah jeriken sebelum meninggalkan lokasi.
Hingga kini, Satlantas Polresta Jambi masih memburu keberadaan sopir Panther sekaligus menelusuri dugaan terkait muatan yang berada di dalam kendaraan tersebut.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan para saksi untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa kecelakaan yang menewaskan seorang mahasiswa tersebut.
Kendaraan Ringsek dan Pemotor Luka
Kecelakaan lalu lintas di Jalan Sunan Drajat, Lorong Purnama, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, pada Jumat (31/7/2028), menjadi perhatian warga setelah dari dalam mobil Isuzu Panther ditemukan indikasi kendaraan telah dimodifikasi untuk mengangkut sekaligus menyedot BBM jenis solar. Temuan itu kini menjadi bagian dari penyelidikan aparat kepolisian.
Kecelakaan terjadi saat mobil Isuzu Panther hitam bernomor polisi S 1637 AH bertabrakan dengan Honda Megapro berwarna merah-hitam di ruas Jalan Sunan Drajat.
Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah.
Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram lokal, suasana lokasi kejadian dipenuhi warga yang berdatangan untuk menyaksikan proses evakuasi.
Tampak, sepeda motor Honda Megapro hancur di tepi jalan.
Rangka kendaraan bengkok, tangki terlepas. Sejumlah komponen mesin terpental akibat kerasnya benturan.
Sementara itu, bagian depan Isuzu Panther ringsek.
Bumper depan penyok, lampu utama pecah, serta kaca depan retak hingga hancur.
Dalam video viral itu terdengar suara kerumuman orang saling bertanya mengenai kondisi para korban.
"Siapa namanya?" "Dak tahu namanya, tunggu."
"Tapi dak apo-apo om-nya? Berdarah kepalanya." "Iyo... tapi sadar lah yang mau dibangunin."
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara Honda Megapro dan sopir Isuzu Panther mengalami luka-luka sebelum dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Kabin Mobil Diduga Dimodifikasi
Temuan yang paling menyita perhatian justru berada di dalam kabin Isuzu Panther.
Dokumentasi yang diperoleh Tribunjambi.com, seluruh kursi belakang kendaraan telah dibongkar hingga menyisakan ruang kosong berlapis terpal.
Di ruang tersebut terlihat tiga jeriken plastik berukuran besar yang diduga berisi BBM jenis solar.
Tak hanya itu, di belakang kursi pengemudi juga terpasang mesin pompa penyedot BBM elektrik lengkap dengan selang fleksibel berwarna kuning yang terhubung ke bagian bawah kendaraan.
Di sekitar konsol tengah dekat tuas transmisi juga ditemukan dua botol plastik berisi cairan yang diduga solar, serta serpihan kaca depan yang pecah akibat benturan.
Modifikasi tersebut diduga digunakan untuk aktivitas pelangsiran atau pengangkutan BBM bersubsidi secara ilegal.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami dugaan tersebut, termasuk menelusuri asal-usul BBM yang berada di dalam kendaraan dan pihak-pihak yang diduga terlibat. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Berlagak Tolong Sopir Mobil Mogok, Pria di Jambi Diamankan Polisi Karena Bawa Pisau
Baca juga: Kematian Karumga Eks Jampidsus Diusut, Polisi Periksa Dokter