TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Masih ingat Abdul Azis? Guru honorer yang viral beberapa bulan lalu karena harus mengayuh sepeda ke sekolah tempatnya mengajar.
Kisah Abdul Azis kala itu banyak bikin orang terenyuh lantaran ia tiap harus mengayuh sepeda dengan membonceng sang anak dari rumahnya di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat menuju tempatnya mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam 1, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
Saat itu, Azis mendapat bantuan sepeda motor untuk alat transportasinya ke sekolah.
Rupanya bantuan tak hanya sampai di situ. Azis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak.
Salah satunya, ia dang sang istri mendapatkan hadiah umrah dari Raffi Ahmad dan Irfan Hakim.
Adapun hadiah umrah itu didapat Azis saat ia menjadi narasumber di acara TV yang dipandu oleh Raffi Ahmad dan Irfan Hakim.
Saat ini pun Azi dan sang istri tengah berada di tanah suci.
"Alhamdulilah saat ini saya sedang ibadah umrah. Diberangkatkan oleh a Raffi Ahmad dan a Irfan Hakim," kata Aziz saat dihubungi TribunJakarta,com, Senin (3/8/2026).
Azis mengaku sama sekali tak menyangka dirinya bersama sang istri bisa berangkat umrah bersama.
"Alhamdulilah. Sebab ini hadiah yang sangat besar buat saya dan sebuah keinginan yang akhirnya bisa terwujud," ucap Azis.
Azis tak sendiri, ia tiap hari membonceng putri sulungnya yang juga sekolah di tempat ia mengajar.
"Anak sulung saya juga sekolah di sini, dia kelas 3. Jadi tiap hari berangkat dan pulangnya bareng saya," kata Azis saat ditemui di sela waktunya mengajar di MI Nurul Islam 1 pada periode April 2026.
Azis bercerita, dirinya terpaksa menggunakan sepeda lipat menuju sekolah sejak Desember 2025. Hal itu ketika sepeda motor pemberian sang paman hilang di rumahnya.
Alhasi, perjalanan yang sebelumnya hanya memakan waktu 10 menit kini berubah menjadi hingga 30 menit.
Tak jarang, ia harus berpacu dengan waktu agar tidak terlambat sampai ke sekolah. Meski demikian, semangatnya tak pernah surut
"Jadi saya kadang suka terlambat juga kalau datang ke sekolah. Kadang enggak enak sama kepala sekolah dan guru-guru yang lain," ujarnya.
Jalur yang ia lalui merupakan jalan besar yang dipadati kendaraan berat, termasuk truk kontainer.
Risiko kecelakaan menjadi ancaman nyata setiap harinya.
Selain, itu ia juga harus melewati tanjakan yang cukup tinggi hinggamembuatnya harus turun menuntun sepedanya.
“Kadang takut, khawatir kesenggol kendaraan besar. Tapi tetap dijalani,” tuturnya.
Di tengah keterbatasan, Aziz sebenarnya sempat mempertimbangkan menggunakan transportasi umum seperti JakLingko.
Namun, akses yang berputar dan memakan waktu lebih lama membuatnya memilih tetap bersepeda.
“Kalau naik JakLingko harus muter dulu tiga kali transit jadi malah lebih lama. Lebih efektif naik sepeda, satu jalur,” jelasnya.
Azis sudah menjadi guru honorer di MI Nurul Islam 1 sejak tahun 2018 dengan penghasilan yang pas-pasan yakni Rp 2 juta perbulannya.
"Awalnya gajinya itu Rp 700 ribu. Terus meningkat tiap tahunnya dan sekarang Rp 2 juta perbulan," ujar Azis.
Dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat membuat Azis harus mencari tambahan penghasilan demi menghidupi istri dan dua anaknya.
Di luar mengajar, Aziz aktif mengisi khutbah Jumat, pengajian, hingga melatih qasidah dan hadroh di majelis taklim.