SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Aksi protes warga yang menanam pohon pisang di tengah jalan rusak Dusun Pacet Selatan akhirnya membuahkan hasil manis setelah Pemerintah Kabupaten Mojokerto bergerak cepat menerjunkan alat berat dan pekerja ke lokasi pada Minggu (2/8/2026).
Langkah darurat itu diambil Pemkab Mojokerto untuk mengembalikan kelancaran akses transportasi masyarakat setempat.
Selain itu, perbaikan spontan ini sekaligus mengamankan jalur pariwisata yang menghubungkan sejumlah objek wisata unggulan di kawasan pegunungan itu.
Baca juga: Warga Protes Jalan Rusak di Pacet dengan Tanam Pohon Pisang, Pemkab Mojokerto Langsung Respon Cepat
Pemerintah Daerah (Pemkab) Mojokerto gerak cepat menanggapi keluhan warga terkait kerusakan jalan di Dusun Pacet Selatan, Desa/ Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, (Jatim).
Penanganan jalan rusak dilakukan hari ini pada Minggu (2/8/2026), sesuai permintaan masyarakat setempat yang menginginkan perbaikan jalan itu segera direalisasikan secepatnya.
Ketua RT 03 Dusun Pacet Selatan, Buadi Ahmad (42) mengatakan perbaikan jalan di desanya mulai dilakukan hari ini oleh para pekerja dari dinas yang bersangkutan.
Perbaikan ini dilakukan usai para warga menggelar aksi tanam pohon pisang di sepanjang jalan Dusun Pacet Selatan.
Bentuk protes itu untuk mendorong pemerintah daerah agar segera memperbaiki jalan rusak yang tak kunjung disentuh perbaikan.
"Mulai tadi pagi (Perbaikan jalan), tepatnya di jalan tanjakan di tengah-tengah," ujar Buadi, Minggu, (2/8/2026).
Baca juga: Genjot Infrastruktur, Kabupaten Mojokerto Kini Punya 88 Ruas Jalan Baru
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Henri Surya mengungkapkan, dropping material untuk perbaikan jalan di Dusun Pacet Selatan telah dilakukan pada Sabtu (1/8) kemarin.
"Suplai material sudah kemarin, dan mulai hari ini dikerjakan pemeliharaan rutin" jelasnya.
Perbaikan jalan darurat menggunakan material yang ada, seperti aspal dari bantuan Gubernur Jatim, Khofifah dan material batu, alat berat serta pekerja dari Pemkab Mojokerto.
Pemkab Mojokerto mendapat bantuan berupa 400 drum aspal dari Pemprov Jatim.
Estimasi pengerjaan disesuaikan dengan ketersediaan material dan kondisi di lapangan.
"Iya, aspalnya dari situ (Pemprov Jatim), kemudian pakai material batu yang ada," ucap Henri.
Petugas survei di lapangan mencatat kerusakan jalan di Dusun Pacet Selatan mencapai sekitar 1,1 Kilometer.
Status, jalan penghubung desa ini merupakan jalan kabupaten.
"Jalan kabupaten panjangnya sekitar 2,4 kilometer lebih," tandasnya.
Menurutnya, perbaikan permanen jalan Dusun Pacet masih terus diupayakan melalui dukungan anggaran P-APBD 2026 tahun berjalan.
Jika tidak memungkinkan karena dampak efisiensi, maka perbaikan permanen jalan aspal ini tetap menjadi prioritas di tahun depan.
"Kalau tahun depan (Jalan Dusun Pacet Selatan) sudah masuk skala prioritas, kalau memang nanti pimpinan menghendaki P-APBD ini ya dikerjakan. Tentunya, kalau ada dukungan anggaran," pungkas Henri.
Baca juga: Realisasi PAD Kabupaten Mojokerto Tembus 59 Persen, Kejar Sisa Target Semester Dua dengan Sinergi
Sebelumnya, warga menggelar aksi tanam pohon di tengah jalan desa, pada Jumat (31/7/2026).
Aksi ini sebagai bentuk protes kerusakan infrastruktur jalan desa yang tak kunjung disentuh perbaikan.
Ketua RT 03 Dusun Pacet Selatan, Buadi Ahmad (42) menyebut warga berinisiatif menanam pohon pisang di sepanjang jalan desa sekitar 2,5 kilometer yang rusak tak kunjung diperbaiki.
Dusun Pacet Selatan yang terletak di kawasan pegunungan ini minim perhatian, dan jalan ini merupakan wewenang dari Pemerintah Daerah.
"Tujuannya agar jalan rusak ini dapat perhatian dari pemerintah biar cepat direspon, karena sudah lama pengajuan dua kali tahun 2023 tapi tidak kunjung diperbaiki. Dulu cuma diukur-ukur saja," ujar Buadi kepada SURYA.CO.ID, Jumat (31/7) kemarin.
Ia menyebut, warga sudah lama mengeluh jalan rusak yang menghambat aktivitas mereka seperti mengantar anak sekolah hingga dampak ekonomi.
Terlebih, jalan ini merupakan jalur pariwisata yang menghubungkan wisata desa COD Tegal Klopo dan Cafe Alam Teduh.
"Kasihan anak-anak sekolah, ibu-ibu yang mengantar anaknya dari Sendi, Gotean lewat jalan yang rusak," kata Buadi.
Buadi mengungkapkan, jalan rusak parah berada di RT 04 yang paling banyak ditanami pohon pisang oleh warga sebagai bentuk meluapkan kekecewaannya.
Warga membawa pohon pisang dari kebunnya.
"Paling banyak ditanam pisang di tengah jalan itu RT 4 depannya masjid itu ke arah atas Tegal Klopo. Semoga lekas diperbaiki, kalau bisa ya dalam Minggu dekat," tutupnya.
Aksi protes warga mengenai kerusakan jalan segera direspon cepat oleh Pemkab Mojokerto dengan perbaikan jalan ruas Dusun Pacet Selatan.