SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Penularan kasus HIV/AIDS di Sumatera Selatan terus menunjukkan dinamika dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data pemutakhiran terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan, tercatat sebanyak 300 kasus baru AIDS terdeteksi dan tersebar di 17 kabupaten/kota se-Sumsel.
Meski angka kumulatif provinsi terus diwaspadai, potret sebaran di tingkat daerah menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan.
Di tengah tingginya temuan di pusat-pusat perkotaan, terdapat lima daerah yang mencatatkan jumlah temuan kasus baru AIDS paling sedikit di Bumi Sriwijaya.
Baca juga: Menelisik 3 Daerah dengan Jumlah Sepeda Motor Paling Sedikit di Sumsel
Berikut adalah gambaran lima daerah dengan angka temuan kasus AIDS terendah di Sumatera Selatan:
1. Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI): Temuan Paling Minim
Kabupaten PALI berada di urutan pertama sebagai wilayah dengan temuan kasus AIDS baru paling sedikit di Sumsel. Berdasarkan data BPS, daerah otonom ini hanya mencatatkan 1 kasus baru.
2. Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara): Hanya 2 Kasus
Di posisi kedua, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang berada di wilayah perbatasan barat Sumsel mencatatkan sebanyak 2 kasus baru AIDS.
3. Kabupaten Ogan Ilir: Merekam 4 Kasus
Kabupaten Ogan Ilir, sebagai daerah penyangga ibu kota provinsi, berada di peringkat ketiga dengan mencatatkan 4 kasus baru AIDS.
4. Kota Pagar Alam: Wilayah Pegunungan dengan 5 Kasus
Kota Pagar Alam yang berada di kaki Gunung Dempo mencatatkan angka temuan kasus AIDS yang relatif rendah, yakni sebanyak 5 kasus baru.
5. Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU): Mencatatkan 6 Kasus
Melengkapi daftar lima besar, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mencatatkan 6 kasus baru AIDS yang terdeteksi di wilayahnya.