Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat Sukoharjo Masih Berlangsung, Mensos Target Rampung Awal September
Putradi Pamungkas August 03, 2026 12:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Rekrutmen guru Sekolah Rakyat masih berlangsung meski kegiatan belajar mengajar di gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah telah dimulai. 

Pemerintah menargetkan proses seleksi guru definitif selesai pada akhir Agustus hingga awal September 2026.

Hal itu disampaikan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus meresmikan penggunaan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (1/8/2026).

Selama proses rekrutmen berlangsung, pemerintah berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo agar kebutuhan tenaga pendidik sementara dapat terpenuhi sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar.

"Tentu kita harapkan partisipasi dan dukungan dari Pemerintah Daerah Sukoharjo agar pada masa transisi ini fasilitas Sekolah Rakyat bisa terpenuhi. Mulai dari air bersih, kebutuhan SDM untuk kebersihan, pengolahan sampah, keamanan, dan juga dukungan guru sementara," ujarnya.

PERESMIAN - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf memberikan sambutan saatpelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (1/8/2026). Rekrutmen guru Sekolah Rakyat masih berlangsung meski kegiatan belajar mengajar di gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sukoharjo telah dimulai.
PERESMIAN - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf memberikan sambutan saatpelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (1/8/2026). Rekrutmen guru Sekolah Rakyat masih berlangsung meski kegiatan belajar mengajar di gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sukoharjo telah dimulai. (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

Pemda Diminta Dukung Masa Transisi Sekolah Rakyat

Selain tenaga pendidik sementara, Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat juga masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah dalam memenuhi sejumlah kebutuhan operasional selama masa transisi.

Kebutuhan tersebut meliputi penyediaan air bersih, tenaga kebersihan, pengelolaan sampah, hingga petugas keamanan agar aktivitas pendidikan dapat berlangsung optimal.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh layanan pendidikan berjalan baik sambil menunggu seluruh kebutuhan sekolah terpenuhi.

Gedung Permanen Sudah Digunakan Meski Pembangunan Belum 100 Persen

Pada kesempatan yang sama, Saifullah Yusuf menjelaskan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sukoharjo telah mencapai sekitar 98 persen.

Fasilitas utama yang dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran sudah tersedia sehingga kegiatan belajar mengajar dinilai layak dimulai tanpa harus menunggu pembangunan selesai sepenuhnya.

"Gedungnya memang belum semuanya selesai, sekitar 98 persen. Tetapi proses pembelajarannya sudah bisa dimulai di gedung permanen ini," kata Saifullah Yusuf, Sabtu (1/8/2026).

Pemerintah memilih memulai proses pembelajaran lebih awal agar peserta didik tidak kehilangan waktu belajar.

Sementara itu, penyelesaian pekerjaan konstruksi yang masih tersisa akan dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu aktivitas pendidikan.

Baca juga: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat Ditarget Rampung Awal September 2026, KBM Tetap dengan Guru Sementara

Sekolah Rakyat Sukoharjo Tampung Ratusan Siswa

Pada tahap awal, sebanyak 226 siswa mulai menempati gedung permanen untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Mereka terdiri atas 44 siswa jenjang SD, 92 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Jika digabungkan dengan peserta didik yang sebelumnya telah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat rintisan, total terdapat 458 siswa yang kini menjadi bagian dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Sukoharjo.

Ke depan, kompleks Sekolah Rakyat tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 peserta didik mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA sebagai bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.