TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Aliran sungai di kawasan Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, meluap pada Senin (3/8/2026) siang.
Luapan air sungai tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kota Padang dalam durasi yang cukup lama.
Akibat debit air yang meningkat secara signifikan dan tak lagi tertampung, air melimpah ke permukiman warga.
Sejumlah rumah yang berada di pinggir aliran sungai kawasan Sungai Lareh mulai dimasuki air banjir.
Baca juga: Breaking News: Usut Kematian, Makam Siswi SD Korban Dugaan Bullying di Padang Dibongkar
Salah seorang warga setempat, Reza, mengatakan hingga pukul 13.39 WIB kawasan tersebut masih terus diguyur hujan.
"Beberapa rumah yang berada di dekat aliran sungai terdampak, di mana air sudah masuk ke dalam rumah warga," ujar Reza kepada TribunPadang.com, Senin (3/8/2026).
Warga berharap hujan deras bisa segera mereda agar debit air kembali surut dan kondisi di pemukiman kembali aman.
Tim Redaksi TribunPadang.com masih terus menghimpun informasi terbaru dari petugas dan BPBD Kota Padang di lapangan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi mengguyur Kota Padang pada siang hingga sore hari, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan pantauan TribunPadang.com di Jalan Sawahan, Kecamatan Padang Timur, pada Senin pagi, cuaca di Kota Padang terpantau berawan.
Meski demikian, aktivitas masyarakat di sejumlah ruas jalan masih berjalan normal.
Forecaster BMKG Minangkabau, Anisa, mengatakan cuaca pada pagi hari diprakirakan berawan.
"Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprediksi berubah menjadi hujan ringan hingga hujan lebat di sejumlah wilayah Kota Padang," jelasnya.
Baca juga: Rumah dan Toko PMD di Dadok Tunggul Hitam Padang Terbakar, 4 Kendaraan Rusak Berat
Sementara itu, pada malam hingga dini hari kondisi cuaca diprakirakan kembali berawan.
BMKG mencatat suhu udara di Kota Padang berkisar antara 18 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembaban udara mencapai 65 hingga 98 persen.
"Sementara untuk angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 4 sampai 30 kilometer per jam," jelasnya.
Anisa mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diminta memperhatikan dan mengenali kondisi lingkungan sekitar untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, seperti genangan air, pohon tumbang, maupun gangguan jarak pandang saat hujan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti informasi cuaca terbaru melalui situs resmi BMKG di www.bmkg.go.id maupun media sosial BMKG Minangkabau sebagai acuan dalam merencanakan aktivitas sehari-hari.(*)