SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Wakil Presiden Sriwijaya FC Mohammad David membantah tegas isu yang menyebut Sriwijaya FC akan diakuisisi oleh Persiker Kerom Papua.
Menurut David, kabar yang beredar tersebut merupakan hoaks dan tidak secara spesifik mengarah kepada Sriwijaya FC.
"Tidak itu, hoaks. Itu kan bukan hanya tertuju kepada Sriwijaya FC saja. Isu itu tertuju ke tiga klub Liga Nusantara yang ada di Sumatera. Bukan berarti Sriwijaya FC," tegas Mohammad David kepada Sripoku.com, Senin (3/8/2026).
David yang juga menjabat Ketua Askot PSSI Palembang mengatakan, apabila benar ada rencana akuisisi dari pihak luar, tentu manajemen pusat maupun pemilik klub akan lebih dulu berkoordinasi dengannya.
"Sejauh ini belum ada. Pak Alex Rusli selaku owner sampai saat ini belum ada koordinasi dengan kami terkait hal ini. Sejauh ini saya berkoordinasi dengan Pak Alex Rusli, landai-landai saja," ujar CEO David FC tersebut.
Pernyataan David memperkuat bantahan yang sebelumnya disampaikan Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH.
Qusoi memastikan isu Sriwijaya FC akan diakuisisi Persiker Kerom Papua tidak benar dan tidak memiliki dasar yang jelas.
"Saya jelaskan isu itu untuk Sriwijaya FC hoaks. Tidak mungkin dijual atau diakuisisi oleh klub lain, apalagi di Papua, ujung tanah air," kata Qusoi.
Ia menilai berbagai langkah yang dilakukan manajemen dalam beberapa pekan terakhir justru menunjukkan komitmen menyelamatkan Sriwijaya FC menghadapi kompetisi Liga Nusantara musim 2026/2027.
Salah satunya melalui pembagian kaus bertajuk Misi Penyelamatan Sriwijaya FC di Simpang Lima DPRD Sumsel yang melibatkan manajemen, legenda klub, dan kelompok suporter.
"Itu menyatakan simbol bahwa Sriwijaya FC masih ada, tetap berdiri di Bumi Sriwijaya ini. Tidak mungkin bakal dijual," ujarnya.
Qusoi juga mengungkapkan isu tersebut sebenarnya berasal dari desas-desus yang berkembang di kalangan suporter di Pekanbaru.
Menurutnya, informasi yang beredar lebih mengarah kepada klub asal Pekanbaru, bukan Sriwijaya FC.
"Isunya yang akan dijual adalah Pekanbaru FC karena tidak memiliki basis suporter. Seluruh suporter di sana hanya mendukung PSPS Pekanbaru," katanya.
• Sumsel United Mulai Bergerak, 24 Pemain Lokal Datang ke Palembang dan Langsung Jalani MCU
Ia menambahkan kondisi tersebut sangat berbeda dengan Sriwijaya FC yang memiliki basis suporter kuat dan loyal di Sumatera Selatan.
"Kalau di Sumsel, suporternya mati-matian mendukung Sriwijaya FC selamanya. Tidak ada klub lain," tegasnya.
Karena itu, Qusoi mengimbau masyarakat Sumatera Selatan dan seluruh pendukung Sriwijaya FC agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya.
"Jadi isu desas-desus Sriwijaya FC bakal diakuisisi Persiker Kerom Papua itu tidak benar. Untuk masyarakat Sumsel, suporter, khususnya warga Palembang, tetap tenang," pungkasnya.