UAS Beberkan Mengenai Arba Mustakmir Bulan Safar, Istillah Rebo Wekasan Dikupas
M.Risman Noor August 03, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Rabu terakhir di bulan Safar akrab warga Kalsel menyebutnya Arba Mustakmir.

Bila di Jawa disebut Rebo Wekasan yang mana pada rabu terakhir di bulan Safar kerap mengingatkan akan bala yang kemungkinan datang.

Lalu benarkah ada amalan khusus kala memasuki Arba Mustakmir?

Baca juga: BREAKING NEWS: Bpost Gelar Open House Rayakan HUT ke 55

Baca juga: Tim Inafis Polres Batola Usut Kebakaran yang Tewaskan Satu Pria di Desa Semangat Dalam Alalak

Sebagian umat Islam menjalankan doa, sholat, dan ibadah untuk tolak bala (tolak bencana) setiap Rebo Wekasan.

Rebo wekasan adalah hari rabu terakhir di Bulan Safar penanggalan Hijriyah.

Pada penanggalan Masehi 226, Rebo Wekasan jatuh pada Rabu (12 Agustus 2026).

Tidak ada hadis atau ayat al quran yang menjelaskan detail soal ibadah Rebo Wekasan ini.

Sebagian ulama berpendapat rasulullah tidak pernah melaksanakan Rebo Wekasan.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan hukum ibadah Rebo Wekasan adalah boleh menurut pandangan ulama tasawuf.

Hukum Rebo Wekasan itu didapat dari ilham, bukan hadist nabi.

"Karena menurut ulama tasawuf, bulan safar musibah paling banyak diturunkan. Itu (hukumnya) mereka dapatnya dari ilham bukan hadist nabi," kata Ustad Abdul Shomad di YouTube oleh Nasehat Islam pada 2 Juni 2018.

Baca juga: Kecelakaan Truk Tangki BBM Tewaskan Mahasiswa ULM dan Unukase di Tanahbumbu, Ini Sikap Pertamina

Apakah dibolehkan atau tidak dalam Islam dan bagaimana hukumnya?

“Ziarah kubur di hari Rabu terakhir bulan Safar, boleh tidak? Ziarah kuburnya boleh, bagus saja itu. Lalu berdoa memohon kepada Allah agar kita dihindarkan dari segala musibah, ini juga boleh,” jelas Ustadz Abdul Somad.

Sementara terkait keyakinan Allah menurunkan ribuan musibah di hari Rabu terakhir Safar atau Arba Musta’mir, menurutnya itu tak ada haditsnya.

“Itu menurut para ulama tasawuf, mereka dapat itu dari ilham bukan dari hadits Nabi Muhammad. Tapi, kalau mau berdoa meminta dihindarkan dari musibah, silakan saja. Mau berdoa sambil bertawasul kepada wali-wali Allah juga boleh,” katanya.

Bertawasul adalah memakai atau menyebutkan nama para wali itu saat berdoa dengan harapan Allah akan mengabulkan doa kita berkat kemuliaan para wali Allah tersebut.

“Misalnya bertawasul dengan Wali Songo. Saat berdoa bilangnya begini: Ya Allah, berkat kemuliaan para wali-Mu ini, aku memohon kepada-Mu, dan seterusnya. Kalau ini boleh,” pungkasnya.

Baca juga: Daftar Fakta dan Kronologi Terbakarnya KMP Mutiara 2, 2 Kapal Asal Kalsel Ikut Selamatkan Penumpang

Kini bulan Safar 1448 Hijriah sudah memasuki pertengahan bulan Safar. 

Simak mengenai amalan yang dilakukan kebanyakan umat muslim kala memasuki Arba Mustakmir 1448.

Buya Yahya memberikan penjelasan mengenai Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir.

Bagi sebagian umat muslim di Indonesia, Rabu terakhir bulan Safar atau Arba Mustamir dan Rebo Wekasan dianggap merupakan satu hari yang sakral.

Tak sedikit umat muslim yang melakukan amalan Arba Mustamir dengan membaca doa.

Konon hari pada hari Arba Mustamir dipercaya datangnya 320.000 sumber penyakit dan marabahaya 20.000 bencana.

Pendakwah Buya Yahya menjelaskan pandangan Islam soal amalan khusus pada Arba Mustamir atau Rebo Wekasan di Bulan Safar yang diyakini mencegah bala atau musibah.

Buya Yahya menegaskan amalan atau ritual itu tidak bersumber dari hadist Nabi Muhammad SAW.

Meski begitu, Buya Yahya yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah tak memungkiri adanya amalan yang beredar di kalangan masyarakat terkait bulan Safar.

Karena itu Buya Yahya menyebut amalan semacam itu tidak wajib untuk dipercayai sebab tidak dianjurkan dalam Islam.

Buya Yahya menegaskan amalan khusus yang kerapkali tersebar di bulan Safar adalah arba mustamir atau rebo wekasan bukan bersumber dari hadist Nabi SAW.

Baca juga: Sebelum Temukan Suami Meninggal, Perempuan di Tanahlaut Kalsel Ini Sempat Dengar Suara Keras

"Dilarang mengatakan itu dari Nabi SAW sama artinya dengan dusta, kalau memang ada seorang yang shaleh, alim, tidak tampak pada dirinya kemaksiatan kemudian mengucapkan amalan itu, mungkin bisa benar, tapi itu berupa ilham," jelas Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya menambahkan Allah memberikan ilham kepada seseorang yang kemudian diketahui dan diamalkan oleh orang tersebut.

Meski demikian, ilham yang dimaksud tidak wajib dipercayai. Kendati ilham wali sekalipun tak wajib diyakini.

"Namun bagi orang yang ingin mempercayai boleh, misalnya anjuran banyak membaca doa karena diyakini bakal ada musibah yang datang di suatu tempat," terangnya.

Terkait hal demikian hendaknya berhusnudzon atau berprasangka baik yang mana hal itu adalah ilham dari para ulama di waktu tertentu bakal banyak musibah. Soal ini boleh dipercayai ataupun tidak.

Mengingkari hal demikian adalah tidak berbahaya bagi kaum muslim, yang berbahaya itu su'ul adzab kepada orang shaleh atau alim ulama.

"Kalau ada amalan lainnya misal baca Yassin, baca doa, sedekah, agar ditolak dari bencana, itu amalan yang sah, tak hanya dibaca saat rebo wekasan, tapi setiap saat boleh dilakukan," urainya.

Selain itu, saat membaca surah Yassin boleh mengulang-ulang beberapa ayat, misalnya "Salaamun qoulam mirrobbirrohim" sebanyak tiga kali.

Amalan lainnya shalat malam, sebanyak-banyaknya jumlah rakaat yang dilakukan adalah sah.

Namun afdholnya melakukan shalat malam dua rakaat sekali salam, namun dilakukan empat dan enam rakaat sah.

"Apakah ada shalat tolak bala, yang benar adalah shalat hajat untuk menolak bala, berapapun rakaatnya setelah shalat membaca doa dijauhkan dari marabahaya, atau saat sedekah diniatkan untuk menolak bala, sah," ucap Buya Yahya.

Baca juga: 7 Korban Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Batulicin Tanahbumbu, Mayoritas Alami Benturan di Kepala

Karena itu, tidak perlu menghujat amalan-amalan itu. Yang terpenting adalah tidak melakukan kebohongan misalnya mimpi bertemu Nabi SAW.

Selagi tidak bertentangan dalam Islam dan tidak dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW maka boleh-boleh saja. (Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.