MotoGP 2027 Bakal Berubah Total, Ini Daftar Aturan Baru yang Wajib Diketahui
Joko Widiyarso August 03, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Musim 2027 bakal menjadi titik balik besar buat MotoGP. 

Pasalnya, motor yang dipakai akan berubah cukup drastis lewat regulasi teknis baru yang sudah disahkan Komisi Grand Prix.

Perubahan ini disebut sebagai perombakan teknis terbesar sejak MotoGP kembali menggunakan mesin 1000cc pada 2012. 

Berikut beberapa aturan baru yang mulai berlaku pada musim 2027.

Kapasitas Mesin Turun dari 1000cc Jadi 850cc

Perubahan paling mendasar ada pada kapasitas mesin. 

Motor MotoGP akan memakai mesin 850cc, turun dari 1000cc yang digunakan saat ini. 

Diameter silinder maksimum juga diperkecil dari 81 mm menjadi 75 mm.

Meski kapasitasnya turun, konfigurasi mesin tetap mempertahankan empat silinder dan siklus empat langkah. 

Dampaknya, tenaga mesin yang saat ini bisa menembus lebih dari 300 dk diperkirakan turun ke kisaran 250 sampai 260 dk.

Kenapa Mesin Diperkecil?

Alasan utamanya berkaitan dengan keselamatan. 

Dalam beberapa musim terakhir, motor MotoGP sudah mencapai kecepatan yang sangat tinggi, bahkan top speed-nya bisa menembus 366 km/jam.

Kecepatan tersebut dinilai mulai melampaui batas yang ideal untuk sejumlah sirkuit lama, terutama dari sisi ruang pengereman dan area keselamatan. 

Regulasi baru juga diharapkan mengurangi efek dirty air, yaitu turbulensi udara dari motor di depan yang selama ini membuat pembalap kesulitan mengikuti lawan dari jarak dekat.

Jatah Mesin Dikurangi

Bukan hanya kapasitasnya yang berubah, jumlah mesin yang boleh digunakan setiap pembalap selama satu musim juga dipangkas dari tujuh menjadi enam unit.

Artinya, pabrikan tidak hanya dituntut membuat mesin yang kencang, tetapi juga jauh lebih andal karena harus bertahan dalam jumlah balapan yang tetap panjang.

Bahan Bakar Beralih ke 100 Persen Ramah Lingkungan

Mulai 2027, seluruh motor MotoGP wajib menggunakan bahan bakar 100 persen ramah lingkungan. 

Sebelumnya, sejak 2024, kandungan bahan bakar berkelanjutan baru diwajibkan minimal 40 persen.

Bersamaan dengan itu, kapasitas tangki bahan bakar juga dikurangi dari 22 liter menjadi 20 liter.

Aerodinamika Dipangkas

Salah satu perubahan yang paling mencolok ada di sektor aerodinamika.

Bagian atas fairing depan akan dibuat 50 mm lebih sempit, sementara hidung motor dipindahkan 50 mm ke belakang untuk mengurangi efek aerodinamika, terutama saat melaju di trek lurus maupun memasuki area pengereman.

Komponen aerodinamika belakang atau yang sering dijuluki stegosaurus juga akan masuk dalam sistem homologasi. 

Artinya, setiap pabrikan hanya diperbolehkan melakukan satu pembaruan selama satu musim.

Ride Height Device dan Holeshot Device Dihapus

MotoGP juga resmi melarang penggunaan ride height device dan holeshot device.

Perangkat yang selama ini membantu meningkatkan traksi dan stabilitas saat start maupun keluar tikungan itu dihapus untuk menekan biaya pengembangan sekaligus membuat persaingan lebih banyak ditentukan kemampuan pembalap dan karakter dasar motor.

Tidak Boleh Ada Motor Cadangan?

Perubahan lain yang cukup besar adalah di area pit.

Untuk musim 2027, ada rencana bahwa pembalap tidak lagi diperbolehkan memiliki dua motor yang siap digunakan bersamaan di garasi. 

Jika sampai diresmikan, aturan ini otomatis menghapus skenario berpindah motor saat kondisi lintasan tiba-tiba berubah karena hujan.

Konsekuensinya, mekanik harus bekerja lebih cepat jika diperlukan perubahan ban atau setelan motor dalam kondisi tertentu.

Sistem Konsesi Direset

Sistem konsesi pabrikan juga akan dimulai dari awal.

Seluruh pabrikan yang mengikuti musim 2026 akan memulai musim 2027 dari Peringkat B. 

Penilaian berikutnya baru dilakukan pada pertengahan musim berdasarkan hasil balapan 2027, sehingga performa sebelum perubahan regulasi tidak lagi diperhitungkan.

Balapan Diprediksi Lebih Ketat

Direktur Teknis MotoGP, Corrado Cecchinelli, mengatakan regulasi baru ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan sekaligus membuat jalannya balapan lebih menarik. 

Pengurangan efek aerodinamika diharapkan membuat pembalap lebih mudah mengikuti motor di depannya tanpa kehilangan stabilitas saat pengereman.

Di sisi lain, karakter motor 850cc juga diharapkan lebih dekat dengan teknologi motor produksi massal, sejalan dengan upaya MotoGP menjaga keterkaitan antara dunia balap dan kendaraan yang dipakai di jalan raya.

Karena itu, jangan heran kalau motor MotoGP musim 2027 nanti terlihat lebih ramping dengan kecepatan puncak yang sedikit menurun. 

Meski begitu, persaingan justru diperkirakan bakal semakin rapat karena kesenjangan teknologi antar tim diharapkan tidak lagi sebesar sekarang.

(MG Farhatiy Rijal)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.