Saat Terjadi Banjir di Nunukan, Mobil Warga Sempat Terseret Arus dan Tersangkut di Pohon
Junisah August 03, 2026 03:40 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, sejak dini hari hingga pagi, Senin (3/8/2026), menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.

Beberapa lokasi yang terdampak banjir di antaranya kawasan Sei Sembilan di Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Jalan Fatahillah di Kelurahan Nunukan Tengah, Jalan Lumba-Lumba, Pasar Baru, hingga kawasan Sei Bilal.

Salah seorang warga Sei Bilal, Cicah Hernani (47), mengaku banjir datang secara tiba-tiba saat dirinya dan keluarga masih tertidur.

"Jam tiga pagi kami semua masih tidur. Tiba-tiba air naik. Sepertinya ada luapan air dari sungai, mungkin bendungan penuh atau bagaimana, pokoknya langsung banjir," ujar Cicah kepada TribunKaltara.com, Senin (3/8/2026).

Baca juga: Breaking News Banjir Terjang Nunukan, Puluhan Rumah Terendam Setinggi Pinggang Orang Dewasa

Menurutnya, sekitar pukul 04.00 Wita, ketinggian air terus bertambah hingga membuat warga panik.

"Jam empat subuh air sudah tinggi. Warga mulai panik, sebagian mengungsi. Bahkan ada yang menggunakan tali untuk menyeberang karena arusnya deras," katanya.

Tak hanya merendam rumah warga, derasnya arus banjir juga menggeser sejumlah mobil yang terparkir di halaman rumah.

"Mobil kami sempat bergeser terbawa arus, tapi syukurnya tersangkut di pohon sehingga tidak hanyut. Ada juga beberapa mobil lain yang ikut terbawa," ungkapnya.

Saat banjir mencapai puncaknya, kata Cicah, warga tidak sempat menyelamatkan kendaraan maupun barang berharga lainnya.

"Kami sudah tidak bisa mengeluarkan mobil karena arusnya terlalu deras. Yang sempat diselamatkan hanya surat-surat penting," ujarnya.

Baca juga: Banjir 3 Desa di Sebatik Tengah Nunukan Rendam Sekolah, Masjid, hingga Kantor Desa

Meski sempat terendam banjir, kendaraan miliknya kini sudah dapat digunakan kembali.

Cicah mengaku banjir kali ini merupakan yang paling parah sepanjang hidupnya.

"Saya sudah umur 47 tahun. Dulu memang pernah banjir, tapi tidak separah ini. Ini yang paling parah," katanya.

Ia memperkirakan tinggi genangan mencapai dada orang dewasa, sementara untuk anak-anak hampir menutupi seluruh tubuh.

Menurutnya, banjir kemungkinan dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan debit sungai meningkat, ditambah kondisi air laut yang sedang pasang.

"Sepertinya air dari bendungan naik, kemudian bertemu air laut pasang sehingga banjir tidak bisa dikendalikan," ucapnya.

Selain rumah dan kendaraan, berbagai perabotan milik warga juga rusak akibat terendam banjir.

Cicah rumahnya kebanjiran di Nunukan 02 03082026
BANJIR DI NUNUKAN - Cicah Hernani, warga Sei Bilal, Kelurahan Nunukan Barat, menunjukkan kondisi rumahnya yang terdampak banjir usai hujan deras mengguyur Kabupaten Nunukan, Senin (3/8/2026). Menurutnya, banjir datang secara tiba-tiba sekitar pukul 03.00 Wita saat warga masih terlelap dan menjadi yang terparah yang pernah dialaminya.

"Rumah, mobil, perabotan, semuanya kena. Yang penting kami semua selamat," tuturnya.

Banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.00 Wita, mencapai puncaknya sekitar pukul 04.00 Wita, kemudian mulai surut pada pukul 07.00 hingga 08.00 Wita.

Saat air mulai surut, warga keluar rumah untuk melihat kondisi lingkungan sekaligus membersihkan lumpur yang terbawa banjir.

Cicah berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada warga terdampak sekaligus melakukan langkah antisipasi agar banjir serupa tidak kembali terjadi.

"Harapannya semoga ini menjadi yang terakhir dan ada bantuan bagi warga yang terdampak banjir," pungkasnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.