Mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis Sosialisasi dan Deklarasi Cegah Bullying di SD Bantan Tengah
M Iqbal August 02, 2026 11:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Sebagai bentuk dukungan untuk pemerintah Bengkalis dalam mempertahankan predikat kabupaten layak anak, mahasiswa Institut Syariah Negeri Junjungan ( ISNJ) Bengkalis mengelar deklarasi dan sosialisasi pencegahan bullying. Kegiatan dilaksanakan langsung Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) ISNJ di Desa Bantan Tengah Kecamatan Bantan Bengkalis.

Kegiatan sosialisasi pencegahan bullying dilaksanakan  SD Negeri 20 Kecamatan Bantan, Desa Bantan Tengah, Sabtu, (1/8) kemarin. Diikuti sebanyak 85 siswa dari kelas satu hingga kelas enam sekolah tersebut.

Koordinator Desa (Kordes) KKM ISNJ Bengkalis Desa Bantan Tengah, Agustiawan mengatakan, sebelum melakukan deklarasi pihaknya memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pengertian bullying, bentuk bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi korban, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.

Menurut dia, bullying bukan hanya berupa tindakan kekerasan fisik. Tetapi juga dapat berbentuk ejekan, hinaan, pengucilan, intimidasi, hingga perundungan melalui media digital.

Menurut dia, dampaknya tidak hanya menyakiti secara fisik. Tetapi juga dapat mengganggu kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, bahkan memengaruhi prestasi belajar korban.

"Karena itu, kita mengajak anak anak untuk jangan pernah mengejek atau menyakiti teman. Jika melihat ada teman yang menjadi korban perundungan, bantulah dan laporkan kepada guru, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, bagi semua anak," terangnya.

Usai penyampaian materi sosialisasi, seluruh siswa yang menjadi peserta membacakan Deklarasi Stop Bullying.

Dalam deklarasi tersebut, para siswa berkomitmen menolak segala bentuk bullying, menghargai setiap perbedaan, menggunakan tutur kata yang baik, berani mengatakan tidak terhadap perundungan.

Serta membantu korban, melaporkan tindakan bullying kepada guru maupun orang tua, serta menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang aman, ramah, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Sebagai simbol komitmen bersama, deklarasi dilanjutkan dengan penandatanganan petisi penolakan bullying di atas sebuah spanduk. Satu per satu, seluruh 85 siswa membubuhkan tanda tangan, diikuti Kepala SDN 20 Bantan, Basuni, majelis guru, serta mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis sebagai bentuk tekad bersama menciptakan sekolah yang bebas dari perundungan.

Menurut Agustiawan, kegiatan tersebut merupakan kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis membangun lingkungan yang ramah bagi anak.

"Kami berharap tumbuh kesadaran sejak dini bahwa bullying tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Anak anak harus berani saling mengingatkan, saling menghargai, dan saling menyayangi. Ini merupakan dukungan nyata terhadap program Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mewujudkan daerah ramah anak dan Kabupaten Layak Anak," terangnya.

Kepala SDN 20 Bantan Basuni, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis yang telah memilih edukasi pencegahan bullying sebagai salah satu program pengabdian di sekolahnya. Pihaknya berharap deklarasi ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar benar diterapkan, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.