TRIBUNNEWS.COM - Tingkat fatalitas lalu lintas di Indonesia masih tergolong tinggi, terbukti dari data Korlantas Polri yang mencatat 158.508 kasus kecelakaan dengan 24.296 korban jiwa sepanjang tahun 2025.
Kondisi ini menuntut setiap pengemudi untuk senantiasa mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Pada Sabtu (1/8/2026) lalu, sebuah truk tangki pengangkut BBM menabrak mobil pikap di kawasan Gunung Raya, Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan.
Sebanyak tujuh orang meninggal akibat kecelakaan tersebut terdiri dari penumpang pikap serta sopir truk.
Kecamatan Mantewe berbatasan langsung dengan Kabupaten Kotabaru di sebelah utara dan timur, serta dilalui oleh jalur alternatif penting yang menghubungkan antarwilayah Kabupaten Tanahbumbu.
Para penumpang pikap merupakan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (Unu Kalsel) dan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanahbumbu.
Rombongan mahasiswa berencana liburan ke kawasan Sungai Alut, Kecamatan Mantewe.
Di tengah perjalanan, kendaraan pikap yang dinaiki bertabrakan dengan truk tangki BBM.
Baca juga: Kecelakaan di Pasuruan Jatim dan Jambi Hari Ini, Ada Korban Meninggal, Ada yang Hilang
Identitas tujuh korban jiwa yakni:
Wakil Rektor III UNU Kalsel, Dr Ir Murjani, menerangkan korban merupakan mahasiswa semester enam yang baru menjalani KKN selama dua pekan.
Pihak kampus langsung mendatangi lokasi kecelakaan setelah mendapat kabar mahasiswa meninggal.
Baca juga: Cegah Kecelakaan Berulang di Sibolangit, Bobby Nasution: Kita Ingin Jalur Logistik dan Mobil Dipisah
Kini, seluruh mahasiswa KKN dipulangkan dan program tersebut dihentikan sementara.
Evaluasi menyeluruh dilakukan agar insiden serupa tak terjadi.
Seluruh jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Penyebab kecelakan masih diselidiki Polres Tanahbumbu.
Kepala Tata Usaha Puskesmas Mantewe, Muhammad Maulana, menjelaskan para korban meninggal di lokasi kejadian.
Evakuasi dilakukan bertahap menggunakan dua unit ambulans milik puskesmas.
"Jadi tadi dua kali jemput, pertama dua perempuan, lalu dua orang laki-laki yang tak lain adalah sopir," jelasnya.
(Tribunnews.com/Mohay) (Banjarmasinpost.com/Fikri)