Bertahan Empat Jam di Laut, Korban KMP Mutiara Sentosa II Sempat Selamatkan 6 Penumpang
Titis Jati Permata August 03, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Di tengah perjuangannya menyelamatkan diri dari kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep Madura, Bambang Susilo (36) justru masih berupaya menolong penumpang lain. 

Setelah melompat dari haluan kapal ke laut, pria asal Tulungagung itu mengaku membantu sedikitnya enam orang korban bertahan di tengah ombak sebelum akhirnya dievakuasi.

Bambang merupakan satu dari ratusan penumpang yang selamat dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II rute Surabaya–Makassar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

Saat ditemui di depan Kamar Jenazah RS Bhayangkara Surabaya, Senin (3/8/2026), ia masih tampak emosional ketika mengingat momen harus melompat dari ujung kapal yang diperkirakan memiliki ketinggian lebih dari 10 meter.

"Saya mendarat dengan posisi badan merapat seperti ini. Rasanya seperti tidak sampai-sampai ke air. Saya sampai menahan napas," ujar Bambang.

Melompat karena Terdesak Kobaran Api

Bambang mengatakan kepulan asap hitam dan panas dari kobaran api membuat ruang geraknya semakin sempit.

Baca juga: Detik-Detik Pasutri Selamat dari Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Sempat Terpisah di Laut

Tidak ada lagi jalur aman untuk menyelamatkan diri selain melompat ke laut.

Setelah berada di air, ia mengaku terapung selama hampir empat jam sebelum akhirnya dievakuasi oleh kru Kapal Meratus Pematang Siantar.

Menolong Enam Penumpang di Tengah Ombak

Meski sedang berjuang menyelamatkan diri, Bambang tetap berusaha membantu korban lain yang berada di sekitarnya.

Korban pertama yang ditolong adalah seorang perempuan yang hanyut mendekatinya. Bersama-sama mereka berusaha berenang menjauh dari kapal yang masih terbakar.

"Wajah saya terasa panas. Saya bilang, 'Ayo, Mbak, kita menjauh dari kapal.' Tapi setiap berusaha menjauh, ombak terus mendorong kami kembali," katanya.
Tak lama kemudian, perempuan tersebut memanggil adiknya yang juga terapung tidak jauh dari lokasi mereka. Bambang kemudian membantu menarik korban itu agar bergabung.

Beberapa saat kemudian, seorang pria bersama anaknya ikut mendekat. Total ada enam orang yang sempat bertahan bersama sebelum akhirnya terpisah karena kondisi arus laut.

"Mereka kemudian memilih menjauh sendiri. Syukurlah saya dengar mereka selamat," ujarnya.

Asap Pekat Gagalkan Upaya Selamatkan Truk

Sebelum memutuskan melompat, Bambang sempat berniat memeriksa truk yang dibawanya setelah mendengar informasi terjadi kebakaran di dek kendaraan.

Saat itu, kebakaran disebut mulai diketahui setelah para penumpang selesai sarapan sekitar pukul 06.00 WIB.

Ia mencoba turun ke lantai dua untuk menyelamatkan dokumen maupun barang penting di dalam kendaraan. Namun niat tersebut batal karena asap hitam sudah memenuhi ruangan dan lantai kapal mulai terasa panas.

"Saya sempat turun, tapi asap sudah sangat tebal. Akhirnya saya putuskan kembali naik karena sudah tidak mungkin melanjutkan," tuturnya.

Sekoci Tak Bisa Dijangkau

Bambang mengungkapkan seluruh penumpang yang dilihatnya telah mengenakan rompi pelampung. Namun akses menuju sekoci penyelamat sudah lebih dulu terputus akibat kobaran api.

Menurutnya, posisi sekoci berada di bagian belakang kapal, sementara api lebih dahulu membakar area tersebut.

"Sekoci memang ada, tetapi akses ke sana sudah tertutup api. Tidak ada yang berani melewati kobaran api untuk mencapainya," katanya.
Ia menduga korban meninggal dunia disebabkan berbagai faktor, mulai dari terlalu lama berada di laut hingga kehilangan kesadaran setelah melompat.

Sopir Truk yang Diajak Melompat Tak Selamat

Peristiwa ini juga meninggalkan duka mendalam bagi Bambang. Rekan kerjanya sekaligus sopir truk, Sari Sukoco (39), diduga menjadi salah satu korban meninggal dunia.

Bambang mengaku terakhir kali melihat rekannya berada di haluan kapal ketika api semakin membesar. Saat itu ia sudah mengajak Sari melompat bersama.

"Saya sudah mengajak beliau melompat. Beliau hanya mengangguk, tetapi masih bertahan di atas kapal. Itu terakhir kali saya melihatnya," ucap Bambang.

Belakangan, ia melihat dokumentasi proses evakuasi korban dan mengenali pakaian serta ciri-ciri fisik rekannya.

"Saya baru yakin setelah melihat video evakuasi. Saya hafal kaos yang dipakai karena saya sendiri yang mengambilkannya sebelum kami naik kapal," katanya.

Data Korban Masih Berbeda

Berdasarkan data Kantor Basarnas Surabaya hingga Senin (3/8/2026) pukul 03.30 WIB, sebanyak 234 korban telah ditemukan dan dievakuasi, terdiri dari 229 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.

Sementara itu, data Humas Polres Sumenep mencatat manifest KMP Mutiara Sentosa II mengangkut 271 orang, terdiri atas 232 penumpang, 26 anak buah kapal (ABK), dan 13 ABK tambahan.

Perbedaan data tersebut masih dalam proses verifikasi oleh tim gabungan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.