Eksplorasi Sungai Citarum Hilir Temukan 23 Jenis Ikan, Belida Jawa Hingga Tawes Masih Lestari
Ravianto August 03, 2026 12:29 PM

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Tim Litbang Forum Karawang Daerah Aliran Sungai Citarum (Forkadasc+) terus melanjutkan identifikasi keanekaragaman hayati di kawasan Sungai Citarum Hilir.

Hingga awal Agustus 2026, survei telah mencapai wilayah Tunggakjati ke arah Muara Gembong atau sekitar setengah dari keseluruhan lintasan penelitian.

Peneliti Litbang Forkadasc+, Willy Firdaus, mengatakan proses identifikasi masih terus berlangsung dan menyisakan setengah jalur lagi, yakni dari Tanjungpura menuju Bendungan Jatiluhur.

"Alhamdulillah identifikasi ikan endemik Sungai Citarum Hilir sudah sampai Tunggakjati ke arah Muara Gembong."

"Artinya sekitar setengah perjalanan telah kami lalui. Tinggal menyelesaikan setengah jalur lagi, yaitu antara Tanjungpura menuju Bendungan Jatiluhur," ujar Willy, Senin (3/8/2026).

Hasil pendataan sementara menunjukkan tim telah berhasil mengidentifikasi 23 spesies ikan, 2 spesies udang, serta empat jenis satwa perairan lainnya yang terdiri atas tiga spesies reptil dan satu spesies kepiting sungai.

Baca juga: Modifikasi Cuaca Dilakukan di Wilayah Sungai Citarum untuk Tambah Tampungan Air di Tiga Waduk

Adapun 23 spesies ikan yang berhasil didata meliputi belida jawa (Notopterus notopterus), ompok (Ompok siluroides), utik (Arius oetik), senggal (Hemibagrus planiceps), lundu (Mystus gulio), keting (Mystus singaringan), kebogerang (Mystus nigriceps), tageh (Hemibagrus nemurus), tawes (Barbonymus gonionotus).

Kemudian ada  lalawak (Barbonymus balleroides), lukas (Dangila cuvieri), hampala (Hampala macrolepidota), nilem (Osteochilus hasselti), paray (Rasbora argyrotaenia), seriding (Ambassis nalua), bobosok (Oxyeleotris marmorata), sepat (Trichopodus trichopterus.

Ikan betok (Anabas testudineus), gabus (Channa striata), boso (Glossogobius aureus), gelodok panjang (Pseudapocryptes elongatus), belut (Monopterus albus), dan sisili (Mastacembelus armatus).

Menurut Willy, dari seluruh spesies yang ditemukan, ikan tawes menjadi jenis yang paling mendominasi.

"Dari 23 spesies ikan yang berhasil kami identifikasi, yang paling banyak adalah ikan tawes dengan jumlah mencapai 88 ekor," katanya.

Sementara itu, untuk kelompok krustasea, tim menemukan dua spesies udang, yakni udang galah (Macrobrachium rosenbergii) dan udang sungai (Caridina sp.).

Khusus udang galah, populasinya cukup melimpah di kawasan Pakisjaya hingga Muara Gembong dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari ukuran kecil hingga dewasa.

illy mengatakan, hasil identifikasi ini menunjukkan kawasan Citarum Hilir masih menyimpan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi.

Data tersebut akan menjadi basis informasi ilmiah untuk mendukung upaya konservasi, pemantauan kualitas lingkungan, serta pelestarian spesies ikan lokal di sepanjang aliran Sungai Citarum.

"Harapannya, setelah survei dari Tanjungpura hingga Bendungan Jatiluhur selesai, kami dapat menyajikan data yang lebih lengkap mengenai potensi biodiversitas perairan Citarum Hilir," kata dia.(Cikwan Suwandi)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.