Isi Curhatan Sopir BTS Trans Saijaan Kotabaru Kalsel, Tak Lagi Rebutan Penumpang
Edi Nugroho August 02, 2026 11:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU -  Isi curhatan Buy The Service (BTS) Trans Saijaan di Kotabaru Kalsel, tak lagi rebutan penumpang.

Tak hanya disambut anatusias masyarakat pengguna, hadirnya angkutan Buy The Service (BTS) Trans Saijaan di Kotabaru juga menarik animo pelaku usaha transportasi untuk memiliki.

Hal ini diungkapkan Kasi Angkutan Jalan Dishub Kotabaru, Muhammad Akbar belum lama tadi saat menggelar sosialisasi bersama awak media.

Disampaikannya, animo untuk kepemilikan BTS ini cukup tinggi, tapi pihaknya tetap memprioritaskan mereka yang memegang trayek yang hidup dan ada memiliki unit angkutan eksisting dulu.

Baca juga: Polisi Gadungan Diduga Tipu Kekasih, Modus Janjikan Korban Bekerja di Polres Banjarbaru

Baca juga: Kondisi Mushola di Desa Layap Paringin Balangan Kalsel yang Ikut Terbakar, Mukena Ikut Hangus

"Yang jelas, untuk animo memiliki tinggi. Tapi kita juga menyesuaikan dengan kondisi. Kami memprioritaskan yang ada trayek dan angkutannya. Jika tidak ada unitnya belum kami akomodir," ucap Akbar.

Memasuki hari kekdua ujicoba dan gratis ini, setidaknya ada 43 unit BTS Trans Saijaan yang dioperasionalkan untuk tujuh trayek.

Layanan ini beroperasi dengan menggandeng Damri sebagai pihak ketiga yang juga mempekerjakan para sopir dengan gajih UMK Kotabaru. 
Adapun jam operasional berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 21.00 wita.

Sementara itu, Irwanto, satu di antara puluhan driver mengaku senang dengan penggajihan yang jelas dari pihak yang mengoperasionalkan.

Menurutnya, dengan gaji  yang jelas, tentu tidak ada upaya rebutan penumpang atau sambil ngetam.

"Penggajiaan jelas dan ada BPJS juga jadi hal yang sangat diperlukan," sebutnya, Minggu (2/8/2026).

Trans Saijaan sendiri digratiskan hingga akhir Desember 2026, adapun di tahun berikutnya kemungkinan akan dikenakan biaya dengan tarif subsidi dan menggunakan e-money secara langsung.

Ada Tujuh Trayek

Ujicoba layanan baru dari peremajaan angkutan kota di Kabupaten Kotabaru ini gratis hingga akhir 2026.

Setidaknya ada tujuh trayek yang dilalui untuk mengangkut penumpang dengan total 43 unit sementara yang dioperasionalkan. 

Tayek 1 ada enam unit. Berangkat dari Tugu Nelayan menuju Jalan Suryaganggawangsa, masuk ke perkantoran Kecamatan Pulaulaut Sigam sebagai tujuan akhir. 

Berikutnya kembali arah dalam kota melewati Jalan depan SMKN 1 Kotabaru ke Jalan Batu Silira, Jalan Nelayan, Jalan Indra Kesuma, Jalan Cipta Sari dan Jalan Singabana, hingga kembali ke Tugu Nelayan di Jalan Pangeran Hidayat.

Trayek 2 ada lima unit. Melintas ke Gunung Sentral, Jalan Gagah Lurus, Pasar Limbur dan kembali ke Tugu Nelayan.

Trayek 3 ada 10 unit. Berangkat dari Tugu Nelayan ke Siring Laut, kemudian ke Stagen, hingga berakhir di Perkantoran Sebelimbingan dan kembali ke Tugu Nelayan.

Baca juga: BREAKING NEWS - Kecelakaan Maut di Batulicin Tanahbumbu, 6 Mahasiswa KKN dari ULM dan UNU Tewas

Trayek 4 ada delapan unit . Rutenya dari Tugu Nelayan, Jalan Veteran, Jalan Selokayang, RSUD Pangeran Jaya Sumitra,Pasar Limbur Raya dan kembali ke Tugu Nelayan.

Trayek 5 ada enam unit. Rutenya Dari Tugu Nelayan, Pasar Limbur Raya, Jalan Veteran, Perumnas, Higa Gunung, dan kembali ke Tugu Nelayan.

Trayek 6 ada empat unit. Melintasi Jalan Agus Salim, Siring Laut, Pasar Limbur Raya, Jalan Veteran, Mandin, Jalan Sungai Salak dana kembali ke Tugu Nelayan.

Adapun trayek 7 ada empat unit. Rute yang dilintasi Mulai Desa Gunung Ulin, ke Jalan Raya Stagen, Perumnas, Puskesmas Dirgahayu, Mandin dan kembali ke Gunung Ulin.

Di hari pertama ujicoba ini, antusias masyarakat pengguna terlihat tinggi, meskipun masih perlu sosialisasi yang lebih masif.

Beberapa di antaranya mengira angkutan tersebut adalah armada jemputan, sehingga agak enggan menghentikannya.

"Mungkin masih perlu sosialisasi, karena masih terbilang baru," ujar Ardi, salah satu pengemudi BTS Trans Saijaan.

Sementara itu, disampaikan Kadishub Kotabaru, Khairian Anshari, ujicoba ini tentu tidak akan sempurna, masih perlu banyak saran dan evaluasi.

Maka dari itu, pihaknya juga terbuka untuk berbagai masukan untuk lebih optimalnya pelayanan.

"Yang jelas kita sambil jalan dan mengajak masyarakat membudayakan naik transportasi publik yang ada. Terlebih sudan didesain nyaman dan memudahkan," jelasnya. 

Langkah ini juga sebagai upaya mengurangi volume kendaraan di Kotabaru yang semakin tidak ideal dengan jalan yang ada, terutama di kawasan perkotaan. 

Warga Senang
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kotabaru mulai operasionalkan angkutan kota Buy The Service (BTS) Trans Saijaan mulai besok, 1 Agustus 2026.

BTS Trans Saijaan menggantikan angkutan eksisting atau taksi hijau yang puluhan tahun terakhir ini masih bertahan namun sudah kurang optimal dalam operasional.

Diungkapkan Kadishub Kotabaru, Khairian Anshari, selama ujicoba Agustus ini, setidaknya ada 43 unit armada yang mengaspal untuk melayani tujuh trayek di kawasan Kota dan sekitarnya.

Diakuinya, ujicoba ini tidak akan sempurna. Namun dengan mulai dioperasionalkannya unit, maka berbagai faktor yang menjadi kendala secara langsung akan diketahui untuk jadi bahan evaluasi.

"Jadi kita jalan dulu, kami terbuka dan evaluasi akan terus dilakukan untuk menyempurnakan," sebutnya, Jumat (31/7/2026).


Sepanjang awal Juni lalu, BTS Trans Saijaan sudah dikenalkan ke masyarakat, termasuk sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Adapun selama ujicoba berlangsung hingga akhir 2026, penumpang digratiskan. Namun tetap diminta tap (menempelkan) kartu e-money atau kartu identitas penumpang.

Penerapan ini juga akan menjadi indikator intensitas penguna BTS Trans Saijaan selama periode digratiskan.

Tak hanya lebih nyaman dengan pendingin ruangan, BTS Trans Saijaan juga terintegrasi langsung dengan Command Center, sehingga bisa dipantau secara real time melalui saluran dan CCTV yang terpasang.

Ditambahkan Khairian, BTS Trans Saijaan dioperasionalkan oleh pihak ketiga, yakni Damri.
Sedangkan kepemilikan unit adalah mereka yang dulunya memiliki izin trayek dan unit eksisting yang masih ada.

Kemudian untuk para pengemudi adalah eks eksisting yang diseleksi kembali dan lainnya, untuk memastikan sesuai ketentuan.

Guna menghindari penumpukan penumpang jam-jam padat, Dishub Kotabaru juga telah menyiapkan skema cadangan, jika memang diperlukan.

"Sebagai bentuk antisipasi awal, beberapa trayek yang terbilang tinggi penumpang maka unit BTS yang dioperasionalkan lebih banyak," ujar Khairian.

Dengan dioperasionalkannya BTS Trans Saijaan, ia juga berharap masyarakat lebih membiasakan naik transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi.

Tujuannya tidak lain untuk mengurai kepadatan kendaraan bermotor mengurangi polusi, hingga untuk lebih mengutamakan keselamatan bagi anak-anak sekolah.

Sementara itu, Kulsum, warga Desa Gunung Ulin, Kecamatan Pulaulaut Utara mengaku senang adanya angkutan terjangkau dan lebih baik ini.

Terlebih jangkaunnya sampai ke Desa Gunung Ulin yang terbilang banyak diperlukan, terutama anak-anak yang pergi ke sekolah atau ke kawasan dalam kota.

"Tentunya menyambut baik, karena sudah masanya peremajaan angkutan dengan sistem yang lebih baik," pungkasnya.

 (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.