Buntut Tawuran Viral di Kuningan: 20 Siswa SMK Karnas Dikeluarkan, Sekolah Ganti Warung yang Rusak
Ravianto August 03, 2026 10:11 AM

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Pihak sekolah mengambil tindakan tegas buntut dari aksi tawuran antarpelajar yang sempat viral di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Sebanyak 20 siswa SMK Karya Nasional (Karnas) Kuningan yang terbukti terlibat resmi dikembalikan kepada orang tua mereka atau dikeluarkan dari sekolah.

Tenaga Pendidik SMK Karnas Kuningan, Tata, menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil sesuai dengan kesepakatan dan nota perjanjian tertulis yang telah ditandatangani oleh wali murid saat masa pendaftaran peserta didik baru.

"Diketahui ada 20 pelajar SMK kami yang terlibat dan kini sudah kami serahkan kepada orang tua mereka."

"Secara aturan yang disepakati sebelumnya, siapa saja pelajar yang melanggar otomatis tidak dapat mengikuti hak belajar di sekolah kami atau keluar," kata Tata saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).

Baca juga: Tawuran Mengerikan di Klari Karawang: Tangan Remaja Putus Kena Tebas, Tertinggal di Jalan

Siap Tanggung Jawab Kerusakan Warung Warga

Selain memberikan sanksi pemberhentian kepada puluhan siswanya, manajemen SMK Karnas juga menyatakan komitmennya untuk mengganti seluruh kerugian material yang dialami warga terdampak di lokasi kejadian.

Sebelumnya, bentrokan antara kelompok pelajar SMK Karnas dan SMK Muhammadiyah pada Kamis (30/7/2026) sore tersebut menyebabkan gerobak dagangan dan kaca warung milik warga, seperti Warung Novi dan Warung Ny Ani, porak-poranda.

"Untuk kerusakan yang terjadi di warung itu, kami bertanggung jawab dan teknisnya nanti kita atur sekaligus menjalin silaturahmi," tegas Tata.

Pemilik warung, Novi alias Amah (40), menceritakan penyerangan brutal tersebut tak hanya merusak tempat usahanya, tetapi juga merusak tiga unit sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi.

Bahkan, seorang pengendara sepeda motor perempuan dilaporkan sempat terjatuh akibat panik saat berpapasan dengan rombongan pelajar berdarah panas tersebut.

Kepolisian Amankan Sejumlah Pelajar

Sementara itu, jajaran Polsek Kuningan bergerak cepat melakukan penyelidikan guna membongkar penyebab pasti terjadinya bentrokan yang melibatkan dua sekolah kejuruan besar di Kuningan tersebut.

Kapolsek Kuningan, Kompol Bambang, mengonfirmasi bahwa beberapa pelajar yang terlibat aksi penyerangan telah diamankan di Mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Untuk penanganan, ada beberapa pelajar sudah kami amankan dan dimintai keterangan. Penangkapan ini dilakukan sebagai upaya membongkar sebab munculnya kejadian tersebut," kata Kompol Bambang.

Bambang juga membenarkan bahwa pihak sekolah sudah menyatakan kesanggupannya untuk menanggung seluruh biaya perbaikan fasilitas dagang milik warga yang hancur. Kasus pengrusakan dan tawuran ini kini ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polres Kuningan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.