SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Mantan wing back Sriwijaya FC periode 2011–2015, M. Shobran alias Obong, berharap Sumatera Selatan kembali memiliki klub yang berlaga di Liga 1 maupun Liga 2.
Menurutnya, kehadiran klub profesional menjadi wadah penting bagi pesepak bola lokal untuk mengembangkan karier hingga level nasional.
"Tentunya pasti kita ingin di Sumsel ini paling tidak ada satu ataupun dua klub yang bisa bermain di Liga 2 atau di Liga 1," ungkap M. Shobran usai membawa tim asuhannya, Oman Excavator FC, menjadi runner-up Piala Askot PSSI Palembang, Rabu (29/7/2026).
Mantan pemain yang akrab disapa Obong itu mencontohkan Sriwijaya FC merupakan salah satu klub besar yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.
"Lalu, juga sebagai wadah pemain-pemain lokal kita untuk bisa masuk ke Liga Pro kalau kita ada Liga 1 dan Liga 2 di Sumatera Selatan," kata putra tokoh sepak bola Palembang, almarhum Hatta Saleh.
Obong menyatakan sangat mendukung upaya Wakil Presiden Sriwijaya FC, Mohammad David, bersama legenda klub Ferry Rotinsulu untuk kembali membangkitkan Elang Andalas.
"Orang seperti Pak David sangat langka di Sumatera Selatan ini," ujarnya.
Ia berharap seluruh stakeholder sepak bola di Sumatera Selatan ikut memberikan dukungan agar talenta muda daerah memiliki wadah berkembang dan mampu membawa Sriwijaya FC kembali naik kasta ke Liga 2, bahkan Liga 1.
"Harapan kita tentu Sriwijaya FC bisa kembali berjaya dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumsel seperti dulu," katanya.
• SSB Palembang United Juara Grup A pada Sumatera Junior League U10
Pesepak bola kelahiran Palembang, 6 Juli 1983, tersebut mengawali karier profesional bersama PS Palembang.
Kariernya kemudian berlanjut ke sejumlah klub di Indonesia, seperti PSPS Pekanbaru, Persma, PSS Sleman, Persiba, Persib, dan Persikab.
Setelah malang melintang di berbagai klub, Obong menutup karier profesionalnya bersama Sriwijaya FC pada 2016.
Kini, selain aktif sebagai pelatih sepak bola, Obong juga mengabdi sebagai pegawai di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Selatan.