Dituding Banting Pintu hingga Picu Emosi Sarwendah Meledak, Ini Kata Ruben Soal CCTV Pertengkaran
Weni Wahyuny August 03, 2026 02:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Menanggapi kehebohan video rekaman CCTV pertengkaran masa lalu bersama Sarwendah, presenter Ruben Onsu akhirnya buka suara mengenai alasan di balik aksinya meninggalkan rumah. 

Ia menegaskan bahwa tindakannya pergi kala itu murni dilakukan demi meredam emosi dan menghindari terjadinya konflik fisik.

Insiden yang terekam kamera pengawas tersebut diketahui berawal dari perdebatan teknis terkait rencana jadwal pindah rumah sementara ke sebuah apart-hotel. 

Baca juga: Yang Dulu Ngoceh Terus Siapa?, Ruben Onsu Tanggapi Klarifikasi Sarwendah yang Merasa Dipojokkan

Jadi CCTV itu, dia datang ke toilet kita lagi b**er, dia mau pindah hari," kata Ruben dalam siaran livenya di TikTok.

"Jadi mau pindah-pindahan tuh, selama rumah belum jadi, minta transit dulu. Ya udah gue taruh tuh dia di Ritz-Carlton," jelasnya.

Menurut Ruben, Sarwendah justru marah dan meledak-ledak karena permintaannya mengganti tanggal tidak dipenuhi.

"Wuaah marah. Semua marah, meledak. Gue pergi karena menghindar. (Dia) Nahan gue, tangan gue diem, gue enggak mau lakuin kekerasan," jelas Ruben mendeskripsikan situasi emosional tersebut dalam siaran langsung di akun TikTok pribadinya.

Saat itu, Ruben mengaku sedang berada di dalam toilet ketika dihampiri oleh Sarwendah yang meminta pengunduran jadwal pindah secara mendadak.

"Jadi CCTV itu, dia datang ke toilet kita lagi ber, dia mau pindah hari. Jadi mau pindah-pindahan tuh, selama rumah belum jadi, minta transit dulu. Ya udah gue taruh tuh dia di Ritz-Carlton," paparnya.

Sebagai sosok yang pernah bekerja di industri perhotelan, Ruben berusaha memberi pengertian bahwa mengubah jadwal menginap di hotel kelas atas tidak semudah yang dibayangkan, terlebih pada musim liburan (peak season).

"Dia mau pindah hari, gue bilang tunggu dulu. Kan pindah hari hotel itu bukan kayak kos-kosan temen gue. Tanya dulu bisa atau enggak harinya dia minta pindah," lanjut Ruben.

Baca juga: Unggahan Minola Sebayang Soal Kebohongan Jadi Sorotan di Tengah Konflik Ruben dan Sarwendah

Meski situasi saat itu memanas, Ruben mengapresiasi kehadiran ibu mertuanya yang turut terekam dalam video CCTV tersebut.

Menurut Ruben, ibunda Sarwendah bersikap sangat baik dan berusaha meredam emosinya.

"Tapi ibunya baik. Beneran ibunya (baik), ibunya yang nyuruh gue sabar," tambahnya.

Klarifikasi dari Sarwendah

Video CCTV tersebut awalnya diungkap oleh kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, guna membantah klaim Sarwendah sebelumnya yang menyebut mereka tidak pernah bertengkar di depan anak-anak.

Tak tinggal diam, Sarwendah merespons gempuran narasi tersebut melalui unggahan panjang bernada emosional di akun Instagram pribadinya, @sarwendah29, pada Minggu (2/8/2026).

Ia menyertakan rekaman CCTV versi utuh tanpa potongan.

Menurut pelantun Dilema ini, pertengkaran hebat yang terjadi pada 4 Maret 2024 silam itu bukan murni karena perkara sepele tentang pergantian tanggal pindah.

Kemarahannya meledak akibat akumulasi kekecewaan, termasuk tindakan Ruben yang membanting pintu di tengah perdebatan.

Sarwendah mengungkapkan, di tengah kondisi keuangan keluarga yang saat itu sedang surut, ia justru mendapati alokasi dana sebesar Rp 120 juta digunakan untuk menyewa apart-hotel selama sebulan.

Padahal, ia sudah mengusulkan untuk kembali ke rumah lama demi menghemat pengeluaran.

“Kemarahan yang terlihat di video bukan muncul karena persoalan tanggal pindah semata, melainkan akumulasi dari banyak hal yang selama 11 tahun ini tidak pernah benar-benar bisa saya sampaikan,” tulis Sarwendah.

Lebih jauh, ia membeberkan rentetan kekecewaannya, mulai dari berhentinya pembangunan rumah baru, nafkah anak yang terhenti selama tiga bulan, hingga dugaan adanya alokasi dana fantastis untuk pihak ketiga di masa lalu yang kembali mengoyak kepercayaannya.

Lebih jauh, Sarwendah membeberkan bahwa dirinya telah berulang kali mencoba bertahan meskipun mendapati kepercayaan dalam pernikahan tersebut dinodai.

Ia merinci pengkhianatan pertama yang diketahuinya terjadi pada tahun 2017 silam, di mana Ruben saat itu telah meminta maaf dan berjanji untuk berubah.

"Ketika nafkah anak-anak sudah tidak diberikan selama sekitar tiga bulan dan pembangunan rumah baru terhenti, saya tetap mencoba mengerti. Dan di saat yang sama, saya juga mengetahui kembali hal yang pernah melukai kepercayaan saya di masa lalu," tulisnya.

Terkait keberadaan anak-anak saat insiden berlangsung, Sarwendah menegaskan bahwa buah hati mereka berada di ruangan terpisah bersama pengasuh dengan televisi menyala untuk meminimalisasi suara keributan.

Namun, ia menyatakan siap pasang badan jika pihak lawan berniat menggunakan video-video masa lalu terkait pola asuhnya untuk menjatuhkan reputasinya di mata publik.

Kendati demikian, Sarwendah tidak menampik rasa penyesalannya jika insiden masa lalu itu tetap meninggalkan bekas luka psikologis pada buah hatinya. 

Ia bahkan menyatakan kesiapannya jika pihak lawan berencana memanfaatkan dokumen atau rekaman video lama mengenai pola pengasuhannya untuk menyerang reputasinya di hadapan publik.

"Saya tahu dia masih punya video di mana saya mendisiplinkan anak saya dengan keras... Kalau mau pakai video itu untuk menyerang saya, dan tidak memikirkan mental anak-anak ke depannya, mau tidak mau saya harus hadapi," tegasnya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com   

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.