TRIBUNBATAM.id - Jerit tangis bersahutan di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8/2026), pukul 00.15 WIB.
Suasana haru sangat terasa ketika korban KM Mutiara Sentosa 2 bertemu dengan keluarga.
Deni Tristiawan menangis histeris. Ia memandang sang istri dari balik kaca.
Tangan keduanya berusaha bersentuhan namun terhalang kaca.
Deni Tristiawan berhasil selamat saat insiden kapal terbakar di Sumenep, Madura.
Fisiknya lemah. Tangan kanan berusaha menyentuh tangan istrinya, sementara tangan kiri memegang minuman kemasan.
Beberapa korban menceritakan upaya menyelamatkan diri dari peristiwa kebakaran yang menghanguskan KMP Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026) pagi.
Penumpang asal Tulungagung, Bambang menceritakan, sebelum muncul kobaran api, dirinya baru bangun tidur, kemudian dilanjutkan dengan sarapan.
"Tiba tiba ada asap dari api dari bawah. Kurang tahu sumber api. Kami panik lari ke tempat aman," kata Bambang.
Pada waktu bersamaan, lanjut Bambang, petugas kapal membagikan pelampung kepada seluruh penumpang.
"Posisi kebakaran di bagian belakang bawah. Saya lari ke depan cari tempat aman. Api sudah merambat kemana-mana," imbuhnya.
"Semua penumpang lompat. Cukup lama mengapung 3 jam sampai akhirnya diselamatkan kapal. Saya bersyukur tidak apa-apa, cuma tadi lompat tidak bersamaan. Kapal sudah miring terbakar habis," tutup Bambang.
Hal senada juga disampaikan Ahmad.
Korban asal Tulungagung yang masih satu kamar dengan Bambang tersebut, terkejut lantaran mendengar suara teriakan.
"Pagi-pagi ada asap kebakaran. Saya di kamar baru bangun sambil sarapan. Sudah ada yang mengarahkan. Kebetulan saya sama Bambang mau ke Makassar, kirim barang," ucap Ahmad.
Meski bersyukur telah menyelamatkan diri, namun Ahmad dan Bambang kehilangan satu orang temannya.
"Setengah 2 siang kami diselamatkan kapal lain. Naik KM Meratus, langsung diberi pertolongan pertama. Cuma salah satu teman kami belum diketahui keberadaannya," pungkas Ahmad.
Penumpang lain, Darwis, menuturkan, api merembet begitu cepat membuat ia bergegas lari ke Anjungan Kapal.
"Bangun sarapan teriak teriak ada kebakaran panik berlarian. Sempat melihat api, lalu lari ke Anjungan, bertahan 2 jam."
"Diberi aba-aba ngumpul ada Kapal Meratus, diarahkan lompat semua, sekitar 7 meter," bebernya.
"Api merembet ke depan sampai ke anjungan, saya terapung laut 3 jam, diselamatkan 3 kapal. Saya berangkat sendirian, mau ke Makassar kirim barang," tutup Darwis, asal Makassar.
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sumenep merilis pembaruan data resmi terkait manifes dan hasil evakuasi korban musibah terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura.
Plt Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ardan, membeberkan bahwa berdasarkan dokumen manifes resmi, KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya–Makassar tersebut secara keseluruhan mengangkut sebanyak 271 orang.
Jumlah tersebut mencakup 232 orang penumpang, 26 orang Anak Buah Kapal (ABK), serta 13 orang ABK tambahan.
"Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran, pendataan, dan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan. Data ini masih bersifat dinamis dan terus kami perbarui sesuai perkembangan operasi SAR di lapangan," ujar Ipda Ardan, Minggu (2/8/2026).
Basarnas Surabaya memaparkan kronologi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).
Berikut kronologinya :
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan sebagian penumpang terpaksa melompat ke laut demi menyelamatkan diri sebelum dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.
"Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor. Di sekitar lokasi ada empat kapal yang merapat. Pukul 10.20 WIB, KN SAR 249 Permadi menuju ke lokasi dengan estimasi waktu tempuh enam jam," tandasnya.
Lima orang penumpang dikabarkan meninggal dunia dan 227 orang penumpang lainnya selamat dalam insiden terbakarnya Kapal KMP Mutiara Sentosa 2 bermuatan logistik di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026) pagi.
Berdasarkan Kantor SAR Surabaya, data terbaru penumpang yang berhasil dievakuasi sejak pagi hingga pukul 17.00 WIB, tercatat 227 orang penumpang selamat, sedangkan lima orang lainnya dikabarkan meninggal dunia (MD).
Proses evakuasi dibantu enam kapal yang sedang berlayar di dekat titik lokasi kebakaran.
Total sebanyak 12 armada kapal dikerahkan dalam Operasi SAR gabungan untuk menyelamatkan para korban musibah terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026).
Sebagian dari kapal penolong tersebut dijadwalkan akan membawa para korban selamat untuk bersandar langsung di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, membeberkan bahwa empat kapal evakuasi diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pada Minggu (2/8/2026) malam hingga Senin (3/8/2026) dini hari.
“Empat kapal yang membantu proses evakuasi dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak mulai Minggu (2/8/2026) pukul 23.00 WIB hingga sekitar pukul 01.00 WIB pada Senin (3/8/2026),” jelas Purwanto