IHSG Berpotensi Naik ke 6.352, Cek Rekomendasi Saham 3 Agustus 2026
Agustina Melani August 03, 2026 09:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin, (3/8/2026). Namun, analis mengimbau untuk mencermati potensi pembalikan arah IHSG hari ini dalam jangka pendek. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,80% ke 6.236, tetapi disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Jumat, 31 Juli 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG mampu berada di atas moving average (MA)20 harian dan telah mencapai target penguatan yang disampaikan.

"Saat ini, posisi IHSG berada pada bagian awal dari wave v dari wave © dari wave [iv]. Hal itu berarti IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6.352-6.545,” ujar Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, untuk mencermati akan ada potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.108-6.187 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 6.029,5.839 dan level resistance 6.288,6.377.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance di 6.130-6.260.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Trading Buy

Saham BRMS menguat 0,90% ke 560 tetapi disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakan BRMS pun masih mampu berada di atas MA20-nya.

“Selama masih mampu berada di atas 535 sebagai stoplossnya, posisi BRMS diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave 2,” kata Herditya.

Trading Buy: 540-560

Target Price: 595, 605

Stoploss: below 535

 

 

 

Rekomendasi Teknikal

2.PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Buy on Weakness

Saham ENRG menguat 0,78% ke 1.290 tetapi disertai dengan munculnya tekanan jual.

“Kami memperkirakan, posisi ENRG saat ini berada di awal wave 1 dari wave (C) dari wave [B],” tutur Herditya.

Buy on Weakness: 1.230-1.275

Target Price: 1.455, 1.610

Stoploss: below 1.205

 

3.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness

Saham MBMA menguat 3,48% ke 505 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, tetapi penguatan MBMA masih tertahan cluster MA20 dan MA60. “Saat ini, posisi MBMA diperkirakan berada pada bagian awal dari wave [iii] dari wave C,” ujar dia.

Buy on Weakness: 482-500

Target Price: 540, 580

Stoploss: below 474

 

4.PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) - Trading Buy

Saham PSAB menguat 1,88% ke 434 dan disertai oleh adanya peningkatan volume pembelian. Saat ini, posisi PSAB diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 dari wave (C).

Trading Buy: 422-434

Target Price: 448, 456

Stoploss: below 412

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 31 Juli 2026

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Jumat, (31/7/2026). Kenaikan IHSG hari ini ditopang mayoritas sektor saham yang menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran 18.002.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,80% menjadi 6.236,12. Indeks saham LQ45 bertambah 0,39% menjadi 621,24. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.2236,61 dan level terendah 6.201,89. Sebanyak 437 saham menguat sehingga angkat IHSG. 193 saham melemah sehingga menahan kenaikan IHSG. 159 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.952.207 kali dengan volume perdagangan 32,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.002.

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham consumer nonsiklikal turun 0,03%. Sektor saham basic menanjak 2,54%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham kesehatan mendaki 2,43%, sektor saham teknologi melesat 2,23%. Selain itu, sektor saham energi melompat 0,65%, sektor saham industri naik 1,2%, sektor saham consumer siklikal menguat 1,95%. Sektor saham keuangan naik tipis 0,18%, sektor saham properti menanjak 1,52%, sektor saham infrastruktur menguat 0,67% dan sektor saham transportasi melompat 0,52%.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.