Kudus (ANTARA) - Ajang Muria Trail Run (MTR) 2026 yang berlangsung di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor sport tourism sekaligus mempromosikan potensi wisata alam Pegunungan Muria Kudus.
"Ajang lari lintas alam ini ternyata banyak peminat dari berbagai daerah. Tercatat ada 500 peserta, sehingga mereka bisa menikmati keindahan alam Muria sekaligus turut mempromosikannya kepada masyarakat luas," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat pembukaan Muria Trail Run (MTR) 2026 di Balai Desa Rahtawu, Kudus, Minggu.
Ratusan peserta tersebut, kata dia, terbagi menjadi beberapa kategori, yakni 8 kilometer (8K), 15 kilometer (15K), 30 kilometer (30K), dan 45 kilometer (45K).
Sam'ani berharap ajang MTR ini mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sport tourism. Kehadiran peserta dari berbagai daerah diyakini dapat meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan sektor usaha lokal.
Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam'ani Intakoris turut ambil bagian dengan mengikuti kategori 8K.
Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan selama mengikuti perlombaan karena keindahan alam Pegunungan Muria merupakan aset yang harus dijaga bersama agar tetap dapat dinikmati generasi mendatang.
Sementara itu, Event Director Muria Trail Run 2026 Yuda Kristiawan mengatakan penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga mengusung konsep kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui tema "Hajatan Rahtawu".
"Muria Trail Run bukan sekadar lomba lari. Kami mengajak peserta untuk ikut menjaga kelestarian alam melalui penanaman bibit pohon bagi para finisher. Selain itu, konsep 'Hajatan Rahtawu' kami hadirkan dengan melibatkan masyarakat melalui kuliner khas dan berbagai potensi lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga," ujarnya.
Muria Trail Run 2026 diselenggarakan oleh panitia Muria Trail Run bersama komunitas lari, Pemerintah Desa Rahtawu. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat citra Kabupaten Kudus sebagai destinasi sport tourism yang berpadu dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.





