Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Lampung menargetkan pembentukan 56.000 relawan "Sahabat PKS" yang akan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Lampung.
Baca juga: Hadapi Kemarau, Pemprov Lampung Siapkan Strategi Khusus untuk Pertanian
Program tersebut dirancang sebagai gerakan relawan berbasis pelayanan masyarakat dengan tujuan memperkuat komunikasi dengan warga, menyerap aspirasi, serta berkontribusi dalam membantu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat.
Sebagai tahap awal, sebanyak 100 peserta mengikuti Training Orientasi Partai (TOP) perdana yang digelar Bidang Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) Wilayah Lampung di Aula Kantor DPW PKS Lampung, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan pembekalan tersebut dihadiri Presiden PKS Almuzzammil Yusuf sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan jaringan relawan dan konsolidasi pelayanan masyarakat di Lampung.
Sekretaris DPW PKS Lampung sekaligus Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Muhammad Suhada, mengatakan pembentukan jaringan relawan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kepentingan elektoral, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya politik yang berorientasi pada pelayanan publik.
"Kekuatan sebuah partai tidak hanya diukur dari jumlah kader atau kursi yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang mampu dihadirkan bagi masyarakat. Kami ingin masyarakat mengenal PKS melalui kerja nyata," ujar Suhada.
Menurut Suhada, para relawan Sahabat PKS nantinya akan berperan dalam mendengarkan aspirasi warga, membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta menyampaikan informasi mengenai program-program yang tersedia melalui jalur yang dimiliki partai.
Ketua BRSN Wilayah Lampung sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Ringga Oktabara, menjelaskan bahwa peserta TOP dan calon relawan Sahabat PKS akan mengikuti tiga tahap pembekalan utama.
Pertama, peserta diberikan pemahaman mengenai visi, misi, nilai, dan budaya organisasi sebagai dasar dalam menjalankan peran sebagai relawan.
Kedua, pembentukan karakter untuk mendorong lahirnya relawan yang memiliki integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan komitmen dalam menjalankan kegiatan pelayanan masyarakat.
Ketiga, pelatihan komunikasi dan penyaluran aspirasi agar relawan mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan struktur partai dalam menyampaikan kebutuhan warga.
Ringga mengatakan, setelah menyelesaikan tahapan TOP, para peserta akan dihimpun dalam wadah Sahabat PKS.
"Relawan bukan sekadar pendukung organisasi, melainkan bagian dari upaya memberikan manfaat kepada masyarakat. Melalui Sahabat PKS, mereka diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi, menyerap aspirasi warga, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial," kata Ringga.
DPW PKS Lampung menargetkan pembentukan jaringan 56.000 relawan Sahabat PKS sebagai bagian dari penguatan hubungan sosial dengan masyarakat.
"PKS meyakini bahwa keberhasilan politik tidak hanya diukur dari capaian elektoral, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pelayanan yang dirasakan masyarakat," tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)