TRIBUNBENGKULU.COM - Sebuah unggahan di media sosial mendadak viral, kendaraan yang diduga digunakan sebagai mobil pengawal Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) disebut menunggak pajak kendaraan bermotor hingga jutaan rupiah.
Informasi tersebut ramai diperbincangkan warganet setelah sejumlah akun di media sosial membagikan foto sebuah mobil Toyota Innova Zenix berpelat nomor AA 1565 MN yang tampak berada dalam iring-iringan kendaraan pengawal.
Unggahan itu kemudian disertai narasi yang menyebut kendaraan tersebut memiliki tunggakan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 8,9 juta.
"Saat masyarakat Indonesia disuruh taat pajak, mobil pengawal Paspampres justru diduga nunggak pajak jutaan rupiah," demikian narasi yang beredar di media sosial dikutip TribunBengkulu.com, Senin (3/8/2026).
Tak hanya itu, unggahan tersebut juga menyertakan tangkapan layar hasil pengecekan data kendaraan yang memperlihatkan rincian status pajak mobil tersebut.
Dalam tangkapan layar itu, kendaraan dengan nomor polisi AA 1565 MN tercatat sebagai Toyota tipe MAGH10R-BPXHBD 2.0 Q HV CVT TSS berwarna putih metalik keluaran tahun 2024.
Pada kolom status pajak tertulis keterangan "Belum Lunas", dengan masa akhir pajak tercatat pada 18 Desember 2025.
Sementara itu, estimasi tagihan yang muncul mencapai Rp 8.997.500.
Nominal tersebut terdiri atas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pokok, denda PKB, PKB Opsen, denda Opsen, Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), serta denda SWDKLLJ.
Unggahan serupa juga beredar di platform X dan kembali memantik perhatian publik.
Salah satu akun menilai apabila kendaraan tersebut benar merupakan kendaraan yang digunakan dalam pengawalan kenegaraan, maka aparat seharusnya memberikan contoh kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
"Ironi di lapangan: Di tengah wacana perluasan data perpajakan, kendaraan pengawal Paspampres (AA 1565 MN) justru terkonfirmasi menunggak pajak Rp 8,9 juta. Keteladanan fiskal dari internal instansi mutlak diperlukan sebelum menuntut kepatuhan penuh masyarakat," tulis akun tersebut.
Unggahan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet.
Banyak yang menyoroti pentingnya keteladanan aparat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan.
"Kalau memang benar kendaraan dinas, seharusnya justru jadi contoh taat pajak," tulis seorang warganet.
"Rakyat ditagih pajak, tapi kendaraan pengawal malah diduga menunggak. Semoga segera ada klarifikasi," komentar akun lainnya.
"Jangan buru-buru menyimpulkan, pastikan dulu itu mobil dinas atau kendaraan pribadi," timpal warganet lain.
Belum diketahui pula apakah tunggakan pajak tersebut telah diselesaikan setelah tangkapan layar hasil pengecekan kendaraan ramai beredar.
Meski demikian, informasi yang viral itu kembali memunculkan perbincangan mengenai pentingnya keteladanan dalam memenuhi kewajiban membayar pajak, terlebih apabila kendaraan tersebut memang digunakan untuk mendukung tugas pengamanan kenegaraan.