Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menyoroti tajam aksi promosi hotel oleh sejumlah pembuat konten (content creator) di media sosial yang dinilai tidak pantas.
Unggahan yang beredar luas di platform TikTok tersebut mempromosikan penginapan dengan narasi mengajak calon tamu bebas menginap bersama pacar, hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Sontak, narasi tersebut memicu reaksi keras dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara. Menurutnya, materi promosi tersebut sangat menyesatkan dan merugikan pihak pengelola hotel.
"Iya banyak akun medsos di TikTok yang mempromosikan hotel dengan mengajak calon penginap, nginap sama pacar dan lainnya. Untuk Kota Tasik ini merugikan," ungkap Diky saat dikonfirmasi TribunPriangan.com di sela-sela kegiatannya di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (3/8/2026).
Baca juga: Viking Tasikmalaya Optimistis Persib Bandung Tumbangkan Persija Jakarta di Semifinal
Merusak Marwah Kota Santri dan Citra Hotel
Diky menegaskan, konten promosi semacam itu sangat berpotensi merusak marwah Kota Tasikmalaya yang selama ini dikenal beridentitas sebagai Kota Santri.
Tak hanya itu, reputasi pelaku usaha perhotelan di wilayahnya juga ikut dipertaruhkan.
"Tentu jelas akan dirugikan. Apalagi hotel-hotel di Kota Tasikmalaya banyak hotel syariah. Tapi banyak juga dipromosikan seperti itu," tegasnya.
Ia menyayangkan adanya akun-akun tak bertanggung jawab yang sengaja memasangkan audio atau narasi "promo sesat" dengan visual hotel-hotel tertentu di Tasikmalaya.
Dorong Platform Hapus Konten "Promo Sesat"
Mengenai langkah penanganan dari pihak Pemkot, Diky menjelaskan bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tidak memiliki kewenangan teknis untuk memblokir akun atau konten secara langsung.
Kewenangan penindakan tersebut berada di tangan pengembang platform.
Oleh karena itu, ia berharap platform penyedia, dalam hal ini TikTok, dapat bergerak aktif melacak sekaligus menurunkan (takedown) konten-konten bermasalah tersebut.
“Mudah-mudahan ini menjadi perhatian, agar akun-akun 'siluman' yang menggunakan suara 'promo sesat' lalu disandingkan dengan hotel-hotel tertentu bisa ditiadakan,” pungkas Diky. (*)