“Pas anggota sampai di TKP, sopirnya sudah tidak ada. Informasinya dijemput dua orang menggunakan motor dengan alasan mau dibawa ke rumah sakit, ternyata dibawa kabur.”
AKP Rio Siregar
Kasat Lantas Polresta Jambi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua hari berselang sejak kecelakaan yang melibatkan mobil Isuzu Panther dan sepeda motor Honda CB 150R di Jalan Sunan Drajat, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, jejak peristiwa tersebut masih tampak di lokasi kejadian.
Namun, masih ada kejanggalan yang masih mengganjal.
Kecelakaan itu terjadi pada Jumat (31/7/2026) malam, sekitar pukul 21.30 WIB.
Satu unit mobil Isuzu Panther dan sepeda motor Honda CB 150R bertabrakan.
Pengendara motor, menurut keterangan saksi, sempat terlempar ke atas kap mobil.
Jejak insiden tersebut masih terlihat jelas di lokasi sebagaimana pantauan Tribunjambi.com pada Ahad (2/8/2026)..
Serpihan bodi kendaraan masih berserakan di tepi jalan.
Sepasang sandal yang diduga milik pengendara sepeda motor juga masih berada di sekitar titik tabrakan.
Benturan Keras Malam Sabtu
Seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian, Deri, mengatakan benturan kedua kendaraan sangat keras hingga membuat pengendara sepeda motor terpental dan sempat menghantam kap mobil Panther.
Menurutnya, sebelum tabrakan malam Sabtu terjadi, mobil Panther melaju dari arah Simpang Purnama menuju Simpang Mayang dengan kecepatan tinggi.
Dari arah berlawanan, sepeda motor juga melintas dengan laju cukup kencang.
Saat berupaya menyalip kendaraan di depannya, mobil Panther masuk ke jalur berlawanan hingga akhirnya bertabrakan dengan sepeda motor.
"Waktu kejadian mobil dari arah atas ngebut, motor juga ngebut. Mobil mau nyalip lalu tabrakan," ujar Deri saat ditemui di lokasi, Minggu (2/8).
Akibat benturan tersebut, tubuh pengendara sepeda motor sempat berada di atas kap mobil sebelum akhirnya terlempar.
Meski demikian, Deri mengaku tidak melihat adanya bercak darah di badan jalan.
"Tidak ada darah di tanah atau aspal, mungkin darahnya di atas mobil itulah," katanya.
Deri juga menunjukkan posisi akhir kedua kendaraan setelah tabrakan.
Mobil Panther berhenti di depan sebuah ruko tempat usaha pembuatan dimsum, sedangkan sepeda motor terpental hingga ke dekat kios penjual BBM eceran.
"Motor di sini, ini sandalnya masih ada," ujarnya sambil menunjukkan lokasi.
Tak jauh dari titik tersebut, pecahan bodi kendaraan masih tampak berserakan.
"Mobil di sini, puing-puingnya masih ada ini," katanya.
Jeriken Dipindahkan
Selain bekas tabrakan, keberadaan sejumlah jeriken yang diduga berisi bahan bakar minyak (BBM) yang berada di dalam mobil Panther juga menjadi perhatian warga.
Deri mengaku melihat banyak jeriken dipindahkan tidak lama setelah kecelakaan terjadi.
Namun, ia tidak mengetahui siapa orang yang membawa maupun memindahkan jeriken tersebut.
"Saya lihat banyak jeriken dipindahkan ke depan ruko Bakso Arsya. Saya tidak tahu siapa yang memindahkan," katanya.
Ia memperkirakan jumlah jeriken yang berada di lokasi cukup banyak.
Namun, dirinya tidak dapat memastikan isi seluruh jeriken maupun tujuan pengangkutannya.
Saat ditanya apakah mobil Panther digunakan sebagai kendaraan pelangsir BBM, Deri memilih tidak berspekulasi.
Ia hanya mengaku melihat beberapa jeriken yang diduga berisi bahan bakar.
"Saya tidak berani memastikan kalau mobil itu pelangsir. Saya hanya lihat ada beberapa jeriken berisi BBM," ujarnya.
Temuan Polisi
Keterangan warga tersebut sejalan dengan temuan awal kepolisian yang mengungkap adanya kejanggalan setelah kecelakaan terjadi.
Kasat Lantas Polresta Jambi, AKP Rio Siregar mengatakan, ketika petugas tiba di lokasi, pengemudi Isuzu Panther sudah tidak berada di tempat.
Berdasarkan informasi yang diterima polisi, pengemudi dijemput dua orang menggunakan sepeda motor dengan alasan hendak dibawa ke rumah sakit. Namun, hingga kini keberadaannya belum diketahui.
Selain itu, polisi juga mendapati jeriken berisi solar beserta pompa yang sebelumnya berada di dalam mobil Panther telah hilang.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sebuah Mitsubishi Pajero datang ke lokasi sesaat setelah kecelakaan.
Seseorang kemudian membuka pintu mobil Panther dan membawa sejumlah jeriken sebelum meninggalkan tempat kejadian.
Hingga kini, Satlantas Polresta Jambi masih menelusuri keberadaan pengemudi Panther sekaligus menyelidiki dugaan terkait muatan yang dibawa kendaraan tersebut.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan para saksi untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.
Pengemudi Panther Masih Dicari
Kecelakaan yang terjadi di Jalan Sunan Drajat, pada Jumat (31/7) sekitar pukul 21.30 WIB itu mengakibatkan seorang mahasiswa mengalami luka-luka setelah sepeda motor Honda CB 150R yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil Isuzu Panther bernomor polisi S 1637 AH.
Kasat Lantas Polresta Jambi menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan bermula saat Isuzu Panther melaju dari arah Simpang Purnama menuju Simpang Mayang.
Setibanya di depan Warung Bakso Arsya, pengemudi Panther mencoba mendahului kendaraan di depannya dari sisi kanan.
Saat bermanuver, mobil memasuki jalur berlawanan dan bertabrakan dengan Honda CB 150R tanpa pelat nomor yang datang dari arah berlawanan.
Sepeda motor tersebut dikendarai Zainal Abidin Rambe (19), mahasiswa asal Tanjung Baru, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
"Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka-luka," kata Rio.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp4 juta.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi juga menemukan bahwa pengendara Honda CB 150R tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Selain itu, sepeda motor yang dikendarainya tidak dilengkapi tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).
Rio mengungkapkan, saat personel Satlantas tiba di lokasi, sopir Panther sudah tidak berada di tempat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pengemudi dijemput dua pria menggunakan sepeda motor dengan alasan akan dibawa ke rumah sakit, namun justru menghilang.
"Pas anggota sampai di TKP, sopirnya sudah tidak ada. Informasinya dijemput dua orang menggunakan motor dengan alasan mau dibawa ke rumah sakit, ternyata dibawa kabur," ujar Rio.
Polisi kini masih memburu pengemudi Panther sekaligus mendalami dugaan terkait muatan kendaraan tersebut.
Sementara itu, mobil Isuzu Panther dan sepeda motor Honda CB 150R telah diamankan sebagai barang bukti.
Penyidik juga terus mengumpulkan keterangan saksi serta alat bukti lain untuk mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa tersebut.
(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi, Rifani Halim)
Baca juga: Profil dan Rekam Jejak Brigjen K Yani Sudarto Wakapolda Jambi dari Reserse hingga Dosen
Baca juga: Dua Nyawa Terenggut setelah Benturan Keras Tengah Hari di Jalan Menurun Bungo
Baca juga: Daftar 16 Kepala Desa di Batang Hari yang Dilantik Bupati Fadhil Arief