Sempat Tertinggal, Atlet Asal Buleleng Bali Ini Antar Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball
Putu Dewi Adi Damayanthi August 02, 2026 09:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Perjuangan Tim Indonesia merebut gelar juara umum pada 10th World Cup Woodball Championship 2026 di Perlis, Malaysia, diwarnai drama pada partai final nomor Fairway Competition Men's Team. 

Sempat tertinggal 0-2 dari tuan rumah Malaysia, Tim Merah Putih yang diperkuat atlet asal Buleleng, I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha, berhasil bangkit membalikkan keadaan menjadi 3-2 sekaligus memastikan medali emas.

Indonesia pun keluar sebagai juara umum kategori senior setelah memborong empat medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu pada kejuaraan dunia yang berlangsung pada 24-30 Juli 2026.

Prabawa Mapet menjadi salah satu atlet yang memperkuat tim peraih emas bersama Eka Candra Aprilyanto, Moh. Habibullah, Fachri Husaini, Erif Nurachmad Satrio Mulya, dan Ahmad Yopi Solpianda. Kemenangan atas Malaysia menjadi salah satu penentu keberhasilan Indonesia mendominasi ajang bergengsi tersebut.

Baca juga: Bali United Kans Datangkan Satu Pemain Asing Usai Jordy Bruijn Pamit

Dikonfirmasi Minggu 2 Agustus 2026, Prabawa mengaku pertandingan final menjadi pengalaman paling berkesan sepanjang tampil di Piala Dunia. 

Ia mengatakan, Tim Indonesia harus bekerja keras setelah tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan.

"Pengalaman yang paling berharga adalah mampu mengembalikan keadaan saat final melawan tuan rumah Malaysia. Kami sempat tertinggal 0-2, tetapi akhirnya menang 3-2. Itu menjadi pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan," ujarnya.

Selain tekanan saat menghadapi tuan rumah, Prabawa mengungkapkan para atlet juga harus beradaptasi dengan padatnya jadwal pertandingan dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Kendalanya waktu mencoba lapangan sangat minim. Waktu istirahat juga sangat sedikit karena pertandingan bisa sampai pukul delapan malam. Belum lagi cuaca yang tiba-tiba berubah menjadi hujan badai," katanya.

Menurut Prabawa, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa di level dunia kemampuan teknik saja tidak cukup. 

Mental bertanding, kekompakan tim, dan kemampuan mengendalikan emosi menjadi faktor penting untuk meraih kemenangan.

Ia pun berpesan kepada atlet-atlet muda di Buleleng agar tetap konsisten berlatih jika ingin mengikuti jejaknya membela Indonesia di ajang internasional.

"Selalu luangkan waktu untuk berlatih. Jangan membuat banyak alasan agar tidak bisa berlatih, tetapi yakinkan diri untuk bisa latihan di mana pun dan kapan pun," pesannya.

Setelah membawa Indonesia menjadi juara umum Piala Dunia Woodball 2026, Prabawa kini mengalihkan fokus untuk menghadapi Indonesia Open yang akan digelar di Jimbaran, Bali.

Sementara itu, Ketua Pengkab Indonesia Woodball Association (IWbA) Buleleng, Sang Made Fernanda Iragraha, mengapresiasi capaian Prabawa. 

Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan atlet hasil pembinaan Buleleng mampu bersaing di tingkat dunia sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi.

"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Buleleng dan diharapkan menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berlatih serta berani bermimpi tampil membela Indonesia di ajang dunia," ujarnya. (mer)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.