Gagal di Piala Presiden Elite 2026, PSMS Medan Didesak Evaluasi Pemain Asing dan Lini Depan
Randy P.F Hutagaol August 03, 2026 04:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kegagalan PSMS Medan di ajang Piala Presiden Elite 2026 tanpa meraih satu poin mendapat sorotan dari pemerhati olahraga Sumatera Utara, Indra Efendi Rangkuti.

Ia menilai hasil tersebut menjadi alarm bagi tim pelatih untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terhadap performa pemain asing, lini pertahanan, serta minimnya kreativitas serangan menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.

PSMS mengakhiri turnamen pramusim tersebut sebagai juru kunci Grup B setelah menelan tiga kekalahan beruntun. Tim asuhan Eko Purdjianto hanya mampu mencetak satu gol dan kebobolan tujuh kali selama fase grup.

Menurut Indra, salah satu aspek yang paling mencolok adalah belum maksimalnya kontribusi para pemain asing, khususnya mereka yang masih menjalani masa trial.

Ia menilai para pemain asing yang diberi kesempatan tampil, seperti Saná Gomes, Jonito, Tavano, dan Danny Barrow, belum menunjukkan kualitas yang mampu mengangkat performa tim.

"Secara sekilas saya lihat pemain asing belum ada yang sesuai dengan harapan. Saya rasa memang perlu evaluasi terhadap pemain asing, terutama yang masih berstatus trial seperti Saná, Jonito, Tavano, dan Danny Barrow," ujar Indra kepada Tribun Medan, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, pemain asing seharusnya mampu memberikan kualitas yang berada di atas pemain lokal sehingga dapat menjadi pembeda dalam permainan tim. Namun, hal tersebut belum terlihat selama PSMS tampil di Piala Presiden Elite 2026.

"Yang kita harapkan, pemain asing itu kualitasnya di atas pemain lokal dan bisa menjadi pembeda. Tetapi dari yang saya lihat, belum memenuhi kriteria tersebut. Saya cukup ragu kalau komposisi pemain seperti ini dipertahankan apakah bisa berbicara banyak di Liga 2 nanti," katanya.

Selain itu, Indra juga menyoroti belum adanya sosok playmaker yang mampu mengatur tempo permainan dan membangun serangan dari lini tengah.

Menurutnya, satu-satunya gol yang dicetak PSMS justru lahir dari pemain sayap, bukan penyerang murni. Hal itu menunjukkan masih lemahnya produktivitas lini depan.

"PSMS belum memiliki playmaker yang benar-benar bisa mengatur irama permainan. Kita memang punya gelandang bertahan yang bagus, tetapi playmaker sangat penting untuk membangun serangan. Akibatnya alur permainan tidak terlihat dan produktivitas gol menjadi sangat minim," ujarnya.

Ia menilai selama tiga pertandingan di Piala Presiden Elite 2026, permainan PSMS belum menunjukkan pola permainan yang jelas.

"Permainan tim terlihat seperti berjalan sendiri-sendiri. Padahal harus ada skema yang dibangun. Dalam tiga pertandingan saya belum melihat itu," ucapnya.

Sorotan lainnya tertuju pada sektor pertahanan yang dinilai masih rapuh setelah kebobolan tujuh gol sepanjang turnamen.

Indra mengakui kehadiran Manahati Lestusen di posisi gelandang bertahan memberikan keseimbangan karena memiliki pengalaman bermain di level tinggi, termasuk bersama Timnas Indonesia. Namun, ia menilai lini belakang masih membutuhkan perhatian serius.

"Kalau gelandang bertahan cukup bagus karena ada Manahati Lestusen yang berpengalaman. Tetapi lini belakang menjadi perhatian, baik penjaga gawang maupun para pemain bertahan. Apakah perlu pergantian atau memaksimalkan pemain yang ada, itu harus dievaluasi oleh pelatih dan direktur teknik PSMS," jelasnya.

Secara khusus, Indra menilai duet Aziz Hutagalung dan Angelo Meneses di jantung pertahanan masih memiliki potensi untuk berkembang.

Menurutnya, duet tersebut sempat tampil cukup baik saat menghadapi Persebaya Surabaya, namun performanya mengalami penurunan ketika menghadapi Persija Jakarta.

"Kalau menurut saya duet Aziz Hutagalung dan Angelo Meneses masih bisa dimaksimalkan. Mereka hanya perlu diasah lagi. Saat melawan Persebaya cukup bagus, tetapi ketika menghadapi Persija terlihat menurun dan koordinasinya seperti berantakan. Itu yang harus diperkuat," katanya.

Indra juga menyarankan PSMS mencari alternatif pemain asing lain apabila para pemain trial tidak mampu menunjukkan peningkatan performa.

"Saya melihat pemain asing trial kemarin belum bermain maksimal. Menurut saya lebih baik mencari pemain lain karena performanya belum terlihat dan belum menunjukkan gairah yang diharapkan untuk membela PSMS," ujarnya.

Meski memberikan banyak catatan kritis, Indra tetap optimistis PSMS mampu bangkit sebelum Liga 2 dimulai.

Ia percaya tim pelatih telah mendapatkan gambaran utuh mengenai kekuatan dan kelemahan skuad setelah mengikuti Piala Presiden Elite 2026.

"Saya tetap berpandangan positif. Setelah Piala Presiden ini mereka pasti melakukan evaluasi. Mereka sudah mengetahui kelemahan dan kekurangan tim dengan komposisi pemain yang ada sekarang," katanya.

Indra berharap manajemen memberikan kesempatan kepada pelatih Eko Purdjianto untuk menyempurnakan tim melalui evaluasi dan beberapa laga uji coba yang masih tersisa.

"Kita berikan kesempatan kepada tim pelatih untuk melakukan evaluasi. Nanti kita lihat ketika kompetisi berjalan apakah hasil evaluasinya sudah tepat atau belum. Saya masih optimistis karena pelatih kita memiliki lisensi dan pengalaman yang sangat baik," pungkasnya. 

(Cr29/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.