TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, dijadwalkan akan melakukan kunjungan resmi kenegaraan ke Jakarta, Indonesia, mulai hari Senin 3 sampai Selasa 4 Agustus 2026.
Lawatan ini fokus pada agenda pada penguatan ekonomi bilateral, stabilitas keamanan kawasan, hingga pementasan visi kepemimpinan Thailand untuk ASEAN 2028.
Dalam agenda hari pertamanya, PM Anutin dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pertemuan tingkat tinggi ini akan membahas berbagai sektor strategis, antara lain:
Ekonomi & Investasi: Membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk pertanian, makanan, dan jasa.
Ketahanan Pangan & Energi: Mendorong rantai pasok (supply chain) yang lebih solid di tengah ketidakpastian global.
Keamanan & Geopolitik: Menghadapi kejahatan lintas negara (transnational crime) serta menjaga Asia Tenggara tetap menjadi kawasan yang stabil dan damai.
"Kunjungan ini bukan hanya tentang memperkuat persahabatan antara kedua pemimpin, melainkan mengubah hubungan baik menjadi peluang konkret untuk perdagangan, investasi, dan peningkatan pendapatan masyarakat," kata Juru Bicara Pemerintah Thailand, Rachada Dhnadirek.
Rachada juga menyoroti Indonesia dengan populasi sekitar 280 juta jiwa, sebagai raksasa ekonomi sekaligus mitra paling potensial bagi ekspansi bisnis skala besar hingga UMKM asal Thailand.
Rangkaian acara:
Selain agenda bilateral, kunjungan PM Anutin membawa misi kepemimpinan regional.
Pidato kebijakan luar negeri yang akan disampaikannya di Gedung Sekretariat ASEAN akan menggarisbawahi arah baru Thailand menuju Keketuaan ASEAN 2028.Guna menyambut dan menghormati rombongan tamu kenegaraan, Polda Metro Jaya telah menyiagakan personel untuk melakukan pengawalan ketat dan pengamanan rute.
Pihak kepolisian menerapkan skema rekayasa lalu lintas kondisional di sejumlah ruas jalan protokol utama Jakarta.
Pengaturan lalu lintas sementara dan penutupan jalur pendek diutamakan pada saat rangkaian kendaraan delegasi melintas, terutama di sepanjang jalur, diantaranya:
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi potensi kepadatan di sekitar area tersebut atau menggunakan rute alternatif selama agenda kenegaraan berlangsung.