KRONOLOGI Wanita Berusia 35 Tahun Istri Anggota Polri Ditemukan Tewas Tertembak Pistol di Rumahnya
AbdiTumanggor August 03, 2026 03:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kronologi seorang wanita berusia 35 tahun berinisial LR yang diketahui merupakan istri anggota Polri, ditemukan tewas di rumahnya di Komplek Bumi Asri, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban juga disebut-sebut menantu dari seorang pejabat panitra Pengadilan Tinggi Medan berinisial YH.

Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di lantai dua rumah mewah bercat putih bernomor G230.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Tingkat II Medan menggunakan ambulans.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan bahwa korban adalah istri sah salah satu anggota Polri.

“Iya benar, yang bersangkutan merupakan istri dari salah satu anggota kita (polri),” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Kombes Ferry menambahkan, dugaan sementara korban bunuh diri, namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan. “Kasus ini masih kita selidiki,” tegasnya.

Kronologi Penemuan Jasad Korban

//Minggu (2/8/2026)//:

16.00 WIB – Korban ditemukan tak bernyawa di lantai dua rumah oleh pihak keluarga.

17.30 WIB – Kepala Lingkungan 8 Kelurahan Cinta Damai, Sulaiman, menerima laporan dari Polsek Medan Helvetia.

18.30 WIB – Sulaiman tiba di lokasi dan mendapati rumah sudah dipenuhi petugas kepolisian serta Tim Inafis Polrestabes Medan.

Malam hari – Jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

//Aktivitas Tim Inafis//

Pantauan di RS Bhayangkara menunjukkan suasana semula normal.

Sekitar pukul 22.00 WIB, seorang petugas Inafis memasuki kamar jenazah.

Pada pukul 23.00 WIB, mobil Inafis Polda Sumut tiba dengan tiga petugas membawa perlengkapan pemeriksaan.

Hingga pukul 23.40 WIB, tim masih berada di dalam rumah sakit.

//Informasi Tambahan//

Rumah tempat kejadian diketahui milik seorang panitera Pengadilan Tinggi Medan berinisial YH, yang saat insiden berada di Jakarta.

Korban selama ini tinggal di rumah tersebut bersama suami dan anaknya.

Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Nelson JP Sipahutar, belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini.

Hingga kini penyebab pasti masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Saat kejadian, pada Minggu sore tersebut, kondisi wilayah diguyur hujan deras.

Rumah mewah itu, yang sehari-hari dihuni korban bersama suami dan anaknya.

Di balik tragedi ini, muncul pertanyaan besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di rumah putih Bumi Asri?

Pemilik rumah, seorang panitera Pengadilan Tinggi Medan berinisial YH, disebut sedang berada di Jakarta saat kejadian.

Warga sekitar hanya bisa menduga-duga, sementara polisi masih menutup rapat hasil pemeriksaan pasti.

Baca juga: DETIK-DETIK Istri Polisi di Medan Tewas Tertembak, Suami Sempat Sadar Senjatanya tak Ada Dalam Tas

//Update Penjelasan Polda Sumut//

Sebelum insiden terjadi, sang suami sempat menyadari senjatanya tidak berada di dalam tas. Ia kemudian memeriksa dan mengetahui bahwa senjata tersebut dibawa istrinya ke kamar mandi. Diketahui, sang suami bertugas di Polsek Medan Sunggal, Polrestabes Medan.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu (2/8/2026) sore di perumahan kawasan Kecamatan Medan Helvetia.

Saat kejadian, korban dan suaminya sama-sama berada di rumah. Setelah pulang berdinas, personel polisi tersebut meletakkan tas berisi senjata api di atas meja lalu beristirahat. Tak lama kemudian, ia terbangun dan melihat tas sudah dalam keadaan terbuka. Saat dicek, senjata api ternyata sudah tidak ada.

"Awalnya, suaminya istirahat. Dia lihat tas berisi senjata terbuka, lalu dicek ternyata senjata tidak ada," ujar Kombes Ferry Walintukan, Senin (3/8/2026).

"Setelah dicari tahu, rupanya senjata itu dibawa istrinya ke kamar mandi," sambungnya.

Tak lama kemudian, terdengar suara letusan senjata api dari dalam kamar mandi yang terkunci. "Suaminya menuju kamar mandi, pintu terkunci dari dalam, lalu terdengar bunyi tembakan," jelas Ferry.

Pasca-kejadian, pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan. 

Mengenai penyebab pasti kematian, kasus ini masih ditangani Polrestabes Medan. Sementara itu, Bidang Propam Polda Sumut mendalami permasalahan yang diduga dialami korban hingga nekat mengakhiri hidupnya. "Permasalahan masih didalami oleh Bid Propam. Sedangkan penanganan kematian dilakukan Polrestabes Medan," tutup Ferry.

//

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

(cr9/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.