TRIBUNWOW.COM - Hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan. Pengamat politik Ray Rangkuti menilai mulai muncul sejumlah indikator yang menunjukkan hubungan politik keduanya semakin merenggang, meski belum mengarah pada perpecahan total.
Menurut Ray Rangkuti, dinamika politik belakangan memperlihatkan perubahan pola hubungan antara Prabowo dan Jokowi dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Namun, ia menilai keduanya masih memiliki keterkaitan politik sehingga hubungan tersebut belum sepenuhnya terputus.
Salah satu indikator yang disoroti Ray ialah posisi Gibran Rakabuming Raka dalam dinamika politik nasional. Selain itu, ia juga menilai masuknya sejumlah tokoh yang sebelumnya dikenal sebagai pengkritik Jokowi ke dalam kabinet Presiden Prabowo menjadi sinyal perubahan hubungan politik.
Ray turut menyoroti sikap Presiden Prabowo terhadap polemik dugaan ijazah palsu Jokowi. Menurutnya, Prabowo tidak banyak memberikan tanggapan terkait isu tersebut sehingga memunculkan berbagai penilaian di ruang publik.
"Bahkan sudah berlipat-lipat tanda merenggangnya. Dan makin kentara atau terbuka," ujar Ray Rangkuti saat dikonfirmasi.
Di tengah berkembangnya berbagai penilaian tersebut, Jokowi tetap menjalankan agenda politiknya di sejumlah daerah. Setelah sebelumnya mengunjungi Provinsi Lampung, Jokowi melanjutkan kegiatan ke Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pada Sabtu (1/8/2026), Jokowi menerima gelar kehormatan Sesepuh Raja-Raja Timor dalam karnaval budaya yang berlangsung di Kelurahan Lai-Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Acara tersebut dihadiri ribuan masyarakat.
Agenda tersebut kembali memunculkan perhatian publik mengenai dinamika hubungan politik Jokowi dan Prabowo, mengingat keduanya selama ini dikenal memiliki hubungan politik yang erat sejak Pilpres 2024. (*)