Latar Belakang 15 Anggota Kabinet Bayangan Indonesia: Profil, Pendidikan, dan Kepakaran 15 Tokoh
Suci BangunDS August 03, 2026 01:35 PM

TRIBUNNEWS.COM - Keberadaan Kabinet Bayangan Indonesia atau shadow cabinet menuai sorotan dari sejumlah kalangan.

Dibentuk oleh Koalisi Masyarakat Sipil pada 27 Juli 2026, Kabinet Bayangan beranggotakan 15 orang yang mayoritas adalah akademisi, peneliti, dan aktivis masyarakat sipil.

Pembentukan Kabinet Bayangan sebagai wadah pengawasan dan penyeimbang terhadap pemerintahan Prabowo Subianto melalui Kabinet Merah Putih.

Kabinet ini disusun dengan konsep kabinet zaken, yakni menempatkan tokoh-tokoh yang dipilih berdasarkan kompetensi dan keahlian di bidangnya masing-masing, tanpa mempertimbangkan afiliasi politik sebagai faktor utama.

Satu di antara sosok yang berada di Kabinet Bayangan adalah pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas, Feri Amsari yang menjadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

Kabinet Bayangan dibentuk bukan sebagai tandingan pemerintah, melainkan untuk fungsi check and balances serta penyusun alternatif kebijakan berbasis bukti (evidence).

Nantinya, setiap 'menteri' Kabinet Bayangan akan menjadi counterpart langsung bagi menteri Kabinet Merah Putih dalam isu yang sama.

Baca juga: Profil Kabinet Bayangan dan Daftar 15 Menterinya

Latar Belakang 15 Anggota Kabinet Bayangan Indonesia

Lantas, seperti apa latar belakang anggota Kabinet Bayangan?

Berikut profil singkat 15 anggota Kabinet Bayangan termasuk pendidikan sebagaimana dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber:

1. Menteri Sekretaris Negara, Feri Amsari

Foto profil pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas Feri Amsari seusai diwawancarai secara khusus di Studio Tribun Network, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2024).
Foto profil pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas Feri Amsari seusai diwawancarai secara khusus di Studio Tribun Network, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2024). (TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE)

Feri Amsari merupakan seorang akademisi dan pakar hukum tata negara Indonesia. 

Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas ini pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas pada periode 2017–2023. 

Feri Amsari menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 Ilmu Hukum di Universitas Andalas sehingga memiliki gelar akademik SH dan MH.

Ia memiliki gelar tambahan yaitu LL.M. dari William & Mary Law School, Amerika Serikat.

Kepakarannya meliputi hukum tata negara, konstitusi, hukum acara di Mahkamah Konstitusi, partai politik dan pemilu, hingga tata kelola pemerintahan yang baik dan antikorupsi

Dalam Kabinet Bayangan Indonesia, Feri Amsari menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara, yang bertugas mengoordinasikan administrasi kabinet serta mendukung penyelenggaraan fungsi pemerintahan kabinet bayangan.

2. Menteri Perekonomian, Media Wahyudi Askar

Direktur Kebijakan Publik Celios Media Wahyudi Askar
KABINET BAYANGAN - Direktur Kebijakan Publik Celios Media Wahyudi Askar (dok. Fisipol UGM)

Dalam Kabinet Bayangan Indonesia, Media Wahyudi Askar menjabat sebagai Menteri Perekonomian. Ia bertugas mengawasi dan memberikan alternatif kebijakan terhadap sektor perekonomian nasional.

Media Wahyudi Askar adalah akademisi, ekonom, dan peneliti kebijakan publik Indonesia. 

Saat ini, Media Wahyudi Askar mengajar di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM).

Jabatan lain yang diemban Media Wahyudi Askar adalah Direktur Kebijakan Publik pada Center of Economic and Law Studies (CELIOS). 

Bidang kepakarannya meliputi ekonomi pembangunan, kebijakan fiskal, kemiskinan dan ketimpangan, keuangan inklusif, serta evaluasi kebijakan publik. 

Gelar akademiknya adalah Sarjana Ilmu Politik (SIP) dari UGM pada 2012 serta Master of Science (M.Sc.) dari Universitas Manchester, Inggris.

Pendidikan akademiknya kemudian disempurnakan dengan meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) juga dari Universitas Manchester pada 2019.

3. Menteri Luar Negeri, Shofwan Al Banna

Dalam Kabinet Bayangan Indonesia, Shofwan Al Banna Choiruzzad yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri bertugas mengawasi serta memberikan alternatif kebijakan terhadap penyelenggaraan politik luar negeri dan diplomasi Indonesia.

Shofwan Al Banna Choiruzzad adalah akademisi dan pakar hubungan internasional Indonesia. 

Ia merupakan dosen sekaligus Associate Professor pada Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI).

Shofwan juga menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif ASEAN Studies Center UI. 

Bidang kepakarannya meliputi hubungan internasional, politik luar negeri Indonesia, ekonomi politik internasional, regionalisme ASEAN, dan tata kelola global. 

Dalam bidang akademik, Shofwan memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang hubungan internasional dengan meraih gelar Bachelor of Social Science (B.Soc.Sc.) dari UI. 

Selanjutnya, ia memperoleh gelar Master of Arts (M.A.) bidang International Studies dari Meijigakuin University Jepang, dan menyelesaikan program doktor (Ph.D.) bidang International Studies di Ritsumeikan University, Jepang.

4. Menteri Sosial dan Layanan Dasar, Nabiyla Risfa Izzati

Pakar Hukum Perburuhan UGM Nabiyla Risfa Izzati di acara diskusi publik bertajuk Kupas Tuntas Perppu Cipta Kerja bertajuk Bentuk Paripurna Ambruknya Negara Hukum dan Demokrasi di kanal Youtube KontraS, Jumat (6/1/2023).
Pakar Hukum Perburuhan UGM Nabiyla Risfa Izzati di acara diskusi publik bertajuk Kupas Tuntas Perppu Cipta Kerja bertajuk Bentuk Paripurna Ambruknya Negara Hukum dan Demokrasi di kanal Youtube KontraS, Jumat (6/1/2023). (Tangkapan Layar: Kanal Youtube KontraS)

Nabiyla Risfa Izzati adalah akademisi dan pakar hukum ketenagakerjaan Indonesia. 

Ia juga dipercaya sebagai Wakil Direktur Research Center for Law, Gender, and Society UGM, Adjunct Researcher di Centre for Digital Society (CfDS) UGM, serta peneliti Fairwork Indonesia.

Ia merupakan dosen Fakultas Hukum UGM yang tengah menempuh program doktor di Queen Mary University of London. 

Sebelum menempuh pendidikan doktoral, Nabiyla menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Gadjah Mada pada 2014.

Ia kemudian melanjutkan studi Magister Hukum bidang International Civil and Commercial Law di Leiden University, Belanda, dengan dukungan Beasiswa LPDP dan lulus pada 2015.

Bidang kepakarannya meliputi hukum ketenagakerjaan, perlindungan pekerja, ekonomi digital, kesetaraan gender di dunia kerja, serta kebijakan sosial. 

Dalam Kabinet Bayangan Indonesia, Nabiyla Risfa Izzati menjabat sebagai Menteri Sosial dan Layanan Dasar

Tugasnya mengawasi serta memberikan alternatif kebijakan di bidang kesejahteraan sosial, perlindungan kelompok rentan, dan penyediaan layanan dasar bagi masyarakat.

5. Menteri Kesehatan, Irma Hidayana

Irma Hidayana adalah akademisi, peneliti, dan aktivis kesehatan masyarakat Indonesia. 

Ia merupakan dosen kesehatan masyarakat di Hofstra University, Amerika Serikat, serta dikenal sebagai salah satu pendiri inisiatif LaporCOVID-19 dan Rumah Sehat Rakyat. 

Irma menyelesaikan studi S1 di Filsafat UGM, S2 di Kesehatan Publik Monclair State University, AS, dan S3 di bidang Ilmu Kesehatan dan Perilaku di Columbia University, AS.

Bidang kepakarannya meliputi kesehatan masyarakat, hak atas kesehatan, gizi anak, determinan komersial kesehatan, inovasi kesehatan digital, serta perlindungan ibu dan anak. 

Dalam Kabinet Bayangan Indonesia, Irma Hidayana menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

Ia bertugas mengawasi serta memberikan alternatif kebijakan di bidang kesehatan, pelayanan kesehatan, dan kesehatan masyarakat.

6. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Iman Zanatul Haeri

KETERANGAN SAKSI MK - Koordinator Nasional P2G, Iman Zanatul Haeri, selaku saksi pemohon menyampaikan keterangan sebagai saksi dalam sidang uji materi UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (15/6/2026). Dalam keterangannya, Iman menyoroti dampak kebijakan anggaran MBG pemerintah terhadap kesejahteraan guru ASN PPPK paruh waktu.
KETERANGAN SAKSI MK - Koordinator Nasional P2G, Iman Zanatul Haeri, selaku saksi pemohon menyampaikan keterangan sebagai saksi dalam sidang uji materi UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (15/6/2026). Dalam keterangannya, Iman menyoroti dampak kebijakan anggaran MBG pemerintah terhadap kesejahteraan guru ASN PPPK paruh waktu. (mkri.id)

Di Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Ia bertugas mengawasi serta memberikan alternatif kebijakan di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Peran ini tak terlepas dari latar belakang Iman Zanatul Haeri yang merupakan seorang pendidik, peneliti, dan pemerhati kebijakan pendidikan Indonesia. 

Saat ini, ia mengajar sebagai guru sejarah di Madrasah Aliyah Al-Tsaqafah Jakarta.

Iman menempuh pendidikan tinggi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan meraih gelar Sarjana (S1) serta Magister (S2) dengan konsentrasi pada bidang Pendidikan Sejarah.

Jabatan lain yang diemban Iman adalah sebagai Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). 

Bidang kepakarannya meliputi pendidikan sejarah, kebijakan pendidikan, advokasi guru, pengembangan kurikulum, dan kesejahteraan tenaga pendidik.

7. Menteri Hak Perempuan dan Marjinal, Khoirunnisa Nur Agustyati

Khoirunnisa Nur Agustyati menempuh pendidikan sarjana sosiologi di Universitas Indonesia dan melanjutkan studi magister ilmu politik di universitas yang sama.

Memiliki latar belakang di bidang advokasi penguatan demokrasi inklusif dan partisipasi publik dalam perumusan kebijakan, maka Khoirunnisa 'menduduki' jabatan Menteri Hak Perempuan dan Marjinal.

Tugasnya mengawasi serta memberikan alternatif kebijakan di bidang perlindungan hak perempuan, kesetaraan, dan pemenuhan hak kelompok marjinal.

Khoirunnisa juga merupakan peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang memiliki fokus pada isu demokrasi, pemilu, representasi politik, kesetaraan gender, serta perlindungan hak-hak kelompok rentan dan masyarakat sipil. 

Sebelum bergabung dengan PERLUDEM, ia pernah bekerja sebagai peneliti di Center for Electoral Reform (CETRO).

8. Menteri Riset, Teknologi, dan Digital, Nenden Sekar Arum

Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Nenden Sekar Arum.
Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Nenden Sekar Arum. (Tribunnews/Mario Sumampow)

Nenden Sekar Arum merupakan seorang peneliti dan advokat hak digital Indonesia. 

Ia lulus dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) jurusan Teknik Informatika dan melanjutkan pendidikan magister dengan menempuh program Master of Science (M.Sc.) bidang Advanced Computer Science di University of Birmingham, Inggris.

Saat ini, Nenden yang pernah bertugas sebagai jurnalis ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada perlindungan hak digital, kebebasan berekspresi di internet, keamanan digital, dan privasi di kawasan Asia Tenggara. 

Selain aktif dalam advokasi kebijakan digital, ia juga terlibat dalam berbagai inisiatif terkait jurnalisme data, keselamatan jurnalis, serta perlindungan korban kekerasan berbasis gender online. 

Dalam Kabinet Bayangan Indonesia, Nenden Sekar Arum menjabat sebagai Menteri Riset, Teknologi, dan Digital.

Tugasnya mengawasi serta memberikan alternatif kebijakan di bidang riset, teknologi, transformasi digital, tata kelola ruang digital, dan inovasi nasional.

9. Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Iqbal Damanik

TEROR BANGKAI AYAM - Manager Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). Iqbal mengadukan peristiwa teror bangkai ayam yang dialami pada akhir 2025. (Tribunnews.com/Reynas Abdila)
TEROR BANGKAI AYAM - Manager Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). Iqbal mengadukan peristiwa teror bangkai ayam yang dialami pada akhir 2025. (Tribunnews.com/Reynas Abdila)

Iqbal Damanik adalah lulusan dari Universitas Sumatera Utara jurusan Ilmu Komunikasi dan Media serta Universitas Indonesia jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan.

Iqbal Damanik adalah aktivis lingkungan Indonesia dan pernah mendapatkan teror berupa bangkai ayam dari orang tak dikenal. 

Ia juga dikenal sebagai Juru Kampanye Hutan Indonesia di Greenpeace Indonesia yang berfokus pada isu perlindungan hutan, perubahan iklim, transisi energi, tata kelola sumber daya alam, dan keadilan lingkungan. 

Melalui berbagai kegiatan advokasi dan kajian kebijakan, ia aktif menyuarakan perlindungan ekosistem hutan serta mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. 

Sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim dalam Kabinet Bayangan Indonesia, ia bertugas mengawasi serta memberikan alternatif kebijakan di bidang perlindungan lingkungan hidup, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

10. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan, Isnawati Hidayah

Dalam Kabinet Bayangan Indonesia, Isnawati Hidayah yang merupakan alumni Universitas Negeri Malang (UM) menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan.

Ia bertugas mengawasi serta memberikan alternatif kebijakan di bidang pertanian, ketahanan dan kedaulatan pangan, serta pembangunan sektor agraria.

Hal ini tak terlepas dari latar belakang Isnawati Hidayah yang merupakan aktivis masyarakat sipil Indonesia dan berfokus pada isu pangan, gizi, dan kebijakan publik. 

Ia merupakan Koordinator Nasional MBG Watch, sebuah inisiatif masyarakat sipil yang melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kiprahnya banyak berkaitan dengan advokasi kebijakan ketahanan pangan, pemenuhan gizi masyarakat, perlindungan kelompok rentan, serta tata kelola program pangan nasional.

11. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan, Arman Suparman

Arman Suparman adalah peneliti dan analis kebijakan publik Indonesia sekaligus guru besar

Pria kelahiran Flores ini merupakan lulusan Filsafat Ledalero dan Pascasarjana Sosiologi FISIP UI.

Ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), sebuah lembaga yang berfokus pada kajian otonomi daerah, desentralisasi, tata kelola pemerintahan, dan iklim investasi daerah.

Dalam Kabinet Bayangan Indonesia, Arman Suparman menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri dan Keamanan.

Tugasnya bertugas mengawasi serta memberikan alternatif kebijakan di bidang pemerintahan dalam negeri, otonomi daerah, administrasi pemerintahan, dan keamanan nasional.

12. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara, Yance Arizona

Dosen Fakultas Hukum UGM, Yance Arizona.
Dosen Fakultas Hukum UGM, Yance Arizona. (Tribun-Papua.com/Calvin)

Yance Arizona adalah akademisi serta ahli hukum tata negara yang menjadi pengajar di Fakultas Hukum UGM. 

Ia memiliki kepakaran di bidang hukum tata negara, hukum agraria, hak masyarakat adat, hak asasi manusia, serta reformasi hukum. 

Selain aktif sebagai pengajar dan peneliti, ia banyak terlibat dalam advokasi kebijakan terkait pengakuan hak-hak masyarakat adat, tata kelola sumber daya alam, dan pembaruan sistem hukum nasional.

Ketua Pusat Kajian Demokrasi, Konstitusi, dan HAM (Pandekha) UGM ini meraih PhD in Law and Society dari Leiden University dan jejak pelatihan di Harvard, Columbia, hingga UC Berkeley.

Dalam Kabinet Bayangan Indonesia, Yance Arizona menjabat sebagai Menteri Hukum dan Kebijakan Negara.

Tugasnya mengawasi serta memberikan alternatif kebijakan di bidang hukum, legislasi, tata kelola pemerintahan, dan reformasi kelembagaan negara.

13. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran, Bhima Yudhistira Adhinegara

KABINET BAYANGAN - Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran Kabinet Bayangan, Bhima Yudhistira Adhinegara, dalam konferensi pers Kabinet Bayangan, di Jakarta, Senin (27/7/2026).
KABINET BAYANGAN - Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran Kabinet Bayangan, Bhima Yudhistira Adhinegara, dalam konferensi pers Kabinet Bayangan, di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami)

Bhima Yudhistira Adhinegara adalah ekonom dan analis kebijakan publik Indonesia. 

Ia merupakan Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang memiliki kepakaran di bidang ekonomi makro, kebijakan fiskal, perdagangan internasional, investasi, industri, serta tata kelola anggaran negara. 

Selain aktif sebagai peneliti, ia kerap memberikan analisis mengenai kondisi perekonomian nasional, kebijakan perpajakan, dan pengelolaan keuangan negara. 

Kapasitas teknisnya teruji sebagai Tenaga Ahli Bappenas bidang Pendanaan Luar Negeri, konsultan IFC-World Bank dan JICA, serta peneliti INDEF hampir satu dekade, ditopang MSc in Finance dari University of Bradford. 

Dalam Kabinet Bayangan Indonesia, Bhima Yudhistira Adhinegara menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran.

Ia bertugas mengawasi serta memberikan alternatif kebijakan di bidang keuangan negara, perpajakan, pengelolaan anggaran, dan kebijakan fiskal.

14. Menteri Pertahanan, Curie Maharani Savitri

Curie Maharani adalah seorang akademisi dan peneliti Indonesia di bidang hubungan internasional dan studi pertahanan. 

Spesialisasinya jarang dimiliki, mencakup industri pertahanan, akuisisi alutsista, dan alih teknologi. 

Ia merupakan dosen pada Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bina Nusantara (BINUS) dengan fokus penelitian pada kebijakan pertahanan, keamanan internasional, strategi militer, hubungan sipil-militer, serta geopolitik kawasan Indo-Pasifik. 

Selain aktif sebagai pengajar, ia juga terlibat dalam berbagai penelitian mengenai reformasi sektor keamanan dan kebijakan pertahanan Indonesia. 

la meraih PhD in Defence and Security dari Cranfield University dan Magister Teknik cum laude bidang Manajemen Pertahanan dari ITB.

Dalam Kabinet Bayangan Indonesia, Curie Maharani Savitri menjabat sebagai Menteri Pertahanan, yang bertugas mengawasi serta memberikan alternatif kebijakan di bidang pertahanan negara, strategi keamanan nasional, dan modernisasi pertahanan.

15. Sekretaris Kabinet, Ahmad Jilul Qur'ani Farid

Ahmad Jilul diketahui memiliki latar belakang pendidikan di bidang Hubungan Internasional (HI) lulusan Universitas Airlangga (Unair).

Ia adalah aktivis masyarakat sipil dan analis kebijakan publik Indonesia serta yang dikenal aktif dalam isu tata kelola pemerintahan, demokrasi, transparansi, dan partisipasi publik. 

Selain pernah aktif dalam gerakan mahasiswa nasional, ia juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). 

Dalam Kabinet Bayangan Indonesia, Ahmad Jilul Qur'ani Farid menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.

Tugasnya yang bertugas mengoordinasikan administrasi kabinet, menyiapkan pelaksanaan sidang kabinet, serta mendukung koordinasi kebijakan antarkementerian dalam Kabinet Bayangan Indonesia.

(Tribunnews.com/Sri Juliati)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.