BREAKING NEWS: Guru SDK Bolan Malaka Mogok Mengajar, KBM Lumpuh Total
OMDSMY Novemy Leo August 03, 2026 03:33 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota 

POS-KUPANG.COM, BETUN - Aktivitas belajar mengajar di SDK Bolan, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, lumpuh total akibat aksi mogok mengajar yang dilakukan para guru, Senin (3/8/2026). 

Sejak pagi hingga jam sekolah usai, tidak satu pun proses pembelajaran dilaksanakan sehingga ratusan siswa hanya berada di lingkungan sekolah tanpa mendapatkan pelayanan pendidikan sebagaimana mestinya.

Pantauan POS-KUPANG.COM di lokasi menunjukkan suasana sekolah yang tidak biasa. Ruang-ruang kelas tampak terbuka, namun tanpa kehadiran guru untuk memulai kegiatan belajar. Sejumlah siswa memilih tetap duduk di dalam kelas sambil menunggu kepastian dimulainya pelajaran. 

Sebagian lainnya terlihat berkumpul di halaman sekolah, bermain bersama teman-teman mereka, bahkan ada yang bermain sepak bola di lapangan kecil di samping pagar sekolah dengan masih mengenakan seragam sekolah.

Di sisi lain, para guru memilih berkumpul di ruang guru sebagai bentuk protes. Beberapa guru tampak duduk di dalam ruangan, sementara yang lain berada di teras sekolah sambil mengamati aktivitas para siswa yang bermain di luar kelas. 

Mereka tetap berada di lingkungan sekolah, namun tidak menjalankan kegiatan belajar mengajar sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan internal yang mereka nilai sudah berlangsung cukup lama.

Saat ditemui, para guru menjelaskan bahwa aksi mogok mengajar tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan kepala sekolah. Mereka menilai sejumlah kebijakan yang diterapkan sejak kepala sekolah menjabat telah memicu ketidakpuasan di kalangan tenaga pendidik dan berdampak pada hubungan kerja di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaian mereka, para guru mengemukakan beberapa poin yang menjadi alasan aksi tersebut. Mereka menilai proses perekrutan tenaga guru dilakukan dengan pola yang mengarah pada praktik nepotisme. Selain itu, mereka juga mempertanyakan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai tidak dilaksanakan secara transparan kepada seluruh guru.

Tidak hanya itu, para guru juga menyoroti lemahnya penegakan disiplin di lingkungan sekolah. Mereka menilai aturan yang berlaku belum diterapkan secara efektif sehingga berpengaruh terhadap tata kelola sekolah. Di samping itu, mereka juga mengaku kurang dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan karena kepala sekolah dinilai tidak membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan para tenaga pendidik.

Aksi mogok tersebut berdampak langsung terhadap para siswa yang kehilangan kesempatan mengikuti proses pembelajaran. Hingga siang hari, para murid hanya menghabiskan waktu di lingkungan sekolah tanpa adanya kegiatan belajar mengajar. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu hak peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDK Bolan, Maria T. Hoar Klau telah meninggalkan sekolah itu saat POS-KUPANG.COM mendatangi sekolah tersebut. Kini dirinya telah dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk memperoleh informasi yang berimbang, namun belum ada respon. (ito)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.