Natuna (ANTARA) - Pemerintah desa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menggelar turnamen antardesa sebagai upaya menghidupkan kembali permainan tradisional, mempererat hubungan sosial masyarakat, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui peningkatan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Desa Kelarik Utara Zapridin di Natuna, Sabtu, mengatakan pemerintah desa menyelenggarakan turnamen gasing, sepak bola, dan bola voli yang diikuti peserta dari berbagai desa.
Menurut dia, penyelenggaraan turnamen tersebut bertujuan memperkuat silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat di wilayah perbatasan NKRI tersebut.
Turnamen sepak bola dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Natuna Jarmin di Desa Kelarik Utara pada Sabtu sore. Sementara itu, pertandingan bola voli dijadwalkan mulai berlangsung pada Sabtu malam, sedangkan turnamen gasing akan digelar pada Minggu.
"Turnamen ini berlangsung selama satu bulan. Untuk gasing diikuti 32 klub, sepak bola 44 klub, bola voli putri 24 klub, dan bola voli putra 29 klub," katanya.
Zapridin menjelaskan pemerintah desa menyiapkan hadiah dengan total ratusan juta rupiah. Juara pertama turnamen sepak bola akan memperoleh hadiah lebih dari Rp20 juta, sedangkan turnamen bola voli dan gasing juga menyediakan hadiah jutaan rupiah.
Selain menjadi ajang kompetisi, ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan sportivitas sekaligus memperkuat perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang memanfaatkan keramaian turnamen untuk meningkatkan penjualan.
"Tahun ini Desa Kelarik Utara menjadi tuan rumah, sedangkan penyelenggaraan tahun berikutnya akan dilaksanakan secara bergiliran oleh desa lain," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Natuna Jarmin mengatakan pelestarian budaya dan penguatan persatuan masyarakat memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, pemerintah daerah mengapresiasi inisiatif Desa Kelarik Utara yang menggelar turnamen tersebut.
"Turnamen ini harus menjadi ajang mempererat silaturahmi antarmasyarakat dari berbagai desa," katanya.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk mengasah kemampuan para peserta, tetapi juga memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat sportivitas.
Ia menilai turnamen tersebut memberikan manfaat ganda, yakni membuka ruang lahirnya bibit-bibit atlet potensial sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku UMKM yang berjualan selama kegiatan berlangsung.
"Melalui sepak bola, kita belajar disiplin, kerja sama, sportivitas, dan saling menghargai," ujar Jarmin.





